Tips Asyik Bikin Mainan Sendiri untuk Anak Sensitif di Hari Ramadan

Azka dan Kenzie bermain dengan popsicle sticks. Foto by menixnews.com

Bunda, apakah Anda mengenali tipe-tipe putra-putri Anda? Jika tipe anak Anda adalah tipe sensitif yang memiliki perasaan sangat halus seperti anak saya, saya ingin share pengalaman menerapkan pola asuh dan mainan apa yang cocok untuknya.

Apalagi di saat Ramadan seperti ini, tentunya anak-anak yang sudah belajar berpuasa seperti anak saya, membutuhkan mainan yang bermanfaat sehingga mereka bisa melewati waktu puasa tanpa merasa haus dan lapar yang terlalu. Tips ini berdasarkan apa yang saya terapkan sehari-hari.

Saya mempunyai duo crucils (anak), Azka (6,4) dan Kenzie (3,9). Mereka adalah dua karakter yang berbeda. Si kakak sangat sensitif sedangkan si adik cuek bebek. Nah, saya baru menyadari sepenuhnya kalau my oldest lady itu bertipe sangat sensitif ketika ada kejadian Senin (5/6/2017) malam lalu.
Gaya komunikasi my oldest lady malam itu mulai berubah dan mengejutkan saya. Dia mengirimkan pesan di buku catatannya via si adik. Dia menulisnya di kamarnya dan meminta si adik memberikannya kepada saya yang sedang baring-baring di kamar saya. Isinya lumayan mengejutkan karena menggambarkan isi hatinya.

Surat Kakak Azka untuk Mama yang membuat si Mama terkejut. Foto by menixnews.com

“Mama, kakak gak jadi juwalan di sekolahan, juwalan buku karena mama marahin kakak. Mama tidak sayang kakak. Mama suka marahin kakak.” 
Awalnya, si Mama kira itu catatan  latihan menulis yang biasa dia lakukan. Begitu menerima cacatan itu, saya langsung membacanya keras-keras seperti biasa. Hanya saja, setelah saya baca, kok di dua kalimat terakhir agak janggal. Lalu, saya memanggil kakak dari kamar. Eh, gak tahunya si kakak sudah menangis di kamarnya.
Cepat-cepat saya, suami, dan adik menghampiri kakak di kamarnya dan memeluk kakak yang sedang berderai air mata. Saya pun pelan-pelan menanyakan kepadanya :
Mama: “Kok Kakak nangis, sayang? Kan mama gak ada marahin kakak? Kan mama sayang kakak.”
Kakak: ” Tadi Mama marah-marah nyuruh Kakak buang ingus.”
Mama: “Ya Allah, Kakak… Mama minta maaf ya. Mama gak marah, mama cuma kasih tahu tadi kalau ada ingus harus cepat dibuang, jangan ditahan-tahan. Kakak… Mama minta maaf ya. Kakak maukan maafin mama…?”
Si kakak awalnya geleng-geleng dan meringkuk di pelukan papanya.
Mama: “Kakak, mama kan sayang kakak. Masa kakak gak mau maafin mama.”
Kakak akhirnya mengangguk dan mau diajak tos mamanya.
Malam itu saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Memberikan pengertian kepada oldest lady yang sensitif ini memang kudu lembut dengan intonasi suara yang juga harus sangat lembut.
Ya Allah…. Ternyata malam itu suara saya kurang lembut saat meminta si Kakak buang ingus. Gegara intonasi suara saya, di kamar si kakak sesenggukan nangis kayak dianiaya.
Nah Bunda, dari pengalaman itu, mungkin Anda sudah bisa mendapatkan satu pelajaran bagaimana menghadapi anak sensitif. Anda harus berbicara dengan penuh kelembutan. Anak sensitif itu mudah diberitahu, tidak harus marah-marah apalagi sampai melakukan kekerasan fisik.
Pengalaman saya, saat anak berbuat kesalahan pun, kita hanya perlu memberitahu dan menjelaskan kepadanya mengapa yang dia lakukan itu keliru dengan memberikan alasan-alasan yang bisa diterima akal. Anak tipe sensitif memiliki kecerdasan akal dan emosional yang sangat baik.
Membuat Mainan Sendiri di Bulan Ramadan
Dunia anak-anak adalah bermain. Sebagai orangtua, tugas kita adalah mengarahkan anak-anak agar bermain secara cerdas dan sehat. Karena saya memiliki tipe anak yang sensitif, saya dan suami perlu mengarahkan kegiatan bermain yang positif dengan memanfaatkan kehalusan perasaan tersebut. Salah satunya adalah dengan membuat mainan sendiri yang berhubungan dengan keterampilan.
Membuat mainan sendiri saat Ramadan, tentu sangat berguna baginya sebagai pemanfaatkan waktu berpuasa. Karena asyik membuat mainan, rasa haus dan laparnya pun menjadi tidak kerasa.
Salah satu mainan yang kami buat bersama adalah menggunakan wooden popsicle sticks atau biasa disebut palet kecil atau stick ice cream. Kayu ini bisa digunakan untuk membuat banyak bentuk, seperti rumah-rumahan, kursi taman, tempat tidur, dan lainnya. Apapun yang dibuat, membutuhkan stick dengan jumlah yang berbeda-beda.  Panjang stick ini juga bervariasi, tergantung kebutuhan.
Bentuk yang paling sederhana yang bisa dibuat adalah kursi taman. Kursi ini, kalau sudah jadi, bisa digunakan sebagai tempat duduk boneka kesayangan anak-anak kita.
Langkah-langkah membuat kursi taman :
1. Siapkan 40 batang wooden popsicle sticks yang berukuran 11,5 cm
2. Siapkan lem hot melt glue stick lengkap dengan temp glue gun-nya.
3. Potong 2 stick menjadi 2 sehingga dapat empat stick untuk kaki kursi
4. Jepitkan kaki-kaki kursi dengan dua stick yang masih utuh di bagian bawah, baik sisi kiri dan kanan, lalu rekatkan dengan lem.

Cara menjepitkan kaki kursi dan tulang penyangga, serta menyusun alas kursi. Foto by menixnews.com

5. Jepitkan pula dua stick kanan dan kiri di ujung belakang dua stick tadi yang berfungsi sebagai tulang sandaran kursi
5. Susun 10 stick di atas dua stick tadi hingga membentuk alas duduk.
6. Susun 10 stick di depan tulang penyangga kursi, hingga membentuk penyangga.
7. Rekatkan setiap susunan stick dengan glue stick.
8. Kursi taman pun selesai dibuat dan bisa langsung untuk bermain para crucils.

Kakak Azka tidak sabar bermain boneka bersama kursi tamannya yang belum selesai. Foto by menixnews.com

Demikian sharing membuat mainan sederhana anak dari wooden popsicle sticks yang sangat bermanfaat untuk mengasah keterampilan dan kesabaran putra-putri kita, terutama bagi anak-anak yang bertipe sensitif. Tipe mainan ini juga sangat aman karena tidak tajam dan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya.
SELAMAT BERMAIN KELUARGA INDONESIA
NB: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.