Menikmati Sejuknya Istana Air Tamansari, Tempat Mandi Para Selir Kesultanan Yogyakarta

YOGYAKARTA, kota kental budaya sekaligus surganya tempat wisata bersejarah yang dilengkapi dengan kuliner khas setempat. Sebut saja Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Istana Air Tamansari.

Di antara ketiga situs bersejarah tersebut Candi Borobudur dan Candi Prambanan sudah dikenal oleh dunia internasional. Sedangkan Istana Air Tamansari baru terkenal di kalangan nasional. Kamu sendiri apakah sudah pernah mengunjungi Istana Air Tamansari? Jika belum, yuk simak reviewnya berikut ini!

Istana Air Tamansari berada di Jalan Taman, Kraton, Yogyakarta. Lokasinya yang dekat dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini memungkinkan kamu untuk mengunjunginya dengan berjalan kaki selama 15 menit dari alun-alun utara keraton.

Jika kamu berencana menggunakan jasa kereta api untuk mengunjungi Yogyakarta, sesampainya di Stasiun Kereta Api Yogyakarta pada pagi hari kamu bisa langsung menuju ke Istana Air Tamansari ini. Untuk menyesuaikan jadwal kedatangan kereta api dan kunjungan ke Istana Air Tamansari, kamu bisa cek dan pesan tiket kereta api di halaman situs Traveloka.

Sumber: wordltravels.wordpress.com

Istana Air Tamansari pada jaman dahulu digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga kerajaan dan benteng pertahanan yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758-1765. Sebelum ramai dengan pemukiman penduduk, Istana Air Tamansari memiliki luas 10 hektar dengan 57 bangunan yang terbagi atas 4 kompleks berikut.

Bagian Pertama

Bagian utama dari Istana Air Tamansari ini memiliki danau buatan untuk memelihara ikan dan berekreasi Sultan dan keluarga. Di tengah danau tersebut ada pulau buatan bernama Pulo Kenongo yang memiliki bangunan berlantai dua, Gedhong Kenongo. Untuk tiba di Pulo Kenongo, ada 2 cara yaitu menggunakan perahu atau berjalan di terowongan bawah air. Sayangnya danau ini sudah berubah fungsi menjadi pemukiman penduduk.

Di sebelah selatan Pulo Kenongo terdapat sebuah pulau buatan yang diberi nama Pulo Cemethi. Di sana terdapat bangunan berlantai dua yang sering digunakan Sultan untuk bermeditasi. Bangunan tersebut diberi nama Sumur Gumantung karena memiliki sumur yang menggantung di atas permukaan tanah.

Bagian Kedua

Bagian kedua ini bisa dibilang area yang paling utuh dibandingkan dengan bagian lainnya. Bagian inilah yang menjadi atraksi bagi wisatawan. Di sini terdapat Gedhong Gapura Hageng yang merupakan gerbang utama taman raja. Gerbangnya dihiasi relief burung dan bunga. Atraksi utama di bagian ini adalah Umbul Binangun atau Umbul Pasiraman yang dibatasi oleh Gedhong Lopak-lopak sebagai gerbangnya. Umbul Pasiraman adalah kolam pemandian bagi Sultan, permaisuri, selir, dan putri raja.

Pada jaman dulu, Sultan akan berada di menara kemudian menyaksikan para selir dan putri raja yang sedang mandi di kolam tersebut. Perempuan yang mengesankan Sultan, kemudian akan dipanggil untuk naik ke menara tersebut. Karena ini adalah kolam pemandian, maka laki-laki selain Sultan dilarang keras untuk memasuki area ini.

Bagian Ketiga

Bagian Istana Air Tamansari ini tidak memiliki banyak sisa bangunan yang dapat dinikmati wisatawan. Namun berdasarkan ahli sejarah, bagian ini tadinya adalah Kompleks Pasarean Dalem Ledok Sari dan Kompleks Kolam Garjitawati yang dikelilingi kebun.

Kompleks Pasarean Dalem Ledok Sari sendiri konon adalah tempat peraduan Sultan dan Permaisurinya. Di bangunan ini juga terdapat ruang penjahit, ruang penyimpanan barang, dan 2 kolam untuk para pelayan.

Bagian Keempat

Bagian terakhir dari Istana Air Tamansari ini hanya menyisakan bekas jembatan gantung dan sisa dermaga. Di sini tadinya terdapat sebuah danau buatan yang memiliki kanal besar untuk menghubungkan danau  buatan yang ada di bagian pertama.

Sisa dermaga yang ada konon digunakan oleh Sultan untuk masuk ke area Istana Air Tamansari menggunakan perahu. Di sebelah selatan kanal tadinya ada kebun, sayangnya kebun tersebut telah berubah menjadi pemukiman penduduk yang kini dikenal sebagai Kampung Ngadisuryan.

Bagi kamu yang tertarik mengelilingi Istana Air Tamansari ini sambil mendengarkan sejarahnya, silahkan ssewa jasa pemandu wisata setempat dengan upah sukarela.

Tiket masuk Istana Air Tamansari sendiri hanya seharga IDR 5.000 untuk wisatawan lokal dan IDR 12.000 untuk wisatawan mancanegara. Jika membawa kamera, kamu akan dikenai biaya tambahan sebesar IDR 2.000. Istana Air Tamansari ini dibuka buka mulai dari jam 08.00 hingga 14.00. (*)