• Home »
  • Bintan »
  • Extrem dan Spektakuler Bintan Spartan Race Reebok 2016 di Lagoi Bay

Extrem dan Spektakuler Bintan Spartan Race Reebok 2016 di Lagoi Bay

BINTAN Spartan Race Reebok di kawasan Lagoi Bay,  Kepri selama dua hari, Sabtu-Minggu (19-20/11/2016) menjadi event olahraga internasional yang banyak diikuti peserta dari manca Negara.

Event ini ditaja Mediacorp Singapura, sebagai salah satu pemegang lisensi Spartan Race internasional  di Asia.

Ada sekitar 3000-an orang ikut ambil bagian di event olahraga ekstrim tersebut.

Saya sendiri dan tim Blogger Kepri (Danan Wahyu Sumirat, Roy Vandi Tambunan, dan Ruziana) berkesempatan menonton event tersebut di hari kedua, karena hari pertama kami masih sibuk bekerja.

Tim Blogger Kepri saat event Bintan Spartan Race Rebook, Minggu (20/11/2016).

Tim Blogger Kepri saat event Bintan Spartan Race Reebok, Minggu (20/11/2016).

Dari Batam saya, Danan, dan Roy berangkat dari Pelabuhan Punggur, Batam, ke Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang dengan kapal Oceana. Kami kebagian kapal last ferry sekitar pukul  17.00 WIB karena semua anggota tim baru selesai pekerjaan kantor di jam segitu.

Kami lebih memilih jalur Batam-Tanjungpinang ketimbang Batam-Tanjunguban yang sebenarnya lebih dekat ke Lagoi, karena kami ingin bersilaturahmi sekaligus menginap gratis di rumah Ruziana alias Kak Ana yang berdomisili di Tanjungpinang.

Rumah si kakak satu ini memang kerap dijadikan homestay bagi para awak Blogger Kepri. Gegara itu, si kakak jadi terinspirasi untuk menjadikan rumahnya yang berada di Jalan Ganet dan tidak jauh dari Bandara Raja Haji Fisabillah, menjadi guest house beneran bagi para wisawatawan. Sementara si kakak dan keluarga tetap tinggal di rumahnya yang lain.

“Semoga kalau sudah jadi Ana’s Guest House jangan ditarik tarif untuk kita-kita…. Hehehehe.”

Perjalanan kapal dari Batam ke Tanjungpinang sekitar satu jam. Jadi, tepat azan magrib kapal yang kami tumpangi bersandar. Karena sudah azan, kami pun menyempatkan diri untuk sholat di Masjid Raya Tanjungpinang yang tidak jauh dari pelabuhan.

Selepas itu, kami diundang makan malam di rumah keluarga seorang teman.

Setelah acara isi perut kelar, dengan menggunakan mobil Avanza Veloz sewaan, kami menuju ke rumah Kak Ana dan menginap disana.

Sarapan Nasi Dagang yang Ngangenin

Keesokan harinya, sekitar pukul 06.15 WIB, kami sudah beranjak dari rumah Kak Ana menuju ke lokasi Bintan Spartan Race di Lagoi Bay. Karena takut kesiangan sampai di lokasi, kami tidak menyempatkan diri untuk sarapan terlebih dahulu, melainkan memilih membeli beberapa jenis kue dan sarapan khas Melayu untuk disantap di dalam mobil selama perjalanan.

EHM… ternyata di warung pinggir jalan tempat kami beli sarapan tersedia aneka makanan yang rasanya UENAK TENAN….

Saya paling terkesan dengan nasi dagangnya. Bener-bener beda dari yang pernah saya makan di Batam. Nasinya gurih ditambah ikan sambal ikan tongkol alias tuna yang porsinya cukup lumayan.  Kalau di Jogja, nasi dagang ini hampir sama dengan nasi kucing.

Nasi dagang. Foto by Ruziana

Nasi dagang. Foto by Ruziana

Nasi dagang ini, juga ada yang lauknya bukan ikan tuna melainkan sambal teri. Kebetulan yang sambal teri saya tidak mencobanya.

Ada pula nasi lemak dengan lauk ikan teri medan. Nah kalau nasi yang satu ini juga berbeda dengan nasi lemak yang pernah saya makan. Bedanya, nasi tersebut terasa pedas walaupun makannya tidak pakai sambal. Sepertinya saat menanak nasi sudah dicampur cabai giling atau rempah-rempah lainnya.

Harganya juga sangat terjangkau. Satu porsi nasi dagang yang dibungkus daun pisang hanya Rp 5.000. Begitu juga dengan nasi lemak dan mie yang dibungkus kotak plastik, harganya juga Rp 5.000. Sedangkan untuk kue-kuenya hanya Rp 1.000 per buah.

Sayangnya, makanan lezat itu tidak bisa dinikmati dengan hikmat karena Roy yang menyetir mobil pagi itu melaju kencang. Lobang dan gundukan aspal di jalan yang tidak rata pun dihajarnya.

“Mas Roy…. Kami bukan durian di belakang ni….,”teriakku dari bangku paling belakang… Hahaha… sambil menyindirnya.

Ah… dasar supir medan, tetap aja si Roy tancap gas dan bikin kami terpental-pental di atas jok… Hehehe

Spartan Race yang Seru

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam dari Tanjungpinang, kami pun sampai di parkiran depan Lagoi Bay, Bintan.

Untuk sampai di kawasan pariwisata khusus ini, memang tidak ada kendaraan umum. Jadi kita harus sewa mobil atau motor. Sepanjang perjalanan, kanan kiri masih penuh hutan. Tapi di balik hutan-hutan tersebut berdiri resort-resort mewah yang harga kamar semalamnya jutaan rupiah.

