• Home »
  • Bisnis »
  • Lima Info Dasar yang Patut Dipahami Agar Blog Kita Menghasilkan Uang

Lima Info Dasar yang Patut Dipahami Agar Blog Kita Menghasilkan Uang

Tampilan laman menixnews.com

PERGAULAN dunia maya para Moms zaman now, rasanya memang makin canggih saja.

Biar gak kudet (kurang update), para Moms kudu mengikuti sederet tren di dunia maya.

Tidak sekadar punya akun media sosial (Medsos) tetapi lebih dari itu, para Moms kudu memiliki rumah informasi sendiri yang namanya blog.

Di sanalah, Moms bisa menuliskan segala pengalaman dan berbagi pengetahun sekaligus menunjukkan eksistensi diri melalui tulisan, foto, dan video.

Saya sendiri punya sejumlah alasan mengapa suka ngeblog. Intinya saya ingin berbagi pengalaman serta pengetahuan karena bagi saya berbagi pengalaman yang berguna adalah bagian ibadah.

Tentang alasan saya ngeblog, selengkapnya bisa dibaca di sini:

Kenapa Saya Suka Menulis? Karena Saya Pelupa

Awalnya ngeblog memang untuk kepentingan idealisme pribadi, namun ternyata dunia blogging begitu menarik hati apalagi dengan semakin banyak e-commerce yang memberi peluang para blogger untuk menjadi bagian dari marketing mereka.

Alhasil, selain alasan idealisme, ngeblog juga mendatangkan keuntungan ekonomi yang lebih dari cukup untuk kebutuhan tambahan entertainment bulanan.

Di tulisan ini, saya ingin berbagi info-info dasar bagi para blogger pemula agar blog yang digarap menghasilkan pemasukan ke rekening bank kita.

1. Blog Subdomain dan Top Level Domain

Ada dua macam blog yang secara umum dikenal yakni subdomain dan Top Level Domain (TLD).

Subdomain adalah blog yang alamatnya berada di bawah domain bawaan dari platform blog yang digunakan.

Misalnya www.menixnews.WordPress.com (subdomain WordPress) dan www.batammenix.blogspot.com (subdomain blogspot).

Blog subdomain ini sangat mudah dibuat dan tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Yang diperlukan hanya aktif mengisi kontennya saja.

Sedangkan top level domain (TLD) adalah domain yang kita miliki sendiri dengan akhiran .com, .net, .co.id, .org, .biz, dan .xyz.

Contoh TLD adalah alamat blog saya ini www.menixnews.com

Untuk membuat blog TLD, tentu saja tidak gratis karena harus membayar domain dan hosting yang besarnya variatif, kisaran ratusan ribu setahun.

2. TLD Lebih Dilirik

Memiliki blog subdomain memang bisa dikatakan tanpa modal, namun untuk menghasilkan uang, blog jenis ini kurang dilirik.

Pengalaman saya memiliki blog subdomain dan TLD, ketika mengajukan kerjasama, blog TLD jauh lebih dilirik ketimbang yang blog gratisan (subdomain).

Untuk membuat blog TLD, ada banyak situs yang menjual domain dan hosting. Satu di antara yang bisa Anda pilih adalah niagahoster.

Informasi lebih jelas tentang niagahoster bisa dibaca review berikut ini :

Hosting Indonesia Berkualitas, Harga Terjangkau dan Keunggulannya

3. Jenis Kerjasama

Dalam dunia blog, ada sejumlah kerjasama yang bisa dijalin dengan pihak e-commerce yang menghasilkan tambahan pendapatakan.

Yang sering saya dapatkan setidaknya ada empat macam yakni:

  • Article Placement

Artichel pacement adalah penempatan artikel yang sudah disiapkan pihak e-commerce untuk dipasang di blog kita.

Biasanya artikel tersebut sudah dilengkapi dengan back link menuju web yang dikehendaki.

