Sensasi Berinteraksi dengan Gajah-Gajah di Safari Lagoi Bintan

Papa dan Kenzie memberi pisang ke Vina di Safari Lagoi Bintan. Foto by menixnews.com

Papa dan Kenzie memberi pisang ke Vina di Safari Lagoi Bintan. Foto by menixnews.com

SUDAH lima tahun ini, Azka ingin sekali melihat gajah secara langsung. Di Batam, tentu saja hewan besar itu tidak tersedia karena Batam pun tidak punya kebun binatang. Saat kami pulang kampung (Pulkam), setiap tahun, ke Tebing Tinggi, Sumut, kami pun tak bisa melihatnya, karena kota kecil itu juga kondisinya sama dengan Batam, tak punya kebun binatang.

Setiap kali Pulkam, kami pun tak pernah absen untuk berkunjung ke Kebun Binatang Siantar, Sumut. Tapi sayang, di sana juga tidak punya koleksi gajah, meskipun ukuran kebun binatangnya cukup luas.

Sebenarnya, di Bintan yang notabene sangat dekat dari Batam, punya koleksi beberapa ekor gajah, tepatnya di Nirwana Resort. Informasi tentang keberadaan gajah di Bintan memang sudah lama saya dengar. Namun, beberapa kali ke sana, tepatnya 2016 lalu, Nirwana Resort yang terletak di kawasan Lagoi selalu ditutup untuk umum karena bertepatan dengan penyelenggaraan event-event internasional seperti Tour De Bintan, Spartan, dan lainnya.

Syukurnya, Minggu (8/1/2017) lalu, saat kami kembali mengunjungi Lagoi, ada Safari Lagoi yang katanya sudah dibuka untuk umum. Dan sepertinya hanya disini dan di Nirwana Resort warga Kepri bisa melihat gajah.

Bersama teman-teman blogger (Kak Sarah, Teh Lina Sasmita, dan Roy Vandi) kami pun mampir ke Safari Lagoi. Tempat wisata keluarga ini tidak sulit untuk dikenali. Lokasinya, tepat di sebelah kiri jalan raya Lagoi arah ke Lagoi Bay. Di simpang masuk ke kawasan safari-nya, ada patung gorilla besar dua ekor.

Dari Simpang Gorilla itu, kurang lebih 750 meter masuk ke dalam. Jalannya belum diaspal alias masih tanah merah. Untungnya kami datang saat musim panas, jika musim hujan rasanya jalan itu bakal becek dan berlumpur.

Setelah masuk sekitar  600 meter dari simpang, kemudian belok ke kanan dan lurus sampai ketemu gerbang Safari Lagoi yang berada di sebelah kanan pula.

Nah, lucunya, saat itu kami tidak tahu mana pintu gerbang utama Safari Lagoi. Karena baru kali pertama ke sana, setelah belok kanan dan tampak ada gajah dari jalan, kami langsung berhenti di salah satu pintu gerbang yang ditutup portal.

Setelah memakirkan mobil di pinggir jalan, kami pun langsung turun dan masuk lewat gerbang yang ditutup portal. Kami jalan kaki langsung menuju ke lokasi gajah yang sudah terlihat sejak jalan masuk tadi.

Para crucils, Azka, Kenzie dan Chila (putri Teh Lina) sudah kegirangan karena binatang yang diimpikan ada di depan mata.

Gerbang belakang Safari Lagoi. Foto by menixnews.com

Gerbang belakang Safari Lagoi. Foto by menixnews.com

Di gerbang ini memang tidak ada tempat penjualan tiket dll, yang ada hanya beberapa penjaga safari. Saat bertemu mereka, kami pun dengan polos mengutarakan ingin melihat gajah dan mereka pun mempersilahkan. Setelah saya perhatikan, ternyata gerbang yang masuki adalah gerbang belakang. Karena penjaga tidak melarang, ya sudah kami masuk saja dan menikmati pemandangan yang ada.

Setelah puas mengelilingi safari ini, sampailah kami ke sebuah bangunan. Dan ternyata disanalah pintu masuk wilayah ini dan tempat konter penjualan tiket. Harga tiketnya satu orang Rp 20 ribu, ternyata. Hehehe…..

