• Home »
  • Bisnis »
  • 5 Hal Penting Soal Tabungan Emas Pegadaian untuk Investasi Pendidikan Anak

5 Hal Penting Soal Tabungan Emas Pegadaian untuk Investasi Pendidikan Anak

Azka dengan buku tabungan emasnya. Foto by menixnews.com

MEMILIKI crucils alias anak, mempersiapkan pendidikannya adalah menjadi satu di antara sederet hal penting yang kudu dilakukan orangtua zaman now.

Apalagi, biaya pendidikan semakin hari semakin mahal.

Meskipun dikatakan sekolah negeri gratis dari SD sampai SMA, tapi ternyata masih banyak embel-embel yang harus dibayar. Mulai dari uang seragam, uang buku, dan kegiatan ini-itu.

Apalagi kalau sekolahnya di swasta, widih yang pasti everything mush be paid ya!

Nah, kali ini saya ingin berbagi pengalaman cara mempersiapkan biaya pendidikan anak melalui Tabungan Emas di Pegadaian, baik yang konvensional maupun Syariah.

Saya tidak membahas persiapan pendidikan anak lewat asuransi pendidikan, karena saya punya pengalaman tidak menyenangkan dengan asuransi.

So, kali ini saya berbagi pengalaman yang menyenangkan ya!

Tulisan ini berdasarkan pengalaman saya punya Tabungan Emas Pegadaian Konvensional yang sudah saya lakoni sejak 2016 lalu.

Tabungan Emas Pegadaian

Sudah sejak kurang lebih tiga tahun ini Perum Pegadaian baik yang konvensional maupun syariah mengeluarkan produk Tabungan Emas.

Apa itu?

Prinsipnya sama dengan tabungan biasa hanya saja setiap uang yang kita setorkan diekuivalen atau disetarakan dengan nilai emas yang ada di saat kita menyetorkan uang.

Berikut hal-hal paling utama yang patut diketahui ketika hendak menabung di Tabungan Emas Pegadaian.

1. Buka tabungan dan setoran rupiah

Membuka Tabungan Emas sangat gampang, cuma bawa KTP dan fotokopinya ke cabang Pegadian terdekat, baik yang konvensional mapun yang syariah.

Dan, jangan lupa sekaligus bawa uangnya ya!

Jika tidak punya banyak uang, cukup bawa sekitar Rp 50 ribu untuk buka tabungan emas di Pegadaian konvensional (waktu saya nabung dulu minimal masih Rp 10.000).

Namun, untuk Tabungan Emas Pegadaian Syariah, saat ini setoran pertama sekitar Rp 150-an ribu.

Uang yang kita setorkan langsung dihitung ekuivalennya dengan emas sesuai harga emas batangan atau emas murni saat itu.

Jika di hari itu, harga emas per gramnya Rp 500 ribu, maka kita mendapatkan tabungan emas senilai 0,10 gram.

Di buku tabungan, akan tertera jumlah uang yang disetor dan ekuivalen emas yang didapat.

Seperti foto di bawah ini:

Contoh print buku Tabungan Emas Pegadaian konvensional. Foto by menixnews.com

2. Biaya tahunan murah hanya Rp 30 ribu

Tidak seperti tabungan biasa yang dikenakan biaya bulanan , tabungan emas biaya administrasinya setahun sekali yakni Rp 30 ribu.

Itu juga dipotong di akhir tahun, bukan di awal kita menabung.

Potongan biaya administrasi akan langsung diambil dari tabungan yang kita miliki.

Jika di hari pemotongan uang adm, ternyata saldo tidak mencukupi, secara otomatis rekening tabungan emas kita akan ditutup pihak Pegadaian.

3. Minimal menabung Rp5.000

Tabungan Emas Pegadaian, awalnya adalah untuk membantu rakyat kecil, khususnya kaum hawa, yang ingin memiliki emas tapi sulit mengumpulkan pundi-pundi untuk membelinya.

Sebab itu, dibukalah tabungan emas dengan nominal menabung sangat kecil yakni minimal Rp5.000 yang bisa disetor kapan saja.

Boleh setiap hari, seminggu sekali, sebulan sekali, atau kapanpun kita ingin.

Dengan uang Rp5.000, nasabah sudah mendapatkan emas seberat 0,01 gram jika harga emas per gramnya Rp 500 ribu.

4. Semuanya sesuai harga emas berjalan

Namanya tabungan emas yakni emas batangan atau emas murni, semua resiko baik keuntungan dan kerugian, tergantung dari harga emas berjalan.

Patut dicamkan bahwa, harga emas tidaklah tetap karena mengalami fluktuasi setiap hari. Tapi bila diakumulasikan, harga emas memang selalu naik setiap tahunnya dan tidak pernah turun.

Itu sebabnya, ketika kita menyetor uang untuk menabung bulan ini, bisa saja mendapati harga emas sedang naik sehingga uang yang biasa kita setorkan ekuivalennya tidak sama dengan berat emas bulan lalu.

Begitu juga jika emas sedang turun, maka ekuivalen emas yang kita dapatkan pastinya lebih besar.

5. Boleh tarik emas atau rupiah tapi tidak ada ATM

Ilustrasi emas batangan atau emas murni. Foto diambil dari satumediatv

Tabungan emas di Pegadaian ini merunut saya sangat fleksibel karena nasabah boleh narik kapan saja dengan syarat, tabungan emas minimal sudah mencapai 2 gram.

