Hi Ladies, Sudah Tes Pap Smear? Gratis Kok ! Ini Pengalaman Saya

KEMATIAN artis dangdut ibukota, Julia Perez (Jupe), memberikan kontribusi kesadaran bagi kaum wanita akan bahaya kanker serviks atau kanker leher rahim yang menyerang sang penyanyi itu.

Saya pun termasuk seseorang yang buru-buru menyadari pentingnya memeriksakan diri agar terhindar dari penyakit yang banyak mendera kaum hawa tersebut.

Bagaimana cara menghindarinya? Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengikuti tes pap smear di laboratorium kesehatan atau rumah sakit terdekat. Tes ini berfungsi sebagai deteksi dini terhadap keberadaan virus human papilloma (HVP) tipe resiko tinggi yang menyebabkan kanker serviks.

Apalagi sekarang sedang ada program gratis pap smear bagi pemegang kartu BPJS Kesehatan di Laboratorium Klinik Prodia. Di Batam, labor ini beralamat di Ruko Mahkota Raya, Batam Centre.

Resepsionis Klinik Prodia di Batam Centre. Foto by menixnews.com

Pada Jumat, 7 Juli 2017 lalu, saya memutuskan untuk mengikuti tes yang penting ini. Saya juga terinspirasi dari seorang teman blogger bernama Mbak Annisa yang sudah melakukan hal serupa sebelum saya.

Syarat utama yang harus dibawah adalah foto kopi KTP dan kartu BPJS masing-masing satu lembar. Namun, sebelum benar-benar mengikuti tes, saya dan siapapun wanita yang ingin tes pap smear harus memastikan memenuhi syarat medis lainnya yakni :

1. Tidak dalam keadaan menstruasi. Paling baik tes dilakukan lima hari setelah mens berhenti.

2. Tidak melakukan hubungan seksual dua hari sebelum tes.

3. Tidak melalukan pembilasan vagina dengan berbagai macam cairan kimia apapun dalam 24 jam sebelum tes.

4. Tidak menggunakan obat-obatan yang dimasukkan ke dalam vagina dalam 48 jam sebelum tes.

5. Tes ini sangat dianjurkan bagi wanita yang pernah berhubungan seksual atau mengalami masalah dengan daerah kewanitaan, misalnya keputihan dan lain-lain.

Jujur saja, saya memang tidak memiliki masalah kesehatan, khususnya di daerah kewanitaan. Namun, karena saya sudah menikah, tidak ada salahnya melakukan tes pap smear untuk deteksi dini HPV.

Dari referensi yang saya baca, wanita menikah memang dianjurkan untuk tes pap smear secara rutin setahun sekali. Menurut saya, ini menguntungkan wanita apalagi difasilitasi BPJS, sehingga kita tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Yang perlu dilakukan hanyalah datang ke labor.

Teknis Pemeriksaan

Sesampainya di Prodia, saya melapor ke resepsionis. Ada beberapa petugas  di sana dan mereka ramah dalam melayani. Setelah saya memberikan foto kopi KTP dan kartu BPJS Kesehatan, saya diberikan formulir data diri dan data kesehatan yang wajib diisi. Jika bingung mengisinya, tanya saja dengan petugas di sana.

Setelah mengisi formulir, saya dipandu untuk naik ke lantai dua. Di sana ada beberapa ruangan pemeriksaan. Dan saya disuruh masuk ke ruangan bagian tengah. Karena saya membawa duo crucils, Azka dan Kenzie, terpaksa keduanya tinggal di ruang tunggu yang ada di lantai dua. Tidak perlu khawatir, karena ada petugas yang menjaga mereka.

Saya masuk sendiri ke ruang pemeriksaan bersama seorang petugas klinik (perempuan). Ruangannya tidak terlalu besar dan hanya ada satu tempat tidur. Dia menanyakan kepada saya untuk memastikan bahwa saya benar-benar memenuhi persyaratan medis (seperti yang saya utarakan di atas) sebelum melakukan tes pap smear.

