Excited Kali Pertama Pesan Tiket Pesawat via Traveloka

Landing area Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Foto by menixnews.com

SEORANG teman yang berprofesi sebagai penulis dan telah menelurkan satu novel, serta sudah terlibat dalam penulisan skenario film pendek, pada 13 Oktober lalu mengirimkan pesan via inbox Facebook ke saya.

Pesannya tidak panjang, hanya menanyakan kepada saya apakah saya punya teman yang jual tiket pesawat.

Pesan lengkapnya begini: “Assalamualikum Mbak. Pa kabar? Punya temen yang jual tiket pesawat? Thanks sebelumnya.”

Membaca pesan ini, jujur saja saya tidak percaya jika teman saya ini sedang mencari orang yang menjual tiket pesawat.

Dalam benak saya ketika itu, tidak mungkin seseorang yang begitu luas pergaulannya dan melek media sosial (Medsos) masih mencari seseorang yang menjual tiket pesawat?

Bukankah itu bisa dilakukan sendiri secara online karena sangat gampang?

“Hari gini cari penjual tiket pesawat? Kan bisa beli sendiri via online,” kata saya menggumam.

Pikiran saya bertanya-tanya, sebenarnya teman ini benar-benar butuh orang untuk membelikan tiket pesawatnya atau hanya main-main atau menguji saya?

Saya juga sempat berpikir, mungkin tiket pesawat yang dicari habis dan tidak bisa dipesan secara online, sehingga membutuhkan tiket yang dijual orang lain.

Untuk menjaga perasannya, saya simpan semua pertanyaan itu. Saya pun menjawab pertanyaannya dengan ringan dan menanyakan rute penerbangannya serta waktu yang diinginkan.

Dia pun menjelaskan bahwa dia membutuhkan tiket pesawat Batam-Jakarta, pada Minggu tanggal 15 Oktober. Jamnya siang dan untuk satu orang.

Saya masih penasaran, apakah memang di tanggal itu ada even besar sehingga kemungkinan pesawat penuh dan membuat teman saya ini tidak bisa membeli sendiri tiket pesawatnya.

Untuk menjawab rasa penasaran, saya langsung mengecek tiket ke website citilink. Saya cek citilink karena saya memang langganan maskapai ini.

Saat saya buka, memang tidak ada lagi tersedia kursi kosong untuk 15 Oktober alias sudah full book.

Saya pun langsung berpikir, ah mungkin memang sedang ada even besar sehingga pesawat full di hari itu yang membuat teman saya mencari penjual tiket.

Masih diselimuti penasaran, saya kembali mengecek penerbangan yang lain. Kali ini pengecekan tidak saya lakukan ke website setiap maskapai, melainkan langsung melalui traveloka.

Pencarian tiket via traveloka ini memang baru kali pertama saya lakukan demi teman saya itu.

Begitu buka traveloka dan mencari jadwal pesawat di hari yang diinginkan, ternyata banyak seat yang tersedia dari semua maskapai yang buka penerbangan Batam-Jakarta.

Begitu mengisi kolom departure city (kota asal), destination (kota tujuan),  departure date (tanggal keberangkatan), dan passenger (jumlah penumpang), kemudian klik search now. Maka, daftar maskapai langsung terpampang lengkap dengan jam keberangkatan dan harganya.

Ada Garuda Indonesia,  Lion Air, Sri Wijaya, termasuk Citilink yang di webnya sendiri sudah full book.

Contoh pilihan penerbangan Batam-Jakarta dengan pemesanan via Traveloka. Foto by menixnews.com

Wah ternyata anggapan saya bahwa tanggal 15 Oktober itu ada even besar adalah salah. Terbukti dengan masih banyaknya seats Batam-Jakarta dari semua maspakapai yang beroperasi.

Saya pun langsung screen shoot daftar pesawat tadi dan mengirimkannya kepada teman saya.

Saya minta dia untuk memilih mana yang dia suka. Kemudian saya minta data dirinya. Dalam pikiran saya, biasanya kalau pesan tiket pasti membutuhkan data nama lengkap, tanggal lahir, alamat, dan nomor telepon.

Dia pun mengirimkan soft copy KTP-nya supaya saya gampang melihat data yang dibutuhkan.

Ternyata, begitu saya hendak pesan tiket pesawat langkahnya sangat mudah. Setelah memutuskan pilihan maskapai yang diinginkan, tinggal klik, kemudian mengisi kolom yang dibutuhkan.

Dan, tahukah Anda, ternyata kolom yang perlu diisi hanya ada tiga yakni nama, nomor telepon, dan alamat email.

