Nyamannya Sasono Punggowo, Komplek Pemakaman yang Jadi Tempat Wisata di Batam

Bangunan Pusara Ibu Rekaveny. Gak serem kan? Foto by menixnews.com

JIKA selama ini komplek pemakaman terkesan angker, seram, dan selalu dihindari banyak orang, tapi tidak Komplek Pemakaman Sasono Punggowo yang ada di Nongsa, Batam.

Komplek ini justru dijadikan tempat wisata keluarga yang nyaman dan asri. Nama lengkap tempat ini adalah Padepokan Sasono Punggowo. Di sini terdapat pusara Ibu Rekaveny Soerya, istri dari Bapak Soerya Respationo, mantan Wakil Gubernur Kepri yang biasa disapa Romo atau Kilurah.

Saya bersama suami dan duo crucils menyempatkan diri untuk melihat kenyaman Sasono Punggowo pada Minggu (2/4/2017) lalu. Kami tidak sendiri, melainkan berbarengan dengan lima awak Blogger Kepri, dan puluhan fotografer dari komunitas fotografi di Batam.

Bertemu dengan Kilurah (tengah baju kaos abu-abu) di pendopo. Foto by menixnews.com

Saat kedatangan kami, Romo juga sempat menemui di pendopo terbuka. Dalam bincang-bincang singkat, dia berpesan bahwa;

  1. Tempat ini terbuka untuk umum dan siapa saja boleh menikmatinya, asalkan menjaga kebersihan serta tidak merusak tanaman yang ada di sini. Jika satu tanaman rusak, maka dia wajib mengganti tiga tanaman yang sama.
  2. Untuk pengunjung individual atau keluarga dipersilakan datang, berziarah, dan menikmati suasana padepokan, tetapi jika ada kelompok masyarakat, organisasi, atau komunitas yang ingin melaksanakan kegiatan di sini seperti pertemuan, outbound, camping, dll, diharapkan untuk memberitahu terlebih dahulu agar jadwal tidak bentrok.

Lokasi Sasono Punggowo

Padepokan Sasono Punggowo terletak di Kampung Sambau, Nongsa, yang jaraknya sekitar 30 menit mengendarai mobil dari pusat bisnis Nagoya. Ancar-ancarnya, dari simpang tiga lampu merah Batu Besar, belok ke kiri, lurus sampai menemukan simpang tiga, kemudian belok kiri arah Sambau atau kuburan Tionghoa atau Cina.

Simpang tiga, ke kiri arah Sambau atau kuburan Tionghoa/Cina. Foto by sugianto.

Dari sini, lurus saja sampai menemukan simpang dua yang sebelah kirinya terdapat dua tower berwarna biru-putih dan merah-putih, kemudian belok kiri. Dari simpang dua ini, hanya 50 meter sebelah kiri ada pagar warna merah dan di situlah pintu masuk ke Sasono Punggowo. Di depan komplek ini merupakan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sambau.

Mini Zoo dan Burung Kasuari

Burung Kasuari. Foto by menixnews.com

Komplek Sasono Punggowo ini luasnya sekitar empat hektare dan berpagar warna merah di sekelilingnya. Masuk ke kawasan ini memang terasa rindangnya. Sarana jalan di dalam komplek sudah bagus dan beraspal. Mobil dan motor pun bisa parkir di dalam komplek.

Di sini, tumbuh beragam jenis flora mulai dari pohon-pohon yang berukuran besar sampai beragam bunga. Di sini juga terdapat pohon weeping tea tree yang dimpor langsung dari New Zealand, kata seorang pengurus Padepokan Punggowo, Pak  Ariyanto. Weeping tree ini jika sudah besar, pohonnya memang cantik dan berdaun rindang. Pohon ini merupakan rumah bagi sejumlah jenis burung dan serangga.

Asyiknya lagi, kontur tanah di sini berbukit-bukit. Bangunan maupun tanaman yang ada di sini diletakkan sesuai kontur. Tidak ada yang diubah sehingga pengunjung lebih tertangtang saat mengelilinginya.

Selain lingkungannya yang asri, di sini ada mini zoo yang membuat para crucils jadi excited dan semangat sekali berwisata di sini.

Mini zoo-nya memang belum mempunyai banyak koleksi tetapi sudah sangat menyenangkan. Banyak jenis unggas ada di sini, seperti seekor Burung Kasuari yang merupakan unggas terbesar kedua di dunia setelah Burung Unta. Tingginya itu hampir 1 meter.

Lihat aksi kasuari dan ayam kalkun di sini!

Di samping kandang kasuari, ada satu keluarga Ayam Kalkun yang juga berukuran cukup besar, lengkap dengan induk jantan, betina, dan empat anak mereka. Jika didekat, dua induk ayam ini merasa terancam dan marah. Karena marahnya, mereka mengembangkan semua bulu-bulu termasuk ekor panjang yang menjadikan mereka  lebih cantik dan memesona.

Tidak jauh dari kedua kandang itu, terdapat banyak kandang yang berisikan beragam jenis unggas lainnya, di antaranya: burung kakatua hitam dan putih, ayam Bangkok, ayam kate, dan lainnya.

Di dekat kandang ini juga ada seekor monyet yang dirantai panjang dan seekor anakan macan akar serta seekor kelinci.

