Wisata Bahari Batam : Menikmati Sensasi Alam Bawah Laut Pulau Abang

Foto di bawah laut hasil jepretan Bang Jack Galang Bahari.

PESONA wisata bahari di Batam kian memancarkan daya tariknya.

Ratusan pulau-pulau kecil yang dimiliki mulai digali potensinya untuk dipasarkan menjadi objek wisata yang eksotis.

Demikian pula dengan keindahan bawah lautnya.Di antara ratusan pulau yang ada, perairan di sekitar Pulau Abang merupakan satu di antara karunia Tuhan yang memiliki keindahan bawah laut luar biasa. Pesona bawah laut itu pun bisa dinikmati hanya dengan melakukan snorkeling dari atas permukaan laut.

Saya bersama suami dan duo crucils (Azka dan Kenzie) serta sejumlah awak media lain dan travel blogger berkesempatan menikmati keindahan alam bawah laut Perairan Pulau Abang melalui paket wisata snorkeling yang ditaja Galang Bahari, penyelenggara tour, Minggu (1/10) lalu.

Foto ala-ala my little family. Foto hasil jepretan Mas Danan.

Persiapan dan Briefing 

Jarum jam sudah penunjukan pukul 07.30 WIB, ketika mobil kami bergerak dari Kepri Mall menuju Pelabuhan Rakyat Pari yang terletak di Pulau Galang Baru.

Lokasinya melewati Jembatan Raja Kecik atau Jembatan Enam Barelang.Karena sudah lumayan siang, kami harus bergegas supaya sampai di palabuhan tidak begitu siang.

Apalagi jarak dari Kepri Mall sebagai meeting point peserta ke Pelabuhan Pari cukup jauh,  memerlukan waktu 1,5 jam naik mobil dengan kecepatan rata-rata 60-80 km/jam.

Pelabuhan Pari Jembatan Enam Barelang. Foto by menixnews.com

Untuk mengikuti paket snorkeling di Pulau Abang, memang harus berangkat pagi agar cukup waktu seharian menikmati beberapa spot alam bawah laut.

Begitu sampai di Palabuhan Pari yang terletak di sisi kanan jalan Trans Barelang, pancung (sampan kayu bermesin temple) yang berkururan cukup besar telah menunggu.

Kami tidak sendirian, melainkan bersama beberapa rombongan lain yang jumlahnya sekitar 45 orang. Menurut Zakaria, pengelola Galang Bahari, mereka adalah turis lokal dan Singapura yang sengaja datang untuk snorkeling di Batam.

Turis lokal itu datang dari Batam sendiri, Karimun, Medan, dan Jakarta. Jumlah turis yang ikut paket wisata snorkeling di Pulau Abang ini memang semakin banyak setiap hari nya, terutama saat akhir pekan.

Pelabuhan Pari Jembatan Enam Barelang. Foto by menixnews.com

Yang  menyelenggarakan paket wisata ke Pulau Abang memang bukan hanya Galang Bahari melainkan ada dua lainnya.

“Kalau hari-hari biasa, kebanyakan yang snorkeling dan diving itu bule. Mereka biasanya memang tidak suka ramai-ramai. Tapi kalau weekend, banyak wisatawan lokal dan Singapura,” kata Zakaria atau yang akrap disapa Bang Jack.

Foto my little family.

Setelah semua peserta naik ke dalam pancung yang berkapasitas sekitar 50 orang, kami pun berangkat menuju Pulau Nguan. Pulau ini terletak hanya di seberang Pelabuhan Pari dengan jarak tempuh hanya 5-7 menit.

Pulau Nguan dari kejauhan. Foto by menixnews.com

Tujuan kami ke pulau ini adalah untuk singgah ke home stay Galang Bahari. Di sinilah para peserta diberikan waktu untuk tukar pakaian dan meninggalkan barang-barang yang tidak diperlukan saat snorkeling.

Bang Jack memberikan briefing kepada para peserta. Foto by menixnews.com

Di sini pula, para peserta diberikan life jacket dan briefing tentang kondisi alam bawah laut Perairan Pulau Abang, termasuk biota yang ada di sana. Para peserta sekaligus diberikan informasi tentang agenda dan jadwal tempat-tempat yang dikunjungi serta aturan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama mengikuti wisata agar keindahan alam tetap terjaga.

Home stay Galang Bahari di Pulau Nguan. Foto by menixnews.com

Di home stay ini, kami pun menyempatkan diri untuk berselfie ria dan foto ala-ala. Asyiknya, spot-spot untuk itu telah disediakan. Bang Jack memang OYE….

 

Aturan selama mengikuti tour di antaranya :

1. Tidak boleh membuang sampah dimanapun. Sampah harus disimpan dan dibuang saat ada tempat sampah.

2. Tidak boleh menginjak karang, terutama yang sangat rapuh seperti karang acropora millepora, acropora formosa, acropora cervicornis, acropora hyacinthus dan lainnya. Jika ada bagian yang patah, maka dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menumbuhkannya lagi.

3. Berhati-hati dengan biota laut yang beracun, misalnya ubur-ubur dan bulu babi. Diimbau untuk tidak memegang biota laut yang ditemui, melainkan hanya melihat.

Belajar Snorkeling di Pulau Dedap

Selepas mengambil perlengkapan dan briefing, kami melanjutkan agenda piknik ke Pulau Dedap menggunakan pancung. Jarak dari Pulau Nguan ke Dedap lumayan jauh yakni sekitar 45 menit.

