Minyak Telon Quufy Pas Banget untuk Traveling Bareng si Kecil

SAAT akan memiliki momongan, apalagi sudah mendekati HPL (hari perkiraan lahir), segala persiapan kudu dilakukan.

Pernak-pernik kebutuhan bayi memang banyak sekali. Jika dibikin daftarnya, bisa sampai puluhan, mulai dari barang yang besar-besar seperti tempat tidur dan kasur bayi (baby box), stroller, ayunan, gendongan, kain panjang, selimut, baju-baju, sampai pada hal-hal yang kecil.

Hal-hal kecil itu di antaranya sisir, bedak, sabun, sampo, termasuk jenis minyak yang diperlukan.

Begitu juga dengan saya. Saat si sulung akan lahir, segala perlengkapan sudah ready di tempatnya.

Apalagi untuk anak pertama, ada rasa everything must be perfect karena khawatir kalau ada yang kurang bakal ngaruh ke baby-nya.

Perlengkapan yang cukup complected tidak hanya ketika mereka sudah lahir, tetapi juga saat si baby sudah siap untuk diajak jalan-jalan alias traveling. 

Mengajak baby goes out memang bukan perkara mudah tapi juga tidak begitu sulit jika kita menyiapkan segala sesuatunya dengan matang dan baik.

Nah, bicara soal perlengkapan bayi baik saat lahiran maupun saat hendak diajak traveling, ada satu benda yang jangan sampai tidak ada yakni minyak bayi.

Setidaknya ada tiga jenis minyak bayi yang selalu disipakan para Moms, sebagai bagian dari perlengkapan si kecil dimanapun dan kapanpun yakni minyak telon, kayu putih, dan baby oil.

Ketiga minyak ini, biasanya selalu standby di tas saya maupun di tas perlengkapan si kecil agar tidak alpa saat hendak keluar rumah.

Tiga jenis minyak itu pun, dipakai tidak hanya saat si kecil masih bayi tetapi sampai balita.

Fungsi utama minyak-minyak tersebut adalah untuk menjaga kehangatan tubuh bayi dan menjaga kelembutan kulit anak.

Namun, sebelum menggunakan minyak bayi, para Moms kudu mengerti kandungan dan fungsi dari masing-masing minyak agar tidak salah mengaplikasikannya.

Apalagi jika ternyata kulit anak kita sensitif atau alergi terhadap zat-zat tertentu, para Moms tentu saja harus ekstra cermat dalam penggunaan minyak tersebut.

Satu hal lagi yang sangat penting adalah, saat ini sering beredar minyak bayi yang tidak asli alias palsu sehingga para Moms harus benar-benar teliti sebelum membeli.

Agar tidak mendapatkan produk palsu, ada beberapa hal yang perlu diperhatiakan:

1. Belilah di apotek atau toko obat yang terjamin kualitasnya dan sudah terverifikasi serta memiliki izin dari instansi terkait. Kita bisa beli online di online shop terpercaya.

2. Teliti produk yang dibeli, seperti kemasan yang masih tersegel, cek tanggal kadaluarsa, dan sertifikasi dari Badan POM.

3. Belilah produk yang harganya wajar dan jangan tergiur dengan produk yang harganya jauh lebih murah dari yang seharusnya karena bisa jadi itu produk palsu.

Nah, setelah memastikan produk yang digunakan asli, para Moms kudu tahu kandungan dan fungsi dari minyak bayi ya!

Di sini saya share tentang ketiga minyak tersebut.

1. Minyak kayu putih 

Minyak kayu putih ini memang produk minyak bayi paling lama ketimbang minyak telon dan baby oil.

Sesuai dengan namanya, minyak kayu putih dibuat dari ekstrak daun kayu putih. Kayu putih sendiri merupakan pohon yang masuk dalam keluarga jambu-jambuan (Myrtaceae) dan genus Melaleuca.

Sudah sejak lama, daun kering kayu putih digunakan sebagai obat-obatan yang dikombinasikan dengan bahan lain.

Di antaranya, dijadikan lotion antiseptik yang berfungsi untuk mengobati nyeri sendi atau rematik. Aslinya, minyak kayu putih ini memiliki efek panas pada kulit jika dioleskan.

Namun, karena penggunaannya untuk bayi, tentu saja sudah dicampurkan bahan lain agar tingkat kehangatan minyak tersebut sesuai dengan kulit bayi yang masih sangat lembut.

Minyak kayu putih memiliki bau yang sangat khas dan kuat layaknya camphoraceous.

Untuk penggunaannya pada bayi, minyak kayu putih berkhasiat menjaga kehangatan pada tubuh bayi, meredakan keluhan perut, membantu meredakan gejala demam, pilek, dan sesak nafas.

