Tips Cerdas Saat Belanja di Harbolnas 2017 dan Anti-Kalap

EHMMM…. Tidak terasa ya Moms and Dads, waktu begitu cepat berlalu dan kita sudah masuk di penghujung tahun 2017.

Rasanya baru kemarin saja merayakan malam tahun baru 2017, eh sudah akan merayakannya lagi bulan depan.

Ngomong-ngomong soal akhir tahun, satu even yang tidak bisa dilewatkan begitu saja adalah hadirnya Hari Belanja Online Nasioal atau Harbolnas 2017.

Harbolnas ini, biasa juga disebut dengan 1212. Angka double 12 ini memiliki sejarah tersendiri bagi Harbolanas.

Angka 12 pertama diartikan sebagai bulan 12 atau December. Angka 12 kedua merujuk pada tahun 2012, waktu kali pertama Harbolnas diadakan di Indonesia.

Jadi deh setiap tahun Harbolnas selalu digelar pada bulan 12 atau Desember.

Awalnya sih, Harbolnas itu cuma diikuti tujuh tokoh online terbesar di Indonesia yakni ZALORA, LAZADA, BerryBenka, PinkEmma, Bilna, Traveloka, dan Luxola.

Tapi tahun ini, peserta Harbolnas lebih dari 200 toko online karena memang e-commerce di Indonesia berkembang cukup pesat dan jumlahnya banyak sekali.

Dengan banyaknya tokoh online yang ikutan Harbolnas, tentu saja menjadi surga belanja bagi kita.

Sebab, akan sangat banyak produk yang ditawarkan dengan beragam iming-iming promo diskon lebih dari 50 persen, bonus point, cash back, cicilan nol persen, sampai gratis ongkos kirim (ongkir) dan bayar di tempat alias COD (cash on delivery).

Harbolnas memang kesempatan untuk mendapatkan segala barang yang diinginkan dengan harga dan layanan istimewa.

Namun, Moms and Dads patut dicamkan bahwa Harbolnas kudu dihadapi dan di manfaatkan secara bijaksana.

Satu hal yang tetap harus dikendalikan adalah nafsu agar tidak khilaf apalagi kalau dalam berbelanja.

Mengahapi Harbolnas yang akan berlangsung pada Desember nanti, saya ingin berbagi tips agar belanja tetap sehat dan tidak menguras kantong.

1. Inventarisir Barang yang Perlu Diganti

Menginventarisir barang yang perlu diganti sangat penting sehingga yang dibeli adalah memang barang yang diperlukan bukan sekadar diinginkan.

Cara menginventarisirnya adalah dengan melihat dan mengalisis secara seksama kebutuhan pribadi maupun keluarga.

Misalnya, jika blender sudah tidak layak pakai, maka perlu dimasukkan dalam daftar barang yang harus diganti.

Kalau masih dalam kondisi bagus, ya gak usah dibeli meskipun ada blender yang dijual dengan harga promo.

Contoh lainnya, jika baju kerja sudah lusu, layak untuk mengganti koleksi, sehingga Moms and Dads juga bisa menikmati busana baru untuk ke kantor.

2. Prinsip One in One out

Moms and Dads, sering gak beli sesuatu tapi ternyata yang dibeli adalah barang yang tidak dibutuhkan melainkan hanya memenuhi nafsu mata?

Ternyata setelah sampai rumah, barang tersebut hanya menumpuk di lemari atau bahkan di gudang tanpa pernah digunakan.

Saya dulu sering begitu. Tapi sekarang saya gunakan prinsip one in one out.

Apa maksudnya tu? Maksudnya adalah, jika ingin beli dan ganti barang di rumah, maka barang lama kudu dikeluarkan, termasuk pakaian.

Sehingga, jumlah barang di rumah tetap sama dan tidak membuat tumpukan barang yang ternyata tidak digunakan.

Pengeluaran barang dari rumah bisa dilakukan dengan cara memberikan barang tersebut secara cuma-cuma kepada orang membutuhkan. Hitung-hitung bersedekah dan beramal.

Bisa juga dengan menjualnya kembali, dengan catatan selama barang masih layak jual.

Pilihan terakhir adalah dengan memberikan atau menjualnya kepada tukang barang bekas.

Di kampung saya (Tebing Tinggi, Sumut) biasanya dijual ke tukang butut. Di Batam disebut tukang kara-kara yang selalu lewat depan rumah.

Jika memang sudah tidak layak jual, ya sudah menang waktunya untuk ditempatkan di tong sampah.

3. Manfaatkan Diskon dan Segala Kemudahannya

Seperti yang saya sampaikan di atas bahwa selama Harbolnas akan ada banyak diskon dan segala kemudahannya maka mafaatkanlah semua itu secara maksimal.

Agar Moms and Dads mendapatkan harga paling ideal, memang harus rajin searching dan membandingkan barang yang akan dibeli di sejumlah toko online.

Cara ini memang agak memakan waktu, tapi hasilnya juga akan lebih memuaskan.

Jangan lupa untuk membaca review tentang kualitas produk dan layanan toko-toko online.

Salah satu toko online yang wajib dilihat adalah Zalora karena begitu banyak tawaran diskon dan kemudahan berbanja saat Harbolnas nanti.

4. Bikin Budgeting

Poin keempat ini jangan sampai tidak dilakukan.

Bikin budgeting atau anggaran pengeluaran terhadap barang-barang yang akan dibeli.

Tujuannya, agar Harbolnas tidak sampai membuat pengeluaran Moms and Dads lebih besar pasak daripada tiang yang akhirnya mengganggu stabilitas keuangan keluarga.

Nah, Moms and Dads mulai dari sekarang ni sudah bisalah lihat-lihat barang di rumah yang perlu diganti dan membuat daftar lengkap dengan anggarannya.

Begitu Harbolnas tiba, tinggal serbu! Selamat berbelanja ya keluarga Indonesia. (Sri Murni)