Ingin Dapat Tiket Mudik Murah? Ikuti Cara Saya

Bandara Hang Nadim Batam.

GUYS… Sudah mau Lebaran ni ya! Kamu mudik gak Lebaran nanti? Kalau saya dan keluarga Insyaallah mudik sih.

Tujuan mudiknya ke kampung saya terlebih dahulu di Tebing Tinggi, Sumut. Jadi dari Batam, saya akan naik pesawat tujuan Bandara Kualanamu, kemudian naik mobil sekitar dua jam ke kampung halaman.
Di Tebing Tinggi, sekitar sepekan, lalu berlanjut ke kampung suami tercinta di Dumai. Setelah itu baru balik lagi ke Batam.
Pola pulang kampung seperti ini kerap kami lakukan setiap tahun. Jika dilihat dari rute perjalanan, pola mudik saya itu circle.
Dari Batam ke Kualanamu naik pesawat. Kemudian sambung mobil ke Tebing Tinggi menjenguk keluarga saya di sana.
Setelah Lebaran di Tebing Tinggi, kami lanjutkan mudik ke Dumai dengan naik bus malam sekitar 10 jam. Di sini, pastinya kami menemui keluarga dari suami saya.
Lepas dari Dumai, kami balik lagi ke Batam dari jalur laut menggunakan kapal feri. Lama perjalanan sekitar delapan jam.
Mudik kami seru ya, dari udara, darat, dan laut dijalani semua.
Bukan hanya seru, tapi kebayangkan berapa besar biaya trasportasi yang harus kami keluarkan untuk empat orang (saya, suami, dan duo crucils yang tarifnya sudah dihitung sama dengan dewasa).
Supaya hemat, tentu saja harus cermat dalam mencari tiket yang murah dengan moda yang nyaman.
1. Rencanakan dengan Matang
Perjalanan tanpa rencana matang hasilnya menguras kantong. Kalau hanya pergi seorang diri, mungkin tidak terasa, tapi kalau sudah berempat, ehm sangat terkuras rasanya.
Maka, rencanakan pulang kampung alias mudik setidaknya enam bulan sebelum hari H. Bagi pekerja seperti saya, tentu saja jadwal cuti sudah tertera kapan bisa diambil. Saya sendiri sudah merancang mudik setiap tahunnya setidaknya enam bulan sebelum keberangkatan. Karena Lebaran tahun ini bulan Juni, dari mulai December-Januari saya sudah merancangnya.
2. Cari Tiket Promo
Sambil merancang, searching juga tiket-tiket pesawat promo keberangkatan. Saya memilih tiket pesawat Citilink. Kalau bus dan kapal, biasanya bisa on the spot. Jika kita cari tiket jauh-jauh hari, tentunya harga masih banyak promo, meskipun kita berangkat di peak season H-2 atau H-1 Lebaran. Saya sendiri, Januari lalu masih bisa mendapatkan harga Rp 2,2 juta tujuan Batam-Medan untuk berempat dengan maskapai CitiLink.
Bayangkan, jika saya memesan tiket di saat Ramadan, harga tiket satu orang paling murah sudah Rp 1,2 juta, naik dua kali lipat lebih.
Pengecekan harga tiket sekarang tidak harus pergi ke travel agent atau ke kantor maskapai, tetapi semuanya bisa dilakukan secara online dimana saja, termasuk dari handphone kamu.
3. Langsung Bayar
Memesan tiket jauh-jauh bulan (bukan hari lagi), memang ada gak enaknya karena harus bayar di saat itu juga. Mungkin, ketika itu belum ada duitnya ya, tapi bagi saya akan saya usahakan semaksimal mungkin.
Kalau tidak bisa cash ya saya pakai kartu kredit. Bunganya pun tidak terlalu besar, apalagi jika langsung kita lunasi bulan berikutnya.
So, guys… Jika ingin tetap bisa hemat saat mudik, tips saya ini bisa diterapkan ya!
Satu pesan saya, saat kita beli tiket jauh-jauh bulan sebelum Lebaran, hilangkan pikiran negatif, terutama soal “panjang umur”.
“Iya kalau nanti sehat, iya kalau nanti waktunya cocok, iya nanti kalau berumur panjang, DLL… DLL”.
Yakinlah apapun yang ada di dunia ini hanya bisa berencana, yang menentukan tetap Allah SWT. Beli tiket sejam sebelum berangkatpun tidak jaminan kita tetap hidup sehat. Semoga Allah memberikahi setiap langkah kita. Amin!
Selamat MUDIK Keluarga Indonesia.