Bangunan utama sekaligus sebagai gerbang masuk Safari Lagoi dan tempat pembelian tiket. Foto by menixnews.com

Bangunan utama sekaligus sebagai gerbang masuk Safari Lagoi dan tempat pembelian tiket. Foto by menixnews.com

Bertemu Vina dan Rossi

Safari Lagoi, memang belum tertata dengan apik dan masih tampak seperti tempat wisata alakadarnya. Di sini ada beberapa koleksi binatang, yang utama adalah gajah, beberapa jenis monyet, beruang madu, ikan-ikan, buaya, dan beberapa jenis unggas.

Di sini juga terbentang areal pertanian dengan tanaman palawija (sayuran) dan beragam jenis bunga. Ada pula tempat bermain anak seperti ayunan dan putar-putaran.

Hal yang paling membuat gembira adalah saat kami bertemu dengan Vina dan Rossi, dua gajah yang ada di safari ini. Saat itu, keduanya sedang berada di “hutan” dengan kaki dirantai.

Vina (kiri) dan Rossi di Safari Lagoi. Foto by menixnews.com

Vina (kiri) dan Rossi di Safari Lagoi. Foto by menixnews.com

Dua orang pawang langsung menghampiri kami dan mengajak berinteraksi dengan Vina dan Rossi. Awalnya kami ragu-ragu, terutama para crucils, untuk mendekati dan memegang Vina dan Rossi. Tapi setelah Pak Pawang meyakinkan bahwa keduanya sudah jinak, kami pun mendekat.

Kenzie dan Azka ikut memegang Vina dan memberi makan, pisang, ke dia.  Saat itu, hanya Vina yang diajak mendekati kami, sementara Rossi tampak asik sendirian di belakang Vina.

Papa dan Kenzie memberi pisang ke Vina di Safari Lagoi Bintan. Foto by menixnews.com

Papa dan Kenzie memberi pisang ke Vina di Safari Lagoi Bintan. Foto by menixnews.com

Pak Pawang menceritakan, Vina berusia 27 tahun dan Rossi berumur 31 tahun. Mereka adalah bagian dari gajah-gajah yang dimiliki Nirwana Resort. Resort ini memiliki tujuh ekor gajah yang didatangkan dari Lampung. Lima di antaranya diletakkan di Nirwana, sementara Vina dan Rossi di Safari Lagoi.

Ketujuh gajah itu sudah terlatih dan biasa ikut atraksi bersama wisatawan yang datang.

Papa dan para crucils melihat Vina dan Rossi di Safari Lagoi, Bintan. Foto by menixnews.com

Papa dan para crucils melihat Vina dan Rossi di Safari Lagoi, Bintan. Foto by menixnews.com

Meskipun sudah jinak, ternyata dekat-dekat gajah ngerih juga ya…. Takut terkena kibasan telinganya yang besar dan takut terinjak kakinya yang pasti bisa meremukkan tulang-tulang kita. Bagaimana tidak, beratnya saja lebih dari 1,5 ton alias 1.500 kg. WOW……

Lihat video Vina dan Rossi disini!

Agro Wisata

Komplek Safari Lagoi didesain seperti agro wisata. Namun komplek ini belum sepenuhnya selesai digarap.

Selain melihat gajah, seperti yang saya kemukakan di atas, kita bisa melihat dua ekor beruang madu yang berada di kandang dan beberapa monyet yang juga berada di kandang.

Nah, jangan kaget ya, jika mendekati kandang monyet ini, mereka menjadi berisik dan bertingkah mencari perhatian.

Lihat vidio tingkah pola mereka disini!

Selain itu, kita juga bisa menikmati arena permainan, walau tidak banyak, seperti ayunan dan putaran. Anak-anak saya paling senang dengan arena permainan di sini. Sampai-sampai diajak pulang pun malas.

This slideshow requires JavaScript.

Ada pula areal pertanian. Saat itu sedang ditanam sayuran bayam, kangkung, kol, sawi dan lain-lain. Kata seorang petugas di sana, sayuran yang berkualias bagus dijual untuk memasok kebutuhan resort dan beberapa tempat kuliner di Bintan Lagoi.

Sementara sayuran yang tidak layak makan, akan diberikan kepada satwa, termasuk Vina dan Rossi, yang membutuhkan 200 kg makanan per ekor setiap hari.

Seru kan berkunjung ke Safari Lagoi. So jangan lupa mampir ke sini kalau jalan-jalan ke Lagoi ya! (sri murni)

HAPPY PICNIC KELUARGA INDONESIA!