Ini memang tempat yang cocok sebagai laboratorium belajar anak-anak mengenal junis flora dan fauna. Ke depannya, jenis hewan akan ditambah seperti rusa dan lainnya.

Kolam dan Taman Hidroponik

Puas bermain dengan para unggas, pengunjung bisa menikmati angin sepoi-sepoi sambil duduk di pinggiran kolam. Ini adalah kolam ikan yang cukup luas. Di sini juga ada rakit yang bisa dipakai.

Di kawasan kolam ini, ada dibuat khusus untuk habitat bebek, entok, dan angsa. Ada pagar sederhana yang membatasi antara kolam dan kandang unggas tersebut. Kita bisa melihat lucunya tingkah laku para unggas itu dari pinggiran kolam.

Kandang bebek, entok, dan angsa. Foto by menixnews.com

Yang tidak kala menarik, tidak jauh dari kolam terdapat taman hidroponik. Di dalamnya ada beragam jenis sayuran yang tumbuh subur di antaranya selada hijau dan merah yang jarang kita temukan. Ada pula kangkung dan bayam. Taman ini sangat cocok bagi anak-anak dan kita yang ingin belajar tentang bercocok tanam dengan hidroponik.

Fasilitan Umum

Komplek Sasono Punggowo ini memang terbilang lengkap. Selain landscape-nya yang sudah rapi, di sini fasilitas umumnya juga terjaga.

Bagi yang ingin beristirahat dan duduk santai sambil berbincang, disediakan sebuah pendopo terbuka yang cukup luas dan semliwir. Selain itu, ada dua toilet untuk pria dan wanita yang sangat memadai dan desainnya pun cukup apik.

Di sini, juga terdapat beberapa rumah peristirahatan untuk para pengurus Punggowo seperti rumah Ki Lurah alias Romo, rumah Carik atau sektretaris Bapak Sulistyana, dan rumah besar yang biasanya bisa digunakan bagi anggota Punggowo.

 


Menurut Pak Soerya, Pedepokan Sasono Punggowo ini baru selesai 40 persen. Ke depannya akan terus diperbaiki sampai menjadi sebuah padepokan yang diimpikan, termasuk tersedianya tempat kuliner.

Makam Ibu Rekaveny

Tidak jauh dari rumah peristirahatan Kilurah, terdapat bangunan makam Nyilurah atau Ibu Rekaveny, istrinya. Makam ini memang cukup luas dengan desain yang tidak menyeramkan. Pusaranya dibuat apik dengan tumpukan batu kerikil di atasnya.

Di samping pusara ada sebuah kendi berisi air dan gayung panjang untuk ritual siraman pusara. Sekeliling makam di buat taman. Para peziarah pun bisa duduk di areal makam karena berlantaikan marmar yang mengkilat dan diberi atap yang high ceiling. Di dekat pusara juga terdapat meja lengkap dengan busa untuk duduk di atas lantai.

Mengapa harus ada makam di komplek ini?

Menurut Pak Ariyanto, secara spiritual memang lebih baik jika sebuah padepokan memiliki makam. “Makanya setelah rembukan, kami memilih Nyilurah dikebumikan di sini dan nantinya orang-orang tertentu juga akan dikebumikan di sini. Kami menyiapkan 500 meter persegi khusus untuk makam,”katanya.

Berfoto bersama Kilurah (tengah baju abu-abu) dan Pak Ariyanto (paling kanan).

Berikut adalah profil Bapak Soerya Respationo dan alm Ibu Rekaveny yang biasa disebut  Ki Lurah dan Nyilurah dalam perkumpulan Punggowo.

Nama lengkap : Dr. HM Soerya Respationo, SH.MH

Pekerjaan dan Organisasi:

  1. S/d 1996 karyawan swasta
  2. 1982 s/d sekarang advokat
  3. 2004 s/d 2006 Aakil DPRD Kota Batam
  4. 2006-2009 Ketua DPRD Batam
  5. 2009-2010 Ketua DPRD Kepri.
  6. 2010 s/d 2015 Wakil Gubernur Kepri
  7. 2004 s/d sekarang dosen Uniba Pasca Sarjana, magister hukun UNIBA
  8. 2002 s/d sekarang Ketua DPD PDIP Kepri
  9. Ketua organisasi Taekwondo  dan banyak yg lain semisal pembina Tarung Drajat, Ketua Alumni UGM (Kagama ) dan Ki Lurah Punggowo
  10. Membuka firma hukum Respati dan rekan ( RR law firm )

Nama Lengkap : Dra Hj Rekaveny (alm)

Pekerjaan dan Organisasi :

  1. Dua periode 2099 s/d 2014 dan 2015 2019 anggota DPRD Kota Batam
  2. Ketua Fraksi PDIP Kota Batam
  3. Mengetuai beberapa majelis taklim, beberapa organisasi perempuan, organisasi sosial kemasyarakatan.
  4. Sampai wafat menjabat sebagai Ketua Alumni UI ( iluni )
  5. Memdapatkan tanda jasa Satya Lencana dari Presiden RI di bidang sosial kemasyarakatan pada 2014. (sri murni)

HAPPY PICNIC KELUARGA INDONESIA!