Tips Hemat dan Cerdas Saat Backpacker-an Bawa Family ke Malaysia

Berempat di bawah Twin Tower, KL.

Berempat di bawah Twin Tower, KL.

KEMARIN, saat arisan temen-temen kantor, eh saya ‘diwawancara’ oleh satu di antara istri teman. Pertanyaannya, seputar sharing pengalaman bawa keluarga liburan murah meriah pakai joss… alias backpacker-an ke Malaysia.

Saat sharing kemarin, ceritanya memang tidak komplit karena (tahu sendiri kan kalau menceritakan pengalaman itu pasti panjang x lebar x tinggi) banyak gangguan (ya namanya juga arisan, bising plus banyak crucils).

So, biar sharing experiences-nya lengkap dan bisa dibaca khalayak ramai, saya paparkan saja disini semuanya, mulai dari keberangkatan (urusan kapal dan imigrasi), transportasi di Malaysia, sampai urusan penginapan dan kembali lagi Batam.

(Kalau tentang persiapan keberangkatan bisa dibaca disini)

Sebagai informasi, saya berangkat ke Malaysia bersama duo crucils, Azka (5,9) dan Kenzie (3,3) pada 30 November 2016. Sementara sang PAPA menyusul beberapa hari kemudian. Informasi harga tiket dan lain-lain hanya saya gambarkan untuk kami bertiga.

YUK kita bedah satu per satu :

  1. KAPAL dan IMIGRASI DI BATAM. Ada dua pilihan pelabuhan yang menyediakan kapal tujuan Batam-Johor Baharu yakni Pelabuhan Batam Centre dan Harbour Bay, Jodoh. Kalau di Batam Centre, tersedia tiga operator kapal dengan frekuensi keberangkatan hampir 30 menit sekali. Sementara di Harbour Bay, hanya satu operator yakni Marine Hawk dengan frekuensi yang lebih jarang, kurang lebih satu kali dalam satu jam. Saat berangkat, saya memilih dari Harbour Bay karena dekat rumah (saya tinggal di Bengkong) plus harganya lebih murah. Jam keberangkatannya juga tidak berbeda dengan Batam Centre yakni jam 8.00 WIB.

Sebagai perbandingan:

  • Tiket kapal dari Batam Centre ke Pelabuhan Stulang Laut Johor Baharu PP Rp 295 ribu belum termasuk seaport tax Batam Rp 65.000 dan seaport tax Johor untuk pulangnya RM 16 (sekitar Rp 48.000, kurs Rp 3.000). Harga tiket dari pelabuhan ini disamakan baik dewasa maupun anak-anak, kecuali bayi 0-2 tahun yang tidak perlu beli tiket hanya membayar seaport tax. Karena saya berangkat bertiga, pengeluaran untuk tiket dan seaport tax Rp 1.224.000 atau Rp 408.000 per orang. (Catatan: harga ini hanya berlaku untuk pembelian di agent. Sementara di konter pelabuhan harganya lebih mahal).
  • Sementara tiket kapal dari Harbour Bay PP hanya Rp 285.000 untuk dewasa, sudah termasuk seaport tax Batam Rp 65.000 tetapi belum termasuk seaport tax Johor Rp 48.000. Untuk dou crucils, tiketnya mendapat diskon menjadi Rp 240.000 per orang dengan ketentuan sama. Jika ditotal, pengeluaran saya bertiga hanya Rp 909.000 (Lumayan kan bedanya Rp 300 ribu lebih untuk keperluan lainnya). (Catatan: untuk tiket dewasa bisa dibeli di agen-agen Marine Hawk, sementara untuk tiket anak-anak harus dibeli di konter Marine Hawk yang ada di Harbour Bay. Tiket anak-anak bisa kita pesan via WA sekaligus check-in nya. Pembayaran tiketnya bisa dilakukan saat ambil boarding pass sesaat sebelum berangkat. Jadi tidak perlu repot-repot dua kali ke pelabuhan.
Tiket Marine Hawk

Tiket Marine Hawk

Setelah mendapatkan tiket, langsung saja check in via WA ke nomor custumer service 082384430711. Operatornya sangat friendly and helpful. So, yang perlu saya lakukan hanyalah kirim foto paspor kami bertiga via WA.

Pagi-pagi, sekitar 30 menit sebelum berangkat, saya ambil boarding pass dan tiket duo crucils di konter Marine Hawk yang ada di pelabuhan. Di saat itu juga saya bayar cash (dan di konter ini hanya menerima cash) tiket duo crucils sebesar Rp 480.000.

Setelah itu, langsung menuju x-ray barang, konter imigrasi, dan kapal. Bye…Bye… Batam…. (lamanya perjalanan kurang lebih dua jam)

  1. DI PELABUHAN STULANG LAUT, JOHOR BAHARU. Setelah dua jam naik Marine Hawk, kapal bersandar di Pelabuhan Stulang Laut. Saya dan crucils langsung keluar dan menuju ke dalam bangunan pelabuhan. Untuk menuju imigrasi, kita harus naik lift ke lantai dua, kemudian ke kiri. Disanalah konter Imigrasi terletak. Karena weekday, jadi tidak ramai, bahkan hanya ada lima orang penumpang kapal.
Kakak Azka dan Adek Kenzie di Pelabuhan Stulang Laut, Johor Baharu, Malaysia.

Kakak Azka dan Adek Kenzie di Pelabuhan Stulang Laut, Johor Baharu, Malaysia.

Pertanyaan di Imigrasi, standar saja yakni ada keperluan apa datang ke Malaysia dan untuk berapa lama. Jawabannya juga pasti sudah tahu: “Melancong untuk satu pekan”. COPPPP stempel pun dibubuhkan.

