Oleh-oleh Khas Batam? Paling Mantab Kek Pisang Villa

Villa Kek Kurma. Foto by menixnews.com

SIAPA sih yang tidak kenal Kek Pisang Villa atau Villa Kek Pisang? Rasanya orang se-Batam, se-Kepri, dan yang pernah menginjakkan kaki di kota ini pasti sangat familar dengan oleh-oleh khas Batam ini. Menyambut Ramadan, Kek Pisang Villa merilis varian baru yakni Villa Kek Kurma. Kek ini merupakan perpaduan rasa original dengan tambahan potongan-potongan kurma. Rasanya legit, lembut, dan kurmanya sangat mengena di lidah, terutama di bagian topping. Villa Kek Kurma hanya bisa didapatkan saat Ramadan dan Lebaran H+2 dengan harga Rp 45 ribu.

Saya sendiri juga sudah sangat lama kenal Kek Pisang Villa ini. Bahkan saya pernah menulis  usaha ini ketika masih dirintis dari awal oleh pasangan suami-istri, Mas Denni Delyandri dan Mbak Silvie, sekitar 2008 lalu. Ketika itu, usahanya masih kecil-kecilan dan masih diproduksi di rumah sederhana mereka di Villa Mukakuning Paradise, Batuaji.

Sekarang Kek Pisang Villa sudah merajai pasar oleh-oleh di Batam dan iapun menjadi pioner buah tangan dari kota ini. Produksinya sekarang tidak lagi kecil-kecilan melainkan sudah menjadi industri menengah. Tempat produksinya tidak lagi di Perumahan Villa melainkah sudah pindah ke Kawasan Industri  Citra Buana Industrial Park III Lot.38, Batam Centre. Total produksi rata-rata sudah 1.000 pcs per hari. Khusus untuk akhir pekan dan hari-hari besar, produksi per hari nya bisa jadi dua kali lipat.

Villa Corp di Kawasan Industri Citra Buana Industrial Park III Lot.38, Batam Centre. Foto by menixnews.com

Mas Denni juga sudah mengembangkan usahanya menjadi Villa Corp. Perusahaan ini tidak hanya membuat satu produk Kek Pisang Villa di Batam tetapi  sudah mengembangkan sayap memproduksi beberapa jenis makanan khas di sejumlah kota di Indonesia seperti di Pekanbaru (Viz Cake), Kalimantan (Jenebora dan Wadai Vanjar), Bukit Tinggi (Roti Durian Ninur), Malang (Strudel), Palembang (Lamonde), Medan (Napoleon), dan beberapa kota lainnya. Di Kepri sendiri ada dua brand yang kini diusung yakni Kek Pisang Villa dan Mutiara Rasa yang dikhususkan untuk brownis.

Bagaimana usaha Kek Pisang Villa yang sekarang dijalankan?

Saya pun berkesempatan mengunjungi langsung rumah produksi alias  industri makanan Villa Corp pada Selasa (23/5/2017) lalu. Pastinya saya tidak sendiri, melainkan bersama beberapa teman Blogger Kepri.

Foto bersama para anggota Blogger Kepri saat kunjungan ke Villa Corp, Selasa (23/5/2017). Foto by menixnews.com

Di tempat baru ini, selain memproduksi kek pisang, Villa Corp juga membuka outlet yang menjual beragam macam oleh-oleh. Tidak hanya kek pisang dan mutiara rasa, tetapi juga jenis oleh-oleh lainnya yang diproduksi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM)  yang ada di Batam. Ada puluhan jenis produk yang dipasarkan di sini yang berasal dari sedikitnya  20 UMKM.

Kedatangan kami disambut oleh Koordinator Area Villa Kek Pisang, Fauzan Afrianto, di ruang workshop. Di sini, Mas Fauzan mempresentasikan sejarah usaha Kek Pisang Villa dan produk-produk yang kini dihasilkan. Dia juga memutarkan beberapa video tentang keberhasilan Mas Denni dan Mbak Silvie dalam mengembangkan usaha mereka.

Selepas itu, dia mengajak kami melihat displai alat-alat yang pernah digunakan Mas Denni dan Mbak Silvie di awal-awal merintis usaha ini. Kemudian kami di bawah melihat tempat produksi, packaging, penyimpanan, dan research & development, serta outlet.

Sebelum masuk ke areal produksi, kami diwajibkan memakai penutup kepala dan pembungkus kaki, kemudian melewati pintu sterilisasi. Tujuannya tentu saja meminimalisir bakteri yang kami bawa masuk ke areal produksi. Kami pun tidak bisa melihat secara dekat, melainkan hanya di lorong dan menengok proses produksi dari  dinding kaca.

Hanya Gunakan Pisang Barangan

Anda pasti penasaran kan pisang apa yang digunakan oleh Villa Corp sebagai bahan dasar Kek Pisang Villa sehingga teksturnya bisa lembut, garing, dan manis ?

Saya juga sangat penasaran. Karena penasaran, saya tanyakan langsung kepada Mas Fauzan. Dia menjelaskan, pisang yang digunakan hanyalah pisang Barangan atau dikenal juga dengan pisang Medan.

Pisang Barangan. Foto taken from Flickr

Mengapa harus pakai pisang ini? Dari penelitian dan uji coba yang telah dilakukan bagian research and development Villa Corp, hanya pisang inilah yang bisa menghasilkan kek dengan tekstur lembut dan kering. Sementara jenis pisang lain, tidak menghasilkan produk yang sempurna.

“Pihak kami sudah mencoba segala jenis pisang, tetapi tidak ada yang sesempurna pisang Barangan,”begitu kata Mas Fauzan.

Jenis pisang ini memang tidak mudah didapatkan, apalagi di Batam. Villa Corps terpaksa mendatangkannya dari tiga daerah utama yakni Medan, Pekanbaru, dan Jambi.

Dalam proses pembuatannya, ternyata pisang Barangan tidak langsung diadon bersama tepung dan telur, melainkan harus dikukus terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk menghilangkan bakteri-bakteri yang kemungkinan ada pada pisang tersebut.

Segala proses produksi yang dilaksanakan Villa Corp sudah sesuai dengan Standar Pangan Nasional dan telah melalui audit Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) yang dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Atas masukan tim audit, dalam produksi kek, para pekerja kini tidak lagi dibolehkan memakai sarung tangan dengan alasan, sarung tangan bisa mendatangkan jenis bakteri baru. Maka, para pekerja diwajibkan mencuci tangan sesering mungkin.

Kek Pisang Villa kini memiliki belasan jenis varian dengan topping yang berbeda-beda. Ada original, blueberry, buah naga, durian, pandan cheese, choconut, blackforest, marble, dan banyak lagi.

Outletnya juga sudah banyak tersebar, di antaranya di Pelabuhan Batam Center, Bandara Internasional Hang Nadim, Batuaji, Nagoya, Batam Center, Tiban, Botania, Seipanas, dan Tanjungpinang.

Harganya mulai Rp 45 ribu sampai Rp 60 ribu per pcs-nya. (sri murni)