Pulau Dedap memiliki keindahan yang menakjubkan. Pasirnya putih, airnya jernih, dan dikelilingi hutan bakau.Pulau ini tidak berpenghuni, namun sudah tampak terurus karena dikelola pemilik pulau. Di sini juga sudah tersedia fasilitas menunjang pariwisata, di antaranya kano, air bersih, dan lainnya.

Instruktur memberikan briefing tentang cara snorkeling. Foto by menixnews.com

Agenda kami di pulau ini adalah untuk pemanasan dan belajar snorkeling sebelum turun ke spot yang sesungguhnya. Para peserta tampak antusias mendengarkan arahan pemandu wisata. Ada lima orang pemandu yang mengajarkan kami snorkeling.

Perlu diingat, snorkeling tidak harus bisa berenang karena semua peserta dilengkapi dengan life jacket yang akan membuat kita mengapung. Peserta juga tidak perlu bawa alat snorkeling (jika ingin bawa sendiri juga tidak dilarang) karena semua alat sudah disiapkan.

Snorkeling ini tidak hanya untuk orang dewasa, melainkan anak-anak juga bisa mengikutinya karena memang aman. Piknik snorkeling kali ini juga diikuti sekitar lima anak-anak usia 3-10 tahun.

Spot-Spot yang Memesona

Setelah semua peserta paham cara snorkeling, saatnya menuju spot bawah laut yang hendak dilihat keindahannya. Kami pun dibawa ke perairan sekitar Pulau Dedap.

Begitu sampai lokasi, semua peserta menceburkan diri ke laut, termasuk anak-anak. Para guide tampak memandu  peserta menuju tempat dimana biota laut bisa terlihat.

Di spot pertama ini, kami tidak bisa snorkeling lama-lama karena arus sedang kuat dan kondisi air di bawah permukaan laut tidak begitu jernih.Selain itu, waktu juga sudah menunjukkan jam makan siang.

Alhasil kami kembali ke Pulau Dedap untuk makan siang. Galang Bahari telah menyiapkan masakan ala pulau untuk kami. Ada nasi putih, sambal ikan karang, sayur gulai kacang panjang dan tidak lupa kerupuk.

Rasanya memang sangat nikmat, dingin dan lapar.Selepas makan siang dan istirahat sejenak, kami diajak kembali turun ke laut untuk snorkeling. Kali ini lokasi nya agak jauh dari Pulau Dedap.

Begitu sampai di lokasi, kondisi alamnya lebih bagus dari yang pertama. Arusnya lebih tenang dan air di bawah permukaan laut juga lebih jernih. Kami pun bisa menikmati keindahan biota laut lebih jelas.

Aneka jenis karang yang warna-warni bisa kami saksikan. Demikian pula dengan ikan, bulu babi, ubur-ubur, kerang, kepiting, kuda laut, dan banyak lagi.

Di spot ini kami pun tidak belama-lama karena waktu sudah mulai sore sementara masih ada satu spot snorkeling yang harus kami datangi. Kami bergegas menuju spot snorkeling terakhir yang berlokasi di depan Pulau Abang.

Membidik keindahan hutan bakau Pulau Dedap. Foto by menixnews.

Spot terakhir ini bisa katakan sebagai spot terbagus. Saat kami sampai di sini, didukung dengan arus yang tenang dan air yang jernih. Begitu turun ke laut, keindahan alam di bawahnya memang sungguh luar biasa.

Di sinilah paling banyak kami lihat beragam ikan nemo alias ikan badut lengkap dengan rumah-rumah mereka yang berwarna-warni.

Ada banyak jenis ikan badut di sini. Ada yang orange-putih, merah-putih, biru-putih, hitam-merah, dan lainnya. Demikian juga dengan warna rumahnya.

Snorkeling di spot pertama, peraitan Pulau Dedap.

Ada yang hitam, ungu, kuning, putih, dan coklat.Keindahan karang-karang di sini bahkan bisa dilihat dari atas kapal. Si sini pula para peserta diberikan kesempatan foto bawah laut.

Foto di bawah laut hasil jepretan Bang Jack Galang Bahari.

Galang Bahari telah menyiapkan fotografer dan juru kamera bagi peserta yang ingin berfoto di bawah laut. Semuanya gratis dan soft copy bisa diambil saat tour selesai.

Keindahan Pulau Rano

Keindahan Pulau Rano dari udara. Foto by modelux.

Karena hari sudah mulai sore, bahkan sudah lewat pukul 16.00 WIB, kami pun harus bergegas ke destinasi terakhir yakni Pulau Rano. Ini adalah pulau kecil tanpa penghuni yang punya keindahan luar biasa.

Pantainya landai dan pasirnya putih, ditambah banyak pohon kelapa yang menjulang tinggi.Pulau ini memang cocok untuk bermain pasir dan berenang tepi laut. Pulau ini juga sering dijadikan tempat kemping wisatawan.

Saat ini, di Pulau Rano sedang dibangun sarana wisata seperti pondok-pondok, rumah makan, dan lainnya.

Sekitar pukul 17.30 WIB kami kambali ke home stay di Pulau Nguan untuk mandi dan berberes.

Selepas mandi dan sholat, kami disuguhi kopi dan teh. Sajian yang sangat pas sebelum kembali menyeberang ke Pelabuhan Pari dan kembali ke Batam. (Sri Murni)

Tulisan ini bisa juga dibaca pada portal tribun batam : Nikmati Sensasi Bawa Laut Pulau Abang

Jangan lewatkan juga intip yang ini ya!

Snorkeling Pulau Abang Batam (Part-1): Petualangan ‘Finding  Nemo and Friends’ Dimulai 

Sekaranglah Waktu yang Tepat Piknik Bareng Keluarga, Jangan Tunggu Kaya Nanti Keburu Tua