Saat pengguaannya, Moms memang harus melihat reaksi kulit dan tubuh anak secara keseluruhan apakah mengalami alergi atau tidak.

Disarankan penggunaannya adalah dengan mengoleskan sekitar perut, dada, dan punggung.

Jangan sesekali mengoleskannya pada wajah, tangan, bibir dan alat kelamin.

2. Minyak telon

Berbeda dengan minyak kayu putih yang terbuat dari ekstrak daun pohon kayu putih, minyak telon ini terbuat dari tiga bahan campuran. Tiga bahan ini juga sebagai asal muasal nama telon.

Nama telon sendiri diambil dari bahasa Jawa “telu” yang berarti tiga, sesuai dengan tiga bahan campuran utamanya yakni minyak adas, minyak kayu putih, dan minyak kelapa.

Jadi tidak mengherankan jika aroma minyak telon ini punya kekhasan tersendiri dan berbeda dari minyak lainnya.

Masing-masing campuran minyak tersebut memiliki fungsi sendiri-sendiri.

Misalnya, minyak adas yang terbuat dari sari daun adas, memiliki manfaat untuk mengatasi perut kembung.

Sementara minyak kayu putih berkhasiat untuk mengurangi rasa pegal ataupun kecapean dan memberi kehangatan pada tubuh.

Dan, minyak kelapa berfungsi sebagai pelembut. Jika pada dasarnya minyak adas dan minyak kayu putih ini digunakan oleh orang dewasa untuk mengurangi rasa nyeri karena memiliki tingkat kehangatan yang tinggi, maka untuk bayi dan anak-anak diberikan campuran minyak kelapa agar terasa lembut dan tidak terlalu panas di kulit.

Saat ini beberapa produk minyak telon juga sudah dilengkapi dengan minyak sereh yang berfungsi untuk mencegah si kecil terkena gigitan nyamuk.

Ada pula produk minyak telon yang sudah dimodifikasi menjadi parfum aromaterapi yang penggunaannya tidak dioleskan melainkan diseptrotkan.

Produk tersebut adalah Quufy minyak telon. Karena sudah diolah menjadi parfum aromaterapi, aroma minyak telon Quufy memang berbeda dari minyak telon kebanyakan.

Fungsi utamanya tidak hanya sebagai penghangat tubuh si kecil, tetapi sekaligus memberikan wangi yang segar sepanjang hari kepada buah hati.

Bahan pembuat Quufy sama dengan minyak telon pada umumnya, ditambah dengan minyak anis, cajuput dan minyak kelapa (VCO) sebagai pelarut.

Aroma Quufy ini juga mengandung percampuran green tea yang membuat wanginya lebih menyegarkan.

Meskipun dimodifikasi menjadi parfum, Quufy tidak mengandung alkohol sehingga tetap aman untuk si kecil.

Aromaterapi pada Quufy juga bermanfaat untuk mengurangi kecemasan pada si kecil dan menjaganya agar tetap merasa tenang.

Jika anak-anak cemas, biasanya mereka akan bereaksi rewel, sulit tidur, atau saat tidur tidak merasa nyenyak dan gelisah.

Kemasan Quufy ini sangat praktis dan sangat cocok dibawa kemana-mana termasuk ketika sedang traveling. Si kecil akan tetap tercium wangi dan segar setiap saat.

Untuk penggunaan minyak telon ini, termasuk Quufy, sama dengan minyak bayi pada umumnya.

Yang paling penting, jauhkan dari jangkauan anak dan jangan mengenai mulut karena rasanya pahit dan jauhkan dari mata karena rasanya pedih.

3. Baby oil

Berbeda dengan dua minyak sebelumnya yang memiliki aroba khas, baby oil justru tidak berbau dan tidak bewarna alias jernih.

Kandungan utama baby oil ini adalah mineral oil yang berasal dari petroleum yang memang tanpa warna dan bau jadi aman untuk kulit.

Selain itu, ditambah ekstrak lidah buaya yang berfungsi untuk menghaluskan dan melembutkan kulit.

Di dalam baby oil, juga mengandung vitamin A untuk menjaga kelembaban kulit dan mencegah kulit kering.

Ada pula minyak tambahan lainnya seperti minyak kelapa, minyak zaitun atau minyak jojoba.

Jadi, fungsi umum baby oil adalah untuk menjaga kelembutan kulit si kecil dan mencegah kekeringan pada kulit serta mencegah iritasi.

Nah Moms, jangan pernah lupa ya untuk menyiapkan perlengkapan si kecil kapanpun dan dimanapun agar mereka tetap dalam keadaan sehat dan segar sepanjang hari. (sri murni)