• Home »
  • Bisnis »
  • My 2018 Resolution: Membangun Literasi Bersama Para Napi Wanita di Batam

My 2018 Resolution: Membangun Literasi Bersama Para Napi Wanita di Batam

DUNIA tulis menulis itu memang penuh tantangan dan ruangnya tak terbatas untuk berimajinasi dan berkreasi.
Kontribusinya begitu besar untuk memberikan ide, motivasi, bahkan solusi bagi banyak orang. Itu sebabnya, saya tidak pernah bosan dengan dunia yang satu ini.
Setiap tahun, meskipun secara perlahan, saya berusaha untuk meningkatkan kualitas penulisan sehingga lebih bermanfaat bagi banyak orang.
Setelah tahun lalu impian saya memiliki blog berdomain .com tercapai dan eksistensinya terus saya jaga sampai saat ini, tahun depan saya ingin menularkan budaya literasi ini kepada orang lain.
Hal ini memang sejalan dengan gerakan literasi nasional yang dicanangkan pemerintah Indonesia dan terus digalakkan di sekolah-sekolah.
Budaya literasi ini seyogyanya memang tidak hanya perlu digalakkan di sekolah, melainkan di setiap lini kehidupan dan yang paling penting adalah di dalam rumah tangga.
Apa sih literasi itu?
Istilah literasi ini memang mulai popular di Indonesia beberapa tahun terakhir.
Menurujuk pada etimologinya, literasi berasal dari bahasa Inggris literate yang berarti able to read and write (Oxford Dictionary, 2010) yang artinya bisa membaca dan menulis.
Artinya memang sangat sederhana yakni kemampuan untuk membaca dan menulis, dimana tujuannya adalah agar tidak ada lagi warga di bumi ini buta aksara.
Namun, lebih jauh, literasi memiliki pengertian yang tidak hanya sekadar bisa membaca dan menulis melainkan lebih kompleks.
Seperti pengertian yang diberikan oleh National Institute for Literacy,  dimana literasi didefenisikan sebagai “Kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.”
Literasi dalam arti kompleks juga mencakup kemampuan untuk menulis sebuah karya.
Nah, sebagai seorang blogger dan memiliki keterampilan menulis (meski tidak sempurna), menularkan kemampuan menulis karya inilah yang ingin saya lalukan sebagai wujud nyata ikut berpartisipasi aktif dalam gerakan literasi nasional.
Dan, hal ini menjadi resolusi saya di tahun 2018.
Target Utama
Secara teknis, saya sudah punya rancangan kegiaan guna mewujudkan resolusi 2018 saya; menularkan literasi kepada orang lain.
Target ‘virus literasi’ pertama yang ingin saya garap adalah para narapidana (Napi) wanita yang ada di  Lembaga Permasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Kota Batam.
Mengapa para Napi? Ini sejalan dengan program Batik Girl yang sudah digarap seorang teman baik saya, Mbak Lusy Kiroyan, sebagai pendiri Cinderella from Indonesia Foundation.
Batik Girl merupakan boneka Berbie khas Indonesia dimana semua boneka yang diproduksi berbusana batik.

Contoh boneka Batik Girl. Foto by Lusy Kiroyan.

Batik Girl ini diproduksi oleh para Napi wanita yang ada di Batam, Jakarta, dan Bali. Namun, pusat penjualan dan produksinya tetap berada di Batam.
Batik Girl adalah projek social entrepreneurship dimana hasil dari penjualan setiap boneka, dananya sebagian dikembalikan kepada para Napi sebagai upah pembuatan boneka, dan sebagian lagi untuk amal anak-anak penderita kanker, serta program bantuan kepada anak-anak jalanan.
Karena boneka-boneka ini dibuat oleh para Napi wanita, saya tertarik untuk menggarap sebuah karya tulis “Story Behind the Doll” bekerjasama dengan para Napi tersebut.
Sehingga, nantinya setiap boneka yang dihasilkan para Napi memiliki cerita tentang si pembuat boneka itu sendiri. Menulis juga sangat berguna untuk terapi bagi para wanita ini.

Kegiatan para Napi wanita di Rutan saat membuat boneka Batik Girl. Foto by Lusy Kiroyan

Pastinya, ada banyak kisah menarik sebagai pelajaran bagi yang membaca kisah para Napi. Apalagi, mayoritas Napi wanita adalah berlatarbelakang kasus Narkoba, baik pemakai, kurir, maupun karena terjebak.
Namun, saya tidak ingin sendirian menulis cerita mereka, melainkan saya ingin merekalah yang menulis kisah mereka sendiri.
Kehadiran saya sebatas mendampingi dan mewujudkan kisah yang mereka rangkai menjadi sebuah karya yang berguna bagi banyak orang.
Teknis Projek
Untuk merealisasikan resolusi 2018 saya, tentu saja teknis pelaksanaannya sudah saya susun sedemikian rapi sehingga pada waktunya nanti tinggal menjalankan.
Beberapa teknis dalam projek ini adalah :
1. Memberikan pelatihan menulis kepada para Napi wanita di Rutan dan Lapas di Batam. Pelatihannya tetap disejalankan dengan program Batik Girl yang bisa dilakukan satu atau dua pekan sekali.
2. Menggandeng beberapa sponsor yang tertarik untuk memberikan bantuan berupa alat tulis dan konsumsi bagi peserta pelatihan.
Bagi para pihak yang ingin membantu program ini sangat ditunggu uluran tangannya, termasuk dari produsen vitamin yang berkualitas seperti Theragran-M. Karena vitamin tidak sekadar menjaga stamina tubuh, tapi juga berfungsi untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit, maka bisa dikonsumsi para trainer dan peserta pelatihan.

Theragran-M, Multivitamin dan Mineral yang cocok untuk pemulihan pasca sakit.

3. Mereview dan editing karya tulis yang dihasilkan para Napi.
4. Mengunggah kisah mereka (bagi Napi yang bersedia kisahnya dipublikasi) baik di web Batik Girl sebagai penyempurna boneka-boneka yang sudah mereka produksi, maupun di blog saya dan media sosial.
5. Tidak menutup kemungkinan, hasil karya mereka bisa dibukukan baik dalam bentuk hard copy maupun soft copy.
Semoga resolusi 2018 saya ini bisa berjalan dengan baik. Bagi pihak yang ingin berkontribusi dalam program sosial ini, pastinya akan sangat berguna.  (sri murni)
SEMOGA SEGALA LANGKA DIBERKAHI ALLAH SWT!
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.