Wow…. Saya cukup excited karena tidak perlu mengisi alamat dan tempat/ttgl lahir sebagaimana biasa saya pesan tiket.

Setelah data diisi, kemudian tinggal memilih pakai asuransi penerbangan tambahan atau tidak. Teman saya memutuskan tidak mau pakai asuransi, maka langkah selanjutnya adalah pembayaran.

Di sana tertera banyak pilihan cara pembayaran, mulai dari internet banking, kartu kredit, ATM, dan Indomaret.

Contoh notivikasi pemesanan tiket pesawat via Traveloka dan pembayaran via Indomaret. Foto by menixnews.com

Saya memutuskan untuk memilih bayar di Indomaret dengan biaya administrasi Rp 2.500. Ini saya pilih agar teman saya mudah membayarnya sendiri karena RumahJuara tidak jauh dari Indomaret.

Untuk membayar di Indomaret, cukup membawa duit cash atau kartu debit/kredit dan menunjukan nomor transaksi kepada kasir, maka proses pembayaran tiket bisa segera dilakukan dengan cepat.

Di samping segala kemudahan itu, ternyata batas waktu antara pemesanan dengan pembayaran cukup singkat yakni sekitar 45 menit.

Ketika semuanya sudah OK dan tinggal menunggu proses pembayaran, teman saya memberitahu bahwa dia sedang ada acara. Alhasil, begitu sampai di Indomaret, sudah melewati batas waktu pembayaran.

Kode transaksi pemesanan tiket sudah tidak berlaku. Dia pun menjadi panik dan menelepon saya.

Saya mencoba menenangkannya dan meminta menunggu sekitar lima menit di Indomaret karena saya akan booking ulang.

Tidak sampai dua menit, saya sudah berhasil memesan tiket pesawat untuknya lagi dan memberikan kode transaksi yang baru.

Kecepatan pemesanan tiket ini memang sangat tergantung dari kecepatan internet. Jika jaringan internet benar-benar cepat, proses booking tidak sampai dua menit.

Tak lama kemudian, dia mengirimkan pesan via WA dan memberitahu bahwa dia sudah bayar tiket sesuai dengan harga yang dipesan.

Dia pun mengirimkan screen shoot SMS notivikasi dari traveloka bahwa tiket sudah dibayar.

SMS notivikasi dari Traveloka untuk pemesanan tiket pesawat.

“Kak apakah ini kode bookingnya?” Begitu isi pesan pertanyaan yang mengiringi screen shoot tadi.

Saya jawab,”benar sekali.” “Wah makasih banyak ya Kak atas bantuannya. Prosesnya mudah dan cepat sekali,” tulisnya lagi.

Selain mendapatkan notivikasi via HP, summary itinerary tiket juga dikirimkan via email.

Untuk menjawab rasa penasaran saya mengapa dia mencari penjual tiket dan tidak pesan sendiri via online, saya langsung menanyakan hal itu kepadanya setelah semua proses pemesanan pesawat selesai.

Ternyata dia memiliki jawaban panjang seperti berikut ini :

1. Saya biasa punya langganan beli tiket di tempat teman. Jadi biasa beli sama yang bersangkutan. Namun saat ini yang bersangkutan sudah tidak jualan tiket pesawat lagi.
2. Lantas karena kemarin sifatnya mendadak. Saya berusaha menelpon dan me-WhatsApp ke beberapa teman (termasuk Mbak Menix). Dan Mbak Menix lah yang fast respon.
3. Jadi pesanlah tiket pesawat tersebut lewat Mbak Menix.
4. Terkait pemesanan tiket pesawat online, saya jarang menggunakannya. Karena lebih sering melalui poin 1 (Sekalian bantu menghidupkan usaha teman).
5. Mungkin dengan melihat sikon, kedepannya akan lebih memilih lewat online atau memesan langsung via Mbak Menix
6. Saya sarankan Mbak Menix buka penjualan tiket online saja.

Begitulah kira-kira yang dapat saya jawab. Hehehe

😊😊😊

Dengan pengalaman mudahnya pesan tiket pesawat via traveloka, rasanya saya perlu menulis pengaman ini sebagai sharing untuk teman-teman agar bisa pesan pesawat sendiri via online.

Bukan berarti saya tidak ingin membantu, bahkan saya senang melakukannya tanpa meminta bayaran sedikitpun. Hanya saja, masing-masing kita rasanya perlu membiasakan diri untuk swalayan sehingga jika terdesak, akan lebih mudah mencari solusinya. (sri murni)