Saat “HIV” Ganggu Aktivitas Anda, Uri-Cran Solusinya

Segelas Uri-Cran. Foto by menixnews.com

MOMS…. Pasca-liburan Lebaran, tentunya pekerjaan menumpuk ya? Apalagi bagi yang baru pulang kampung, ehm…. Yang namanya rumah bau apek, berdebu, cucian numpuk, setrikaan menggunung, dan lain-lain dan lain-lain, pasti kudu dihadapi.

Belum lagi bagi bagi para Moms yang tidak hanya sibuk di rumah tapi juga bekerja di luar, pastinya beban kerja dua kali lipat kan? Beberes rumah plus kerjaan kantor yang menyita tenaga dan waktu.
Moms yang punya asisten rumah tangga dan suami yang ringan tangan membantu pekerjaan rumah, tentu saja bebannya tidak begitu berat. Tapi kalau semuanya dikerjakan sendiri, pasti hari-hari awal pasca-liburan terasa lebih berat. Benar gak Moms?
Saya sendiri juga begitu. Di rumah, kami tidak mempunyai asisten rumah tangga. Syukurnya saya punya suami yang mau berbagi pekerjaan rumah. Alhasil, kami yang sama-sama kerja di sektor formal, berupaya meringankan pekerjaan rumah dengan saling berbagi tugas.
Saat baru sampai ke rumah dari kampung halaman, hal pertama yang kami lakukan adalah membersihakan rumah. Kebanyang dua pekan ditinggal dan dalam keadaan tertutup, tentu saja di dalam rumah bau apek dan berdebu.
Kami pun berbagi pekerjaan, dimana saya menyapu bagian dalam dan suami memberaihkan bagian teras dan halaman. Setelahnya, tugas suami mengepel dan saya mengelap perabot yang penuh debu.
Setelah urusan rumah beres, baru saya membongkar koper yang isinya pakaian kotor. Saya pilah-pilah agar bisa dicuci dengan baik, mana yang hanya dikucek dan mana yang harus masuk ke mesin cuci. Lalu, siapakah yang menyucinya? Kalau urusan cuci pakaian memang tugas suami saya. Sembari dia mencuci, saya masak menyiapkan makan untuk keluarga. Jika nantinya pakaian sudah dijemur dan kering, adalah tugas saya untuk melipat dan menyeterikanya.
Dengan pola kerjasama seperti ini, saya merasakan pekerjaan di rumah tidak begitu berat dan kami berdua enjoy menjalaninya. Di tengah rutinitas sehari-hari di rumah dan di kantor, stamina seorang ibu memang kudu prima.
Berabeh Jika Anyang-Anyangan
Tidak hanya urusan di internal kantor, tetapi juga ketemu sejumlah orang dan menghadiri acara ini itu. Dengan kesibukan yang lumayan padat begitu, kebayang gak kalau kita kena anyang-anyangan?
Apa itu anyang-anyangan? Itu loh penyakit gangguan saluran kemih yang membuat kita ingin buang air kecil atau pipis sering-sering tetapi keluarnya sedikit-sedikit. Nah, kebayang kan kalau pas sedang bertemu klien terus kita permisi beberapa kali hanya karena “HIV” (hasrat ingin vivis).  Apalagi jika sedang presentasi tapi di tengah acara, eh kitanya terserang “HIV”, waduh gak bangets deh!
Anyang-anyangan jangan dianggap sepele loh, karena sesungguhnya anyang-anyangan itu sangat mengganggu aktivitas kita. Anyang-anyangan bisa menyerang baik perempuan maupun laki-laki dewasa maupun anak-anak.
Secara umum, anyang-anyangan ini disebabkan infeksi saluran kemih atau saluran kencing karena adanya bakteri jahat E-coli yang menempel pada dinding saluran kemih.
Bagaimana bakteri E-coli bisa sampai ke dinding saluran kemih?
1. Toilet yang tidak bersih. Toilet kotor memang sarangnya kuman dan bakteri.
2. Arah proses pembersihan setelah buang air besar (BAB) atau cebok (istinjak) yang tidak benar. Lakukan istinjak dari depan ke belakang bukan sebaliknya agar kotoran tidak masuk ke saluran kemih.
3. Air untuk membasuh areal pribadi (istinjak) tidak bersih.
4. Sering menahan kencing.
Kalau dahulu, orangtua saya menyarankan untuk menghilangkan anyang-anyangan adalah dengan banyak mengonsumsi air putih. Namun, ternyata itu tidak cukup. Diperlukan pencegah dan pengobatan lainnya. Salah satunya bisa dengan mengonsumsi Uri-Cran, suplemen makanan yang terbuat dari ekstrak buah Cranberry.
Di Amerika, buah ini sudah lama digunakan sebagai pencegah infeksi saluran kemih karena kaya akan Proantocyanidin (PAC). PAC ini sekaligus berkhasiat mencegah menempelnya bakter E-coli pada dinding saluran kemih.

Komposisi Uri-Cran. Foto by menixnews.com

Agar khasiatnya lebih mujarab, dianjurkan mengonsumsi Uri-Cran dua gelas per hari selama kurang lebih10 hari. Cara membuat minuman ini sangat mudah. Satu saset Uri-Cran dicampur dengan 150 air putih dan diminum. Rasanya segar percis rasa buah Cranberry asli. Ada manis dan asamnya. Apalagi diminum saat panas, AHHH pelegah dahaga yang menyegarkan! (sri murni)