Saat Aki Mobil Bermasalah, Ingatnya Cuma Shop & Drive

Bill Board Shop & Drive. Foto diambil dari http://acpalustar.com/

Bill Board Shop & Drive. Foto diambil dari http://acpalustar.com/

PERNAHKAH Anda merasakan, sedang buru-buru karena mengejar waktu janjian dengan seseorang, ternyata di tengah jalan mobil yang Anda kendarai mogok dan tidak bisa menyala lagi?

Saya dan suami dua kali mengalami kejadian yang menjengkelkan itu sehingga janji nyaris dibatalkan.

Rasanya malu sekali. Apalagi, mogoknya karena akinya soak.

Kejadian pertama kami alami sekitar tiga tahun lalu.

Suatu Minggu pagi di tahun 2013, saya dan suami punya janji bertamu dengan teman baik, bernama Adit, di rumah mertuanya yang ada di Tanjungpinang. Sementara kami tinggal di Batam.

Untuk ke Tanjungpinang, harus naik kapal dari Pelabuhan Punggur dengan waktu tempu kurang lebih satu jam.

Nah, dari rumah kami, di daerah Bengkong, ke Pelabuhan Punggur, jarak tempunya sekitar 30 menit mengendarai mobil.

Tujuan kami ke Tanjungpinang adalah untuk melihat anak Adit yang baru dilahirkan. Sudah lama pula, kami tidak bertemu istri dan mertuanya yang sudah seperti saudara sendiri.

Kami pun menetapkan berangkat ke Tanjungpinang Minggu pagi agar bisa naik kapal dan cepat sampai ke tujuan.

Namun, sebelum sampai ke pelabuhan, kami memang bermaksud menyinggahi rumah seorang teman lainnya yang ada di Perumahan Legenda Malaka, Batam Centre, karena ada yang harus dibicarakan.

Karena arahnya sejalan, ya sudah saya dan suami sepakat untuk singgah ke Batam Centre terlebih dahulu.

Sayangnya kami belum pernah ke rumah teman itu dan hanya berbekal alamat dan nomor Ponsel.

Alhasil, kami putar-putar dan alamatnya tidak ketemu. Sementara nomor Ponselnya tidak bisa dihubungi.

Pas berada di depan fasilitas umum Perumahan Legenda Malaka, tiba-tiba mobil Nissan Prasea yang kami kendarai mati alias mogok.

Beberapa kali di-starter oleh suami saya, tidak juga hidup. Dia tampak panik dan berkeringat.

Bagaimana tidak, perjalanan kami sejak pukul 08.00 WIB dan putar-putar cari rumah teman tidak ketemu ketemu, kini sudah pukul 11.00 WIB, mobil mogok pula. Rasanya, lengkap sudah penderitaan.

Lihat kanan-kiri tidak ada bengkel yang tersedia. Ya namanya juga di dalam komplek perumahan, pastinya jarang ada bengkel, apalagi bengkel mobil.

“Ya sudahlah. Mama dan anak-anak tunggu saja disini. Biar papa jalan ke depan (pertokoan yang ada di depan jalan raya) cari bengkel,”kata suami saya.

Diapun langsung bergegas melangkah cepat, sembari menghidupkan rokoknya.

Saya dan dua anak kami, menunggu di luar mobil.

Untung ada seorang wanita paruh baya yang membuka pintu rumahnya dan melihat keadaan kami.

“Loh mogok ya mbak?,”tanyanya.

“Iya Bude. Kayaknya akinya. Itu suami saya lagi cari tukang bengkel,”jawab saya dengan yakin memanggil dia Bude karena logat Jawanya yang kental.

Setelah berbincang-bincang, dia menawari kami untuk berteduh di terasnya dan memberikan air putih.

“Alhamdulillah,”kata saya dalam hati bersyukur karena memang haus dan panas.

Sekitar setengah jam menunggu, suami saya datang berboncengan motor dengan seorang montir. Yang dilakukan montir itu ternyata melakukan pancingan atau jumper dari aki yang dia bawa ke aki mobil saya.