Setelah keluar dari areal Imigrasi, baiknya membeli kartu operator telekomunikasi Malaysia, terutama untuk data internet supaya mudah searching informasi dan penggunaan peta. Saya sih, terserah saja kartunya apa, yang pasti paling murah dan bagus.

Tidak jauh dari konter Imigrasi, terdapat konter penjualan SIM CARD Telkomsel Indonesia-Malaysia, satu SIM dua nomor. Harganya RM20 termasuk pulsa RM 5 dan paket data internet. Jika mau tambah kuota, bisa isi ulang pulsa langsung RM 10. (Untuk setting kartu dll, minta tolong saja ke petugas di konter tersebut).

  1. TAKSI atau BUS dari PELABUHAN. Dari Pelabuhan Stulang Laut ke Kuala Lumpur (KL), harus naik bus dari terminal Larkin, Johor. Nah, dari pelabuhan Stulang Laut ke Larkin, ada dua cara yang bisa ditempuh yakni naik taksi dan bus. Kalau naik bus, memang agak repot karena harus dua kali pindah bus. Pertama, naik bus dari pelabuhan ke Terminal Johor Centre, kemudian dari Johor Centre pindah bus lagi ke Larkin. Ongkosnya memang super murah paling habis RM3-4 per orang dewasa.

Kalau saya, memang pilih naik taksi karena repot mau naik bus bersama crucils plus bawa koper besar. Kalau pergi sendiri, pastinya saya pilih naik bus supaya lebih seru petualangannya. Saya pun memilih taksi warna merah langsung dari Pelabuhan ke Larkin dengan ongkos RM 15 (tarif ini hasil tawar-menawar. Kalau mau pakai argo juga lebih murah hanya RM 12-13. Sayangnya supir taksi saya itu gak mau pakai argo, jadi ya sudahlah). TIPS dari saya, jangan ambil supir taksi yang nawari jasanya saat kita keluar dari areal Imigrasi maupun di dalam gedung pelabuhan karena tarifnya bisa RM25-30. Kita jalan keluar saja dari gedung pelabuhan dan ambil taksi di luar. Selain taksi merah, tersedia taksi warna biru, tapi tarifnya lebih mahal. Naik taksi ke Larkin kurang lebih 30 menit.

Taksi merah yang ada di luar gedung Pelabuhan.

Taksi merah yang ada di luar gedung Pelabuhan.

  1. BUS LARKIN-KUALA LUMPUR. Di Terminal Larkin, puluhan bus tersedia dengan tujuan KL. Pilihlah yang tujuannya Terminal Bandar Tasik Selatan (BTS). Jangan kaget, begitu turun taksi, akan banyak calo-calo yang tawari tiket. Nah biar aman, belilah tiket di konter bus yang banyak berjejer di sebelah kiri pintu masuk terminal. (Kalau ada calo yang tawari tiket, bilang aja mau makan dulu atau mau ke toilet).
Terminal Larkin, Johor Baharu.

Terminal Larkin, Johor Baharu.

Belilah tiket dengan keberangkatan paling cepat. Harganya variasi antara RM 33-35 per orang. Saya beli tiket bus SUPER COACH, busnya warna biru dengan harga RM35. Ternyata bus ini VIP dengan bangku 2-1, lengkap dengan AC dan sandaran kakinya. Jadi saya beli hanya dua bangku karena bisa muat untuk kami bertiga. Duo crucils pun bisa tidur nyenyak karena sandarannya bisa direbahkan layaknya tempat tidur. Di bus, tersedia USB port untuk charge HP atau laptop. Dijanjikan busnya ada wifi sih, tapi ternyata wifi nya hanya janji… hehehe.

Perjalanan dari Larkin ke KL memerlukan waktu enam jam (lama bangets….) dan bus tidak ada yang dilengkapi dengan fasilitas toilet. So kalau ingin buang air, harus lapor ke supir. Nanti supirlah yang akan mencari tempat pemberhentian terdekat. (Ya kalau banyak yang atit eyut, terpaksa bus nya akan sering-sering berhenti dan waktu tempu akan makin molor). Selama perjalanan, bus akan berhenti satu kali untuk makan dan minum sekaligus sholat.

  1. KEMANA-MANA NAIK LRT atau BUS. Jika sudah sampai Terminal BTS, untuk menuju pusat kota, tepatnya ke penginapan di daerah Masjid Jamek atau Padu Central, bisa naik kereta api, LRT. Dari tempat turun bus ke stasiun LRT memang agak jauh, tapi mudah ditemukan karena penunjuk arahnya terpampang jelas di dinding maupun di bagian tengah gedung terminal.

    Menunggu LRT di salah satu stasiun.

    Menunggu LRT di salah satu stasiun.

Untuk naik LRT, kita harus beli tiket sendiri di mesin tiket. Tarifnya tergantung jauh dekatnya stasiun tujuan. Kalau ke Masjid Jamek hanya RM 3,2 per orang dan anak-anak saya masih gratis. Perlu diperhatikan, line LRT ada 2 yakni merah dan kuning. Nah, kita harus jeli melihat arah stasiun tujuan, apakah perlu pindah line atau tidak.

Rute LRT RapidKL Bandar Tasik Selatan ke Masjid Jamek.

Rute LRT RapidKL Bandar Tasik Selatan ke Masjid Jamek.

Jika sudah sampai di penginapan, istirahat sebentar dan bisa langsung melalang-buana naik LRT atau BUS di dalam kota. Semua tempat tujuan wