• Home »
  • Inspirations »
  • Menikmati Transportasi Umum di Negeri Paling Makmur di Dunia, Norwegia. Senyaman Apakah?

Menikmati Transportasi Umum di Negeri Paling Makmur di Dunia, Norwegia. Senyaman Apakah?

Pose bareng teman-teman dengan latar belakang pemain musik tradisional Norwegia.

Pose bareng teman-teman dengan latar belakang pemain musik tradisional Norwegia.

NORWEGIA selama ini memang terkenal sebagai negeri paling makmur se-dunia (tahun 2016 turun menjadi peringkat kedua setelah Selandia Baru, berdasarkan survei Legatum Institute, London). Norwegia adalah negara Nordik di Semenanjung Skandinavia yang berbatasan dengan Rusia, Swedia, Finlandia, dan Denmark.
Lantas bagaimanakah rasanya menikmati transportasi di negeri paling makmur itu?
Saya punya pengalaman enam bulan tinggal di sana dan tulisan ini menceritakan khusus pengalaman menggunakan transportasi umum di negeri bernama lengkap Kongeriket Norge (Noreg).Saya mulai tinggal disana pada Agustus 2011 sampai Januari 2012.
Data yang saya sampaikan pada tulisan ini sudah di-update berdasarkan wawancara saya dengan teman yang akrab disapa Ibu Tirta yang masih tinggal di Oslo sampai sekarang.

Pusat Kota Oslo

Pusat Kota Oslo

Peta wisata Oslo

Peta wisata Oslo

Ada empat jenis transportasi umum di Oslo yakni kereta api cepat, bus, monorel, dan kapal. Jenis transportasi ini disesuaikan dekan geografi wilayah Oslo yang terdiri dari daratan dan perairan.

1. Kereta Api Bernama T-Bane Metro

Kereta api cepat atau biasa dikenal dengan mass rapid transit (MRT) memang sudah menjadi satu di antara ciri-ciri transportasi massal di negara-negara maju, termasuk sejumlah negara di Eropa. (Di Indonesia MRT juga sedang dalam progress ya. Semoga cepat kelar walaupun berhadapan dengan sejumlah pro dan kontra).
Di Norwegia, khususnya di ibukotanya, Oslo, kereta api cepat tersebut dikenal dengan nama T-Bane. Di negara-negara Eropa lainnya kereta api cepat dikenal dengan nama Metro. Jika kebanyakan MRT, seperti di Singapura, mayoritas lintasannya berada di bawah tanah, nah lintasan T-Bane ini mayoritas berada di atas tanah. Arti T-Bane (bahasa Norwegia) itu sendiri adalah subway atau underground alias bawah tanah.
Bagi saya, menikmati MRT di atas tanah tentu saja enak ketimbang di bawah tanah. Sebab, sepanjang perjalanan kita tetap disuguhkan pemandangan alam, perumahan, suasana perkotaan, perkampungan, dan banyak lagi.

Foto bersama teman-teman mahasiswa Indonesia yang ada di Oslo di pintu masuk T-Bane.

Foto bersama teman-teman mahasiswa Indonesia yang ada di Oslo di pintu masuk T-Bane.

T-Bane ini menjadi transportasi paling utama di kota Oslo yang beroperasi mulai pukul 05.34 sampai 00.30 waktu setempat. Ada lima penjuru rute yang tersedia dan setiap rute dibedakan dengan warna yakni ungu, hijau, biru, dongker, dan orange.
Linjekart for T-banen gjeldende fra 3. april 2015
Bagi pendatang atau wisatawan yang hanya beberapa hari berada di Oslo, bisa menggunakan transportasi ini dengan membeli tiket di mesin tiket yang tersedia di setiap stasiun. Mesin tiket itu biasanya terletak di dekat pintu ruang tunggu kereta. Jika bingung, kita bisa bertanya kepada petugas yang berjaga di stasiun.
Maklum saja, bahasa utama di sini adalah Norwegia atau Norks. Dan mata uangnya adalah Krone Norwegia, biasa disingkat NOK, NK atau KR. Di sini tidak menggunakan mata uang Euro walaupun Norwegia masuk menjadi anggota Uni Eropa dan menggunakan passport Schengen (paspor bersama untuk memasuki negara-negara anggota Uni Eropa).
Ada dua pilihan untuk tiket single yakni untuk dewasa dan anak-anak. Untuk dewasa tiket single berlaku satu jam harganya 33 NOK (Rp49.500), 24 jam 90 NOK (Rp135.000) dan satu minggu 250 NOK (Rp375.000).Sementara tarif anak-anak dapat diskon 50 persen yakni harga tiket berlaku satu jam menjadi 17 NOK (Rp 25.500), 24 jam 45 NOK (Rp 67.500), dan satu pekan 125 NOK (Rp187.500). Nilai tukar yang digunakan dalam tulisan ini adalah Rp 1.500 per NOK.
Sistem tiket di sini adalah satu untuk semua. Maksudnya satu tiket bisa untuk semua jenis transportasi umum, baik bus, T-Bane, monorail, dan kapal.
Bagi yang ingin tinggal lama di Oslo, seperti saya dulu, baiknya membeli kartu berlangganan dengan masa berlaku satu bulan, dua bulan, atau satu tahun sekaligus. Kartu ini pastinya lebih murah dibandingkan harus beli tiket single. Lagipula kartu bulanan untuk transportasi umum ini bisa digunakan untuk semua jenis transportasi yang tersedia.
Di masa saya tinggal di sana, tarif bulanan untuk mahasiswa 380 NOK atau sekitar Rp 570 ribu. Namun sekarang tarif mahasiswa sudah naik menjadi 425 NOK (Rp637.500) sebulan, 754 NOK (Rp1.310.000) untuk dua bulan, dan 1083 NOK (Rp1.624.500) untuk setahun.
Tarif mahasiswa ini juga dibatasi umum tidak lebih dari 30 tahun. Dengan kata lain, meskipun status masih mahasiswa tetapi jika usia sudah lebih dari 30 tahun harus membeli tiket dengan tarif normal yakni 708 NOK (Rp1.062.000) sebulan, 1256 NOK (Rp1.884.000) dua bulan, dan 1084 NOK (Rp1.626.000) setahun.

Tarif tiket transportasi berlangganan yang berlaku 2017.

Tarif tiket transportasi berlangganan yang berlaku 2017.

Interior T-Bane ini hampir sama dengan MRT kebanyakan yakni kursi berjajar menghadap ke depan, kemudian ada banyak pegangan tangan yang menggantung di bagian tengah kereta. Selama naik T-Bane, penumpang dilarang makan dan minum.

Berpoto bersama teman-teman di Oslo di dalam T-Bane.

Berpoto bersama teman-teman di Oslo di dalam T-Bane.

Penumpang dibolehkan membawa binatang peliharaan dan sepeda dengan syarat mereka dibelikan tiket sendiri. Tiket untuk hewan dan sepeda, akan saya bahas tersendiri di tulisan selanjutnya.
Kereta cepat juga melayani rute khusus dari Pusat Kota Oslo (Sentrum) ke Bandara Internasional utama yakni Oslo Airport Gardermoen yang berjarak 47 km dari Oslo dan Bandara Torp Sandefjord Airport (TRF) yang berjarak sekitar 110 km dari Oslo.
Untuk tarif, kereta cepat ke Oslo Airport Gardermoen 93 NOK atau sekitar Rp 139.500 dengan jarak tempuh 23 menit. Sementara ke TRF, tarifnya 273 NOK atau sekitar Rp 409.500 dengan jarak tempuh 1 jam 45 menit.

Kereta api cepat khusus ke Bandara di Oslo.

Kereta api cepat khusus ke Bandara di Oslo.

Model kereta api cepat rute bandara ini berbeda dengan T-Bane rute dalam kota. Di setiap stasiun kereta tersedia jadwal keberangkatan dan kedatangan yang jarang meleset alias on time.

2. Bus Umum Berkapasitas Besar

Papan jadwal degital yang memuat waktu tiba dan berangkat semua transportasi dalam kota Oslo baik T-Bane, bus, dan monorail.

Papan jadwal degital yang memuat waktu tiba dan berangkat semua transportasi dalam kota Oslo baik T-Bane, bus, dan monorail.

Bus umum, merupakan nadi kedua transportasi di Oslo selain T-Bane. Rute bus memang lebih luas ketimbang T-Bane, tapi rata-rata rute yang dilalui T-Bane pasti dilalui juga oleh bus. Jadi, secara umum, jika hendak ke suatu daerah, warga bisa memilih antara bus atau T-Bane.

Bus umum yang ada di Oslo.

Bus umum yang ada di Oslo.

Kalau saya lebih memilih T-Bane karena lebih cepat dan langsung to the point stop. Sementara bus, biasanya banyak mutar-mutar. Namun, untuk daerah-daerah tertentu memang ada yang hanya bisa dicapai dengan menumpang bus.
Soal tiket, sama dengan T-Bane. Jika kita memiliki tiket berlangganan, maka bisa dipakai untuk semua jenis transportasi.
Interior bus ini, hampir sama dengan bus-bus umum lainnya di banyak negara. Tempat duduknya, mayoritas menghadap ke depan, dan ada beberapa kursi yang menghadap ke samping. Kursi ini removable, dalam artian bisa dilipat sehingga bisa digunakan bagi para difabel atau penyandang cacat, pemakai kursi roda, hewan peliharaan, ataupun sepeda.

Bus umum yang ada di Oslo.

Bus umum yang ada di Oslo.

Pintu masuk ke dalam bus tersebut juga dibagi dua yakni untuk orang sehat dengan beberapa anak tangga, sementara untuk difabel ada pintu (biasanya bagian belakang) yang tidak bertangga sehingga memudahkan para pengguna kursi roda untuk naik.
Nah keistimewaan bus ini, bodinya bisa naik dan turun. Saat menaikkan dan menurunkan penumpang, busnya direndahkan (diturunkan), sementara saat akan jalan, bodi busnya meninggi atau dinaikkan. (semoga mengerti ya dengan maksud saya ini. Hehehe).
Selama kuliah di sana, karena saya tinggal di suburb alias daerah pinggiran, T-Bane dan bus menjadi transportasi utama saya setiap pagi dan sore. Bus dan T-Bane bermuara di satu terminal pusat yang disebut Sentrum alias Central Station.

Halte bus dan monorail di Sentrum, Oslo.

Halte bus dan monorail di Sentrum, Oslo.

Khusus untuk transportasi yang jauh dan ke luar Kota Oslo, misalnya ke Bandara Moss atau Rygge harus menggunakan bus. Dari kota Oslo, bandara ini jaraknya sekitar 60 km. Bandara ini melayani penerbangan beberapa pesawat komersil bertarif murah seperti Ryan Air ke kota-kota lain di Eropa.
Namun, sejak Oktober 2016, Bandara Rygge ini sudah ditutup dan penerbangan semua dialihkan ke Torp dan Gardemon.

3. Monorail untuk Pusat Kota dan Tempat Wisata

Monorail di Oslo.

Monorail di Oslo.

Bagi pelancong yang berkunjung ke Oslo, transportasi monorail jangan sampai dilewatkan. Monorail ini memiliki rute paling pendek dibandingkan T-Bane dan bus. Bisa dikatakan monorail ini lebih dikhususnya untuk rute-rute dalam kota yang melewati tempat-tempat wisata utama. Jadi jika tujuannya ke tempat-tempat wisata, pilihan transportasinya memang monorail.

Monorail di Oslo.

Monorail di Oslo.

Untuk tarif, berlaku sama dengan bus atau T-Bane. Bagi pemegang kartu berlangganan, pastinya tinggal naik dan duduk manis saja.

4. Boat alias Kapal Penyeberangan

Peta Oslo

Peta Oslo

Seperti yang saya sampaikan di atas dan bisa dilihat dari peta, Oslo terdiri dari daratan dan lautan. Nah, selain transportasi darat, pastinya juga tersedia transportasi laut berupa kapal atau boat untuk menyeberang dari daratan satu ke daratan lain yang dipisahkan oleh teluk. Sebenarnya daratan itu berada di pulau yang sama, namun ada beberapa wilayah yang dipisahkan oleh teluk sehingga akan lebih dekat ditempuh dengan kapal ketimbang bus atau T-Bane. Misalnya dari Sentrum ke Viking Museum, akan lebih dekat jika naik kapal ketimbang bus.

Di Pelabuhan Oslo.

Di Pelabuhan Oslo.

Hanya saja, kapal ini tidak beroperasi di saat memasuki musim dingin yang bisa berlangsung sekitar Oktober sampai Maret. Tiket kapal bisa dibeli di dalam kapal saat pemeriksaan oleh petugas atau di koter di pelabuhan. Bagi pemegang kartu langganan, lagi-lagi tinggal duduk manis saja.

Tulisan saya tentang transportasi di negeri termakmur di dunia akan berlanjut dan nantinya bakal membahas kewajiban binatang peliharaan dan sepeda untuk memiliki tiket transportasi. Tulisan selanjutnya juga bakal memaparkan denda yang dikenakan kepada penumpang yang tidak memiliki tiket. Besaran dendanya BIKIN MERINGIS! (sri murni)

Tulisan ini juga sudah dapat dibaca pada portal tribun batam.