Tugas kita hanya mengunggah artikel tersebut disertai foto yang sesuai di blog kita.

Biasanya, pemilik blog diberi kebebasan mengedit judul dan isi sesuai gaya blog masing-masing asalkan tidak mengurangi maksud dari artikel tersebut.

Contoh tulisannya seperti ini :

Tips Cermat Manfaatkan Voucher Belanja Online Secara Bijak

  • Sponsored Article

Sponsored article yakni artikel yang kita tulis sendiri tentang apa saja, kemudian pihak e-commerce menitipkan satu atau dua back link dalam tulisan kita.

Biasanya, kita harus merangkai bagian tertentu dalam artikel yang kita tulis agar bisa dipautkan ke back-link e-commerce.

Contoh tulisannya seperti ini :

Drama Kehilangan HP di Roma dan Cara Saya Mendapatkannya Lagi

  • Product Review

Review produk yakni tulisan yang kita hasilkan dan kita posting tentang hasil review kita terhadap sebuah produk.

Produk dimaksud tidak harus dalam bentuk barang, tetapi bisa jasa atau web site tertentu.

Contoh tulisannya seperti ini :

Inilah Benefit Utama Belanja Online di ShopBack Saat Harbolnas

  • Off Line Event

Selain ketiga cara di atas, para blogger juga bisa mendapatkan penghasilan dari even-even offline alias undangan menghadiri acara-acara.

Misalnya, undangan icip-icip masakan restoran yang baru buka.

Tentu saja pihak pengundang tidak sekadar menginginkan blogger datang, tetapi juga harus membuat review produknya di blog masing-masing.

Contoh tulisannya seperti ini :

Roti Tawar Kekinian La Pariz Bakery yang Anti-Mainstream : Warna-Warninya Sesuai Hati Kamu!

Untuk tarif dari empat jenis bentuk kerjasama tersebut memang sangat bervariasi tergantung dari kualitas tulisan dan kualitas blog masing-masing, bisa ratusan ribu sampai jutaan rupiah.

4. DA/PA Sangat Berpengaruh

Berapakah sebenarnya tarif atau red card sebuah blog?

Jawabannya sangat variatif, sebagaimana saya sampaikan sebelumnya.

Tapi, untuk menghargai hasil kerja blogger setidaknya ada indikator objektif yang biasanya digunakan di antaranya :

1. DA/PA yakni domain authority dan page authority. Semakin tinggi DA/PA semakin tinggi juga tarif blog nya.

2. Traffic atau page view. Traffic atau page view adalah jumlah kunjungan orang ke blog kita. Untuk mengukurnya biasa menggunakan google analytic (GA) atau bisa pula dari statistik di dashbor masing-masing blog.

3. Alexa rank. Meskipun sekarang sudah jarang menjadi indikator penilaian blog, beberapa e-commerce masih meminta syarat Alexa rank.

Alexa rank adalah ranking global blog kita di kancah internasional maupun di dalam negeri. Semakin kecil Alexa ranknya tentu saja semakin bagus.

5. Konsisten Mengisi Konten

Apapun yang ingin dicapai dari blog, satu hal yang harus dijaga adalah konsisten dalam mengisi konten blog.

Untuk menjadikan blog kita sebagai blog berkualitas dengan DA/PA dan page view tinggi serta Alexa rank yang kecil, kita kudu merawat blog dengan terus konsisten mengisi blog tersebut.

Pengiaian blog tidak harus setiap hari (kalau bisa setiap hari justru lebih bagus) tapi setidaknya satu minggu sekali mem-posting satu konten di blog tersebut.

Jangan biarkan blog menjadi sarang laba-laba karena pihak yang ingin menjalin kerjasama pasti melihat keaktifan blog tersebut.

Nah, para Moms itulah sekelumit tips agar blog bisa menghasilkan uang. Sebenarnya masih banyak tips-tips lain yang perlu disampaikan, tapi akan saya sampaikan dalam ulasan lainnya. (sri murni)