Begitu sampai di kawasan Lagoi Bay, salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Lagoi, suasana sudah ramai. Bus-bus pariwisata tampak hilir mudik menurunkan para peserta Bintan Spartan Race yang mayoritas berasal dari Singapura.

Panitia memang menyediakan shuttle bus khusus dan gratis bagi peserta dari hotel ke lokasi event. Di sana pun terpampang jadwal busnya.

Seperti yang saya sampaikan di awal tadi, Spartan Race ini memang gaweannya Singapura, hanya saja mengambil tempat di Lagoi Bay.

Spartan Race merupakan olahraga ekstrim yang memiliki banyak rintangan. Tidak hanya lari tapi ada memanjat dinding, merayap, melalui medan lumpur, pasir, memanjat tali di atas laut, dan lainnya. Intinya, olahraga ini memang membutuhkan fisik dan mental baja agar sukses sampai finish.

Spartan Race di Lagoi ini merupakan babak kedua setelah babak pertama yang lebih dulu dilangsungkan di Singapura dengan jarak lintasan 6 km dan memiliki 22 rintangan.

Sementara di Lagoi, lintasannya sepanjang 21 km dengan kurang lebih 35 jenis rintangan (Spartan.com). Karena jauhnya lintasan dan banyaknya rintangan, tidak salah jika panitia menamai event ini The Spartan Beast.

Olahraga ini diikuti secara individu baik dewasa maupun anak-anak dengan cara mendaftarkan diri ke website Spartan langsung. Bianyanya bervariasi antara 189 sampai 200 dolar Singapura, tergantung lintasan yang diinginkan. Semakin panjang lintasannya, semakin mahal bayarnya.

Kemenangan peserta ditentukan oleh kecepatan waktu sampai di garis finish.

Peserta tidak harus start bersama-sama melainkan bisa sendiri-sendiri maupun beramai-ramai. Jadi sepanjang event berlangsung, dilakukan beberapa kali start tergantung kesiapan peserta.

Kemudian mereka melewati setiap rintangan yang sudah disiapkan dan catatan waktu terbaik akan meraih kemenangan.

Sebelum menuju garis star, sejumlah peserta melakukan pemanasan dan latihan secara berkelompok. Mereka lari-lari di tempat, beguling di pasir, dan nyemplung ke laut.

Sesi latihan sejumlah peserta,

Sesi latihan sejumlah peserta,

Lompat Bara Api, Lalu Diberi Air Kelapa Muda

Persembahan spesial dari Spartan Beast di Bintan ini adanya lintasan meloncati bara api di akhir lintasan sebelum masuk garis finish.

Sebelum melompati bara api ini, setiap peserta harus memanjat tali yang berada di tiang di tepi pantai. Saat memanjat tali, mereka harus mencapat ujung pengikatnya dan membunyikan bel yang dipasang di bagian paling atas.

Memanat tali di atas laut.

Memanjat tali di atas laut.

Setelah itu, peserta berlari kemudian memanjat dinding menggunakan tali.

spartan-panjat

Lalu meloncati bara api.

Api tersebut merupakan hasih bakaran dari kayu-kayu yang sudah disiapkan.

spartan-bara

Begitu selesai melontai lintasan api, para peserta memasuki garis finish dan langsung disambut dengan suguhan air kelapa muda.

Putra Melayu Singapura Jadi Juara

Di ajang Spartan Race Reebok ini banyak kategori yang bisa diraih oleh peseserta. Salah satunya adalah Men’s Master Sprint yang disandang putra Melayu Singapura ini.

Namanya adalah Sadali. Atas kecepatannya, ia mendapatkan hadiah sebesar 1000 dolar Singapura.

Danan Wahyu Sumirat dan Pemenang Spartan Beast Bintan, Sadali, Minggu (20/11/2016).

Danan Wahyu Sumirat dan Pemenang Spartan Beast Bintan, Sadali, Minggu (20/11/2016). Foto diambil dari facebook danan wahyu sumirat

Dia mengungkapkan rasa senangnya karena bisa memenangi event bergengsi ini.

“Saya senang dan saya sangat mengapresiasi panitia yang sudah menyelenggarakan event ini sangat baik. Saya juga berterimakasih kepada tim saya yang sudah memberi dukungan,”kata Sadali.

Sementara itu, keluar sebagai juara Spartan tahun 2016 ada Florian Zuschnig.

Florian Zuschnig, Juara Spartan 2016.

Florian Zuschnig, Juara Spartan 2016. Foto diambil dari facebook Spartan Race Singapore

Dia berhasil menjuarai Trifecta 7 kali yang berarti sudah tujuh kali menjuarai kategori sprints, tujuh kali menang kategori Supers dan tujuh kali juara kategoti Beasts selama satu tahun ini.

Kabar Duka

Bintan Spartan Race Reebok ini memang sempat membuat duka.

Di hari pertama event, ternyata ada seorang peserta asal Singapura bernama Syed Mohamed Yusof (37) meninggal dunia.

Seperti diberitakan straitstimes.com yang dikutip dari batam.tribunnews.com, Syed adalah peserta Spartan dengan kategori lintasan 21 km.

Dia pingsan setelah mengikuti sejumlah lintasan. Dia kemudian dibawa ke RUSD Raja Ahmad Thabib, Tanjungpinang.

Namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal pada pukul 15.25 WIB, sore di rumah sakit.

Dokter menyatakan bahwa Syed meninggal karena serangan jantung.  (***)