Ramai-Ramai ke Festival Pulau Penyengat Syawal Serantau

Pulau Penyengat. Foto diambil dari esont.wordpress.com

NAMA Pulau Penyengat kian nyaring terdengar sebagai destinasi budaya di Provinsi Kepri, khususnya di ibukota Tanjungpinang. Letak pulaunya tepat berada di seberang Kota Gurindam tersebut. Pulaunya tidak begitu besar hanya sekitar 2 km persegi.

Sebagai destinasi wisata budaya, tentu saja banyak tempat yang bisa dikunjungi. Biasanya, para wisatawan, termasuk para pejabat di Nusantara ini jika berkunjung ke Kepri tidak akan lupa menyinggahi Penyengat. Tujuan utamanya adalah berziarah ke makam-makam “keramat” dimana beberapa tokoh sejarah Kerajaan Melayu disemayamkan.

Di sini ada makam Raja Haji Fisabilillah, Engku Putri Raja Hamidah, Raja Ja’afar, Raja Ali Marhum dan Raja Ali Haji selaku penulis karya sastra tersohor Gurindam Dua Belas, serta beberapa makam lainnya.

Di sini juga ada Mesjid Sultan Riau Pulau Penyengat yang menggunakan putih telur sebagai perekat dan menyimpan Kitab Suci Al-Quran dari abad ke-17 serta beberapa kitab kuno. Ada juga Gedung Tengku Bilik, Gudang Mesiu, dan tempat berjarah lainnya yang masing-masing menyimpan cerita menarik.

Pulau ini dikenal juga sebagai Pulau Penawar Rindu karena sejarahnya, pulau ini merupakan Pulau Hadiah Mas Kawin dari Raja Riau kepada wanita yang dicintainya Engku Putri Raja Hamidah. Saat berada di sini, setiap orang bisa merasakan dan bernostalgia akan kebesaran Kesultanan Melayu Riau

Khusus Juli 2017 ini, tepatnya mulai 22-23 (Sabtu dan Minggu) digelar even tahunan bertajuk “Festival Pulau Penyengat Syawal Serantau”. Pastinya akan ramai sekali warga dan wisatawan yang bakal berkunjung ke tempat ini.

Namanya juga festival apalagi di pulau bersejarah, tentu saja akan ada sajian kebudayaan, sejarah, dan tidak lupa kuliner khas daerah setempat.

Selama festival berlangsung, setiap hari digelar beberapa lomba yang menarik.

Khazanah Kompang Melayu

Kompang Melayu dikenal sebagai salah satu jenis “ band tepuk” dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik bersal dari kesenian Timur Tengah dan memiliki unsur keagamaan yang kental, tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang  merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang  Pencipta.

Kompang ini akan dilombakan selama festival berlangsung. Tidak hanya untuk lomba, kompang juga akan dimainkan saat menyambut para tamu yang datang ke acara festival.

Lomba Foto

Bergama atraksi budaya dengan pernak-pernik busana yang warna-warni tentu saja menarik untuk didokumentasikan. Bagi para pecinta fotografi, bisa mengikuti kompetisi lomba foto yang digelar panitia. Pemotretan bisa dilakukan di beberapa titik  destinasi di Pulau Penyengat. Hunting photography dilaksanakan pada acara puncak yaitu tanggal 22 juli 2017 di Pulau Penyengat.

Lomba Busana

Yang satu ini memang sayang jika dilewatkan karena selain bisa cuci mata, juga pastinya bisa pilih-pilih busana Melayu yang cocok dibawa pulang. Fashion Malay Penyengat Serantau adalah ajang untuk menggali kreatifitas para fashion designer dan pengrajin pakaian carnaval yang menggali konten lokal Melayu secara Islami.

Acara ini akan memeriahkan acara Pembukaan Road to Fesyar Pulau  Penyengat – Syawal Serantau di Pulau Penyengat pada 22 Juli 2017. Kegiatan ini terbagi tiga jenis :

  1. Kompetisi Malay Fashion Carnaval
  2. Parade Melayu & Muslim Fashion
  3. Bazar Melayu fashion

Lomba Film Pendek

Saat bicara soal film pendek, tidak usah mikir yang berat-berat ya! Sebab, membuat film pendek tidaklah sesulit yang dibayangkan, apalagi dengan kemajuan teknologi smartphone saat ini. Hanya bermodalkan HP, Anda sudah bisa ikuti kompetisi film penek yang mempromosikan pariwisata Pulau Penyengat.

Kompetisi ini melibatkan para netizen (pengguna internet) untuk membuat promosi Pulau Penyengat melalui Short Film (tayangan multi media) dan di upload pada website maupun media sosial.

Karena Penyengat adalah Bumi Islami, maka film pendeknya juga terkait Wisata Halal Penyengat ya!

Nah, jangan sampai gak datang ke Penyengat pada 22-23 Juli ini. Untuk yang di luar Tanjungpinang, bisa datang menggunakan kapal ferry, ataupun pesawat. Kemudian dari Pelabuhan di Tanjungpinang, menyeberang ke Penyengat menggunakan pancung.

Sampai di Penyengat, bisa jalan-jalan (kaki) berkeliling atau menyewa becak motor (bentor) dan motor. Bagi pecinta jalan kaki, rasanya tidak akan rugi jalan berkeliling pulau karena pemandangannya juga OK bangets! Yang punya keluarga, bawa saja seluruh pasukannya karena Pulau Penyengat sangat ramah untuk segala usia.  (sri murni)

SELAMAT BERWISATA!