Untuk menarik tabungan emas tersebut, tidak harus dalam bentuk emas melainkan juga rupiah.

Namun, saat penarikan harus menggunakan buku karena tidak ada ATM-nya.

Penarikan bisa dimana saja di seluruh cabang Pegadaian selama nasabah membawa buku tabungan dan KTP.

Jika penarikan yang dilakukan berupa rupiah, maka jumlah rupiah tersebut akan diekuivalenkan dengan harga emas ketika itu.

Nantinya jumlah emas kita di tabungan akan berkurang.

Sebagai contoh: Saat ini saya memiliki 5 gram emas. Saya ingin menarik uang sebesar Rp 2 juta. Harga emas saat ini adalah Rp 500.000 per gram. Maka, untuk mencarikan uang Rp 2 juta, emas saya akan berkurang sebanyak 4 gram. Sehingga, nantinya sisa emas saya di tabungan tinggal 1 gram.

Nasabah juga bisa langsung menarik emasnya yakni berupa emas batangan bersertifikat ANTAM.

Untuk menarik emas batangan tersebut, dikenakan biaya pencetakan yang kurang lebih Rp 100 ribu satu cetakan.

Cetakan bisa memilih ukuran 5 gram atau lebih.

Tentu saja, harga emas ketika menarik dan ketika menabung tidak sama.

Semuanya tergantung fluktuasi harga emas murni ketika itu.

Pengalaman saya, ketika menarik harganya pasti lebih murah ketimbang saat menabung di hari yang sama.

Hal ini juga berlaku umum saat kita melakukan jual-beli emas baik murni maupun perhiasan.

Tips Cermat Mengatur Keuangan Keluarga di Masa Panceklik

Mengapa cocok untuk tabungan pendidikan anak?

Seperti saya sampaikan di atas, saya menabung emas di Pegadaian bukanlah karena ingin punya emas, melainkan cara bijak menabung untuk pendidikan anak. Alasannya:

1. Harga emas tidak pernah turun

Menabung untuk pendidikan anak adalah memerlukan jangka waktu panjang, bisa tahunan.

Apalagi jika anak-anak kita masih batita, tentu saja kita menabung bisa lima tahun bahkan lebih.

Karena jangka panjang, akumulasi harga emas tidak pernah turun melainkan terus melejit.

Sebagai contoh, saya mulai menabung emas sekitar 2016 lalu dengan harga satu gramnya sekitar Rp 573 ribu. Tahun ini, emas sudah naik menjadi kisaran Rp 640 ribu per gramnya.

Jika saya punya lima gram emas saja yang saya tabung 2016 lalu dengan nilai sekitar Rp 2,865 juta, maka tahun ini sudah berkisar Rp 3,2 juta.

Bisa dibayangkan, jika saya menabung sedikit demi sedikit untuk pendidikan anak saya di masa dia kuliah nanti (kurang lebih masih 16 tahun lagi), berapa besar kenaikan harga emas yang akan terjadi.

Bandingkan dengan ketika kita menabung uang di tabungan bank, uang Rp 2,865 juta yang saya simpan 2016 lalu, pastinya sampai tahun ini tidak akan bertambah, justru berkurang karena dipotong biaya administrasi yang tidak murah setiap bulannya.

Jika sebulan biaya administrasi sekitar Rp 10 ribu saja, uang saya sudah berkurang sebesar Rp 120.000.

Kan tabungan dapat bunga atau bagi hasil!

Anda bisa cek, berapakah bunga atau bagi hasil yang kita dapatkan ketika punya tabungan hanya kisaran Rp 2 jutaan? Saya yakin tidak akan sampai Rp 5.000 per bulannya.

Tentu saja bunga atau bagi hasil itu tidak sebanding dengan biaya administrasi yang dikeluarkan.

2. Tidak punya ATM

Namanya menabung, godaan untuk mengambilnya haruslah dikurangi.

Salah satunya adalah dengan mempersulit cara pengambilan dengan tidak adanya ATM.

Dengan begitu, simpanan kita akan aman karena kita tidak mudah mengambilnya, kecuali memang dalam keadaan terpaksa dan sangat membutuhkan.

3. Jauh dari riba dan murah administrasi

Contoh cover buku Tabungan Emas Pegadaian konvensional. Foto by menixnews.com

Meskipun saya menabung emas bukan di Pegadaian Syariah melainkan konvensional, saya yakin tabungan emas ini jauh dari riba.

Di sana tidak ada bunga melainkan hanyalah harga emas yang bisa naik dan bisa turun yang semuanya tergantung perdagangan di pasar emas.

Di samping itu juga sangat murah biaya administrasinya yakni Rp 30 ribu setahun.

Jika dirata-ratakan hanya Rp 2.500 sebulan. Bandingkan dengan biaya administrasi tabungan di bank yang sudah saya contohkan di atas.

Nah, Moms and Dads, silakan ditimang-timang dan ditimbang-timbang plus minus tabungan emas ini sebagai upaya menyisihkan uang sedini mungkin untuk persiapan biaya pendidikan anak-anak kita.

Semoga bermanfaat ya! (sri murni)

Baca juga ulasan saya tentang pengaturan keuangan dan investasi!

Pertimbangan Memilih Asuransi Sesuai Tujuan dan Kebutuhan