Beberapa menit kemudian, mobil saya pun bisa distarter dan kami melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Punggur kemudian naik kapal ke Tanjungpinang.

Sore harinya, dengan menumpang last ferry, kami kembali ke Batam dan pulang ke rumah dengan mobil yang sama tanpa ada kendala aki.

Namun, untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, saya dan suami sepakat untuk menukar aki mobil dengan yang baru.

“Kalau akinya kita tukar yang baru, terus yang lama mau dikemanakan? Dijual? Memang masih ada yang mau?”tanya saya ke suami.

“Iya ya, disimpan tidak mungkin karena hanya akan jadi barang rongsokan,”kata dia menimpali.

“Cobalah searching dulu aki yang cocok dan harganya berapa,”pinta saya ke suami.

Kali Pertama Coba Shop & Drive

Begitu buka google dan mencari referensi “aki mobil Nissan Presea,”ketemulah layanan Shop & Drive yang bisa datang ke rumah.

“Ini cocok sekali. Karena papa siang hari harus kerja dan saya tidak bisa setir mobil untuk bawa ke bengkel, maka layanan ke rumah adalah solusinya,”kata saya ke suami.

Kebetulan ketika itu untuk tipe aki mobil yang kami butuhkan. yakni GS NS 60L, ada program potongan harga 10 persen dengan syarat aki lama diambil oleh mereka.

Aki GS Astra Premium. Foto hanya sebagai ilustrasi. Foto diambil dari OLX.

Aki GS Astra Premium. Foto hanya sebagai ilustrasi. Foto diambil dari OLX.

Ketika itu, harganya sekitar Rp 800 ribu. Jika didiskon 10 persen, lumayan untuk tambahan beli bensin.

“Ya baguslah. Aki lama juga untuk apa disimpan. Kalau mereka beli lagi kan bisa dimanfaatkan kembali,”kata saya lagi ke suami.

Pagi esok harinya, saya langsung menghubungi kantor Shop & Drive yang ada di Batam. Dapat nomornya 1500015 juga dari hasil googling. Nomor telpon itu berlaku nasional untuk semua cabang Shop & Drive, tapi tarif panggilan yang dikenakan adalah tarif lokal.

Alamat kantornya ada di Komp. Pertokoan Mahkota Raya Blok F No. 06, Teluk Tering, Batam Centre.

Saat saya menelepon, dan menceritakan kondisi mobil kami, petugas yang menerima langsung menawarkan layanan antar ke rumah.

“Dikenakan biaya tambahan gak?”tanya saya ke petugas dari ujung telepon.

“Tidak Bu. Pengantaran, pemasangan, dan pengecekan semuanya gratis. Kalau ibu mau tukar aki lama ibu, ya nanti harganya dikurangi 10 persen,”kata petugas tersebut.

“OK, hari ini ke rumah ya. Saya tunggu. Soalnya takut bawa mobil kalau mogok lagi,”pinta saya.

Saya kira mereka akan datang sore. Ternyata hanya dalam waktu kurang dari satu jam, dua anak muda berkemeja dengan tulisan shop & drive sudah berada di depan pagar rumah saya.

Mereka mengendarai motor dan membawa sebuah aki yang terbungkus kardus.

“Wow cepat juga ya,”kata saya ke mereka.

Begitu sampai, mereka langsung memeriksa aki lama saya yang masih terpasang di mobil menggunakan multi-meter.

“Bu, akinya memang sudah lemah sekali,”katanya sambil memperlihatkan angka pada multi-meternya.

“Apa tidak bisa diperbaiki? Tambah air baterai misalnya. Kan baterai basah,”tanya saya mencari tahu.

“Bisa sih Bu tambah air baterai. Tapi gak tahan lama Bu. Lagian nanti harus sering-sering dicas,”jawabnya.

“Walah ribet ni urusan berarti kalau harus ngecas-ngecas segala. Mana suami liburnya cuma hari Minggu,”kata saya dalam hati.

“Ya sudahlah ganti saja,”pinta saya ke petugas.