Setelah semuanya OK, saya diminta untuk membuka pakaian dalam agar bisa dilakukan pemeriksaan. Saran saya, alangkah baiknya mengenakan rok panjang sehingga lebih praktis.

Kemudian, sang petugas meminta saya untuk berbaring dan menekuk lutut, layaknya pemeriksaan kehamilan. Karena saya sudah dua kali mengandung dan melahirkan, jadi tidak merasa canggung lagi.

Tak lama berselang, petugas meminta saya untuk menarik nafas dan dia memasukkan alat (seperti  korek kuping atau cotton bud dengan batang yang lebih panjang) ke dalam saluran leher rahim melalui vagina. Ini dilakukan guna mengambil contoh cairan yang ada di leher rahim tersebut. Prosesnya sangat cepat, hanya sekitar 10 detik.

Ilustrasi alat yang digunakan saat mengambil cairan dalam saluran rahim.

Kemudian, sang petugas menggoreskan atau memulaskan (slide) alat yang terdapat cairan dari dalam vagina ke selembar kaca objek yang kemudian akan diuji di laboratorium. Selebihnya, alat yang digunakan tadi dibuang ke tempat sampah.

Setelah itu, ya sudah tes pap smear kelar dilakukan. Saya memperkirakan berada di dalam ruangan pemeriksaan tidak sampai tiga menit.

Pap Smear Konventional vs SSBC

Nah, apa yang dilakukan petugas labor tadi merupakan cara pap smear konvensional yang memang menjadi standard pemeriksaan BPJS Kesehatan.

Kini ada tes pap smear terbaru yang disebut sistem sitologi serviks berbasis cairan (SSBC). Bedanya dengan tes yang konvensional adalah:

1. Metode konvensional menggunakan pemeriksaan slide (pulasan) sehingga hanya sebagian sel yang tertampung, sementara sisanya terbuang. Sedangkan SSBC menggunakan metode cairan dimana semua sel yang di ambil dari dalam vagina dimasukkan semua ke dalam cairan sehingga tidak ada yang terbuang. Dengan demikian, metode SSBC akan lebih banyak bisa mendeteksi kondisi macam-macam sel dalam leher rahim, sementara metode konvensional, hanya sedikit sel yang bisa terdeteksi.

2. Metode konvensional gratis dari BPJS Kesehatan, sedangkan SSBC harus bayar sendiri. Tarifnya sekitar Rp 400 ribuan.

Perbedaan pap smear konvensional dengan SSBC. Repro dari selebaran Prodia.

Soal kedua metode ini, saya sempat menanyakan kepada petugas labor. Kesimpulannya, jika kita merasa tidak ada masalah dengan daerah kewanitaan, tes konvensional sudah memadai. Namun, jika merasa ada yang tidak beres maka metode SSBC patut dicoba.

Hasil Tes Pap Smear

Setelah tahapan tes selesai, saya kembali ke meja resepsionis. Tidak ada yang penting sebenarnya, hanya berpamitan dan menanyakan kapan hasil tes bisa diambil.

Petugas memberitahu bawa hasil tes akan selesai dalam satu pekan mendatang. Jika sudah bisa diambil, pihak mereka akan mengirimkan SMS pemberitahuan.

Karena kesibukan DLL, saya baru sempat mengambil hasil tes tersebut setelah lebih dari dua pekan. Di hadapab resepsionis, hasilnya saya buka dan Alhamdulillah semuanya dalam kondisi baik tanpa ditemukan adanya sel-sel yang upnormal.

Saya pun disarankan untuk melakukan tes pap smear tahun depan.

Nah ladies, gemana gampang kan tes pap smear itu dan tidak ribet, juga tidak lama. Apalagi sekarang sedang gratis sampai akhir Desember 2017 nanti. Tunggu apalagi, yuks kita deteksi sel kanker serviks sedini mungkin. Para suami juga kudu mendukung istri untuk melakukan hal ini. Be Women Be Smart! (sri murni)