Seru-seruan Main Salju di Snow City Singapura

Berfoto di zona snow field di Snow City Singapura.

FILM anak-anak Frozen yang dirilis Walt Disney Pictures pada November 2013 lalu, memang telah menyihir fantasi anak-anak soal indahnya salju.

Bagi bocah-bocah yang tinggal di negara empat musim, melihat salju bukanlah barang aneh karena setiap tahun salju senantiasa turun dari langit.

Bermain ski, seluncuran dengan tobogganing, membuat boneka salju seperti Olav, adalah hal-hal yang sangat menyenangkan saat musim salju (winter) tiba.

Tapi bagaimana dengan anak-anak yang hidup di negara-negara tropis, seperti duo crucils, dimana hanya ada dua musim, hujan dan panas?

Rengekan ingin melihat salju inilah yang saya dapatkan dari duo crucils, Azka dan Kenzie, begitu selesai menonton Frozen di rumah.

Setiap hari yang diinginkan hanyalah salju, salju, dan salju. Berbagai cara dilakukan mulai dari rayuan sampai rengekan, dan tangisan (tapi tidak sampai menangis histeris) demi bisa merasakan salju.

Bagi anak-anak tropis, untuk melihat butiran-butiran es itu turun dari langit, pastinya mau tidak mau harus jalan-jalan ke negara empat musim di saat musim dingin.

Tapi, jika ingin sekadar merasakan bagaimana musim dingin dan melihat salju buatan, kini sudah banyak tersedia fasilitas snow city di sejumlah kota di negara-negara tropis.

Satu di antaranya ada di Singapura. Untungnya Singapura itu hanya berada di seberang Batam, yang bisa ditempuh hanya dalam waktu satu jam dengan feri.

Demi memenuhi hasrat duo crucils, pada 24 Desember 2015, saya bersama rombongan keluarga Tribun Batam (sekitar 36 orang), jalan-jalan ke Negeri Merlion untuk one day tour.

Tujuan utama kami adalah mengunjungi Snow City. Jadi begitu sampai Singapura, bus yang membawa kami langsung ke Snow City yang berlokasi di 21 Jurong Town Hall Road, Singapore 609433.

Tampak depan bangunan Snow City Singapura. Foto by menixnews.com

Dari Pelabuhan Harbour Front Singapura, jarak tempuhnya sekitar 30 menit. Uang masuk ke tempat wisata ini, ketika itu 18 dolar per orang atau sekitar Rp 180 ribu (kurs Rp 10 ribu).

Begitu sampai, sekitar pukul 10 pagi, kami langsung disambut oleh yang empunya tempat, Bapak  Norazani Shaiddin.

Tanpa mau membuang waktu, kami langsung bergegas ke meja tempat penitipan barang dan pengambilan perlengkapan musim dingin.

Di sana sudah disediakan jaket, celana, sepatu, dan sarung tangan, baik untuk anak-anak maupun dewasa. Pengunjung hanya perlu memilih sesuai dengan ukuran masing-masing.

Biasanya, uang masuk sudah termasuk perlengkapan tersebut, kecuali sarung tangan yang harus tambah uang sewa.

Jika tidak mau nambah uang sewa, baiknya membawa sarung tangan sendiri. Bagi yang membawa anak-anak, sebaiknya juga membawa sarung tangan dan topi salju agar tidak kedinginan.

Permainan 

Snow City ini merupakan taman salju indoor yang tetap buka sepanjang tahun, tidak perduli musim apapun. Pertama kali dibuka tahun 2000 dan kemudian direnovasi agar lebih bagus lagi pada 2007.

Saat ini, tersedia banyak permainan. Spot-spot fotonya juga beragam dan sudah bisa dinikmati sejak di luar arena salju.

Snow City Singapura. Foto by menixnews.com

Setidaknya ada lima zona yang bisa dinikmati para pengunjung, yakni:

1. Snow fun house

Tempat ini didesain dengan suasana pegunungan salju dengan beberapa dekorasi seperti rumah salju, beruang kutub, dan pohon-pohon cemara.