Sebelum mengganti, mereka menjelaskan tentang produk yang akan dipasang dimana aki tersebut masuk dalam kategori tipe premium alias aki basah.

Dia juga menunjukkan bawa aki masih berada dalam kardus yang tersegel.

Pemasangan tidak memakan waktu lama, hanya beberapa menit.

Setelah dipasang, kemudian mereka mencoba menghidupkan mobil saya.

Terdengar tidak ada masalah saat mereka starter dan mesin menyala dengan baik.

Mereka pun menunjukan angka mulit-meter yang terpasang di baterai bahwa baterai itu berkekuatan penuh.

“Ibu kalau bisa mobilnya sering-sering dipanasi. Minimal sehari sekali, setiap pagi supaya akinya bertenaga terus,”kata seorang petugas lainnya memberikan saran.

Tak lama kemudian dia mengeluarkan kartu garansi yang berlaku enam bulan dan meminta data-data saya (nama, nomor telepon, dan alamat).

“Ibu, karena akinya premium, setiap bulan ibu harus bawa mobil ke toko kami supaya dicek kekuatan akinya, termasuk penambahan air aki. Semuanya gratis. Karena masih garansi. Kalau ada apa-apa akan kami ganti dengan yang baru,”katanya.

“Ok Mas, terima kasih. Diminum dulu ya. Sebentar saya ambilkan uangnya,”jawab saya, sembari mempersikan kedua petugas itu minum teh manis yang saya sediakan sedari tadi.

Pengecekan Gratis

Sebulan setelah pembelian aki tersebut, tepatnya tanggal 15, saya menerima SMS pemberitahuan dari Shop & Drive yang isinya mengingatkan saya untuk melakukan pengecekan aki di toko mereka. Syaratnya, membawa kartu garansi yang diberikan.

Suami saya pun membawa mobil ke sana.

Benar saja, pengecekan dan pengisian air aki gratis tanpa ada embel-embel apapun.

Transaksi Kedua

Beberapa bulan setelah saya ganti aki, kami memutuskan untuk menukar mobil dengan ukuran yang lebih besar. Maklumlah, keluarga sering datang dari kampung.

Tipenya masih sedan, tapi mereknya berbeda yakni Honda Accord.

Setelah kurang lebih satu tahun mamakai Accord, kejadian mogok berulang. Tepatnya pada 17 Mei 2016 lalu.

Kali ini tidak di jalan, melainkan masih di rumah, ketika kami hendak pergi kondangan.

Tanpa piker panjang, saya langsung menelepon Shop & Drive Batam lagi dan meminta mereka datang ke rumah untuk menukar baterai.

Tetap, ternyata program 10 persen untuk aki lama masih berlaku.

Petugas Shop & Drive datang lagi ke rumah dengan membawa pesanan aki kami yakni GS MF tipe baterai kering.

Karena tipe baterai kering, saya mendapatkan garansi  maintenance free selama 18 bulan atau 1,5 tahun atau 30.000 km.

Kartu Garansi Aki GS dari Shop & Drive.

Kartu Garansi Aki GS dari Shop & Drive.

Jangka waktu pengecekan atau perawatan rutin tidak dilakukan sebulan sekali, melainkan sekali dalam tiga bulan.

Dari Mei sampai sekarang, baterai yang kami beli belum pernah mengalami masalah.

GS MF

GS MF yang terpasang di mobil Accord kami.

Yang kami suka dari Shop & Drive adalah:

  1. Layanan cepat. Datang cepat, pemasangan cepat, dan tidak neko-neko.
  2. Penjelasan rinci. Petugasnya memberikan penjelasan secara rinci dan memaparkan plus minus dari pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan mobil kita.
  3. Ada buy back. Layanan buy back alias pembelian kembali baterai lama sangat bermanfaat, tidak hanya untuk konsumen tetapi juga lingkungan, sehingga baterai bekas bisa tetap diolah kembali dan tidak menjadi limbah.
  4. Pengecekan cepat. Saat pengecekan atau perawatan rutin ke toko, kita dilayani dengan cepat dan dimudahkan. (***)