Tempat ini apik untuk berfoto dengan suasana seolah-olah sedang bertualang di pegunungan salju.

2. Arctic snow playground

Tempat dimana kita bisa merasakan bagaimana para Inuit hidup. Selain ada igloo, juga ada boneka salju besar yang ciamik untuk tempat berfoto.

3. Snow field

Snow Ciry Singapura. Foto by menixnews.com

Tempat ini sebagai gambaran sangkar Suki besar. Di sini pengunjung bisa belajar tentang fenomena Aurora Borealis.

4. Traditional Inuit’s Home 

Hampir sama dengan Arctic Snow Playground, di zona ini kita juga bisa merasakan bagaiman kehidupan Inuit di dalam rumah salju yang disebut Igloo.

Bedanya, dekorasi kehidupan Inuit di sini didesain lebih tradisional.

5. Arctic snow slide

Sesuai dengan namanya, di zona ini pengunjung bisa berseluncur sepanjang 60 meter menggunakan ban maupun tobogganing.

Zona ini bisa untuk anak-anak dan keluarga. Namun, untuk anak-anak minimal usia adalah 3 tahun.

Snow City Singapura. Foto by menixnews.com

Karena ketika itu si Kenzie baru berusia dua tahun lebih sedikit, saya dan dia tak bisa mencoba seluncuran ini. Hanya Azka yang berhasil mencicipi serunya berseluncur di atas salju tersebut.

Teknologi Salju Buatan

Snow City Singapura ini tidak begitu luas. Namun, di dalamnya memang telah didesain sebagai bangunan salju dengan ketebalan 400 mm.

Ada sekitar 150 ton salju yang menutupi dinding dan lantai gedung ini.  Dari informasi resmi yang saya baca, setiap minggu diproduksi 10 – 15 ton salju guna menjaga ketebalan salju di dalam ruangan agar tetap stabil.

Cara pembuatan saljunya begini:

1. Salju yang dibuat menggunakan teknologi tinggi sehingga bentuknya kristal seperti salju sesungguhnya. Salju ini dibuat dari air yang dibekukan dengan suhu yang sangat dingin, pastinya di bawah nol derajat.

2. Air yang sudah membeku, kemudian dihancurkan hingga menjadi butiran halus kristal dan ditembakkan menggunakan pistol salju besar ke dalam ruangan. Hasilnya seperti hujan salju beneran.

3. Saat proses penembakan, di dalam pistol salju terjadi pencampuran antara air beku dengan liquid nitrogen yang temperaturnya sangat dingin yakni -169 derajat celsius.

4. Formula pencampurannya adalah 1 ton air beku berbanding 1 ton liquid nitrogen, maka hasilnya adalah 1 ton salju.

Bebas Berfoto

Snow City Singapura. Foto by menixnews.com

Di dalam ruangan Snow City, pengunjung bebas berfoto-foto. Jika tidak membawa ponsel, di sana tersedia fotografer yang siap mengabadikan gaya kita.

Untuk jasa fotografernya, tidaklah bayar. Tapi jika ingin mencetaknya di konter pencetakan foto, dikenakan biaya 10 dolar untuk 3 foto.

Karena di dalam Snow City sangat dingin, biasanya pengunjung hanya bertahan sekitar 30 menit. Jika suda dingin, kita dibolehkan keluar kemudian bisa masuk kembali asalkan masih di areal dalam gedung.

Meskipun ini salju buatan, rasanya cukup ampuh untuk mengobati rasa penasaran anak-anak yang sangat ingin tahu tentang apa dan bagaimana salju itu sebenarnya. (sri murni)

HAPPY PICNIC KELUARGA INDONESIA!

Baca juga pengalaman traveling luar biasa ke penjuru dunia di blog sahabat saya, Ahmadi Sultan jokka2traveller.

Escape to The Snowy Mountains Australia: Excited Rasakan Salju Kali Pertama

Study Abroad will Change Your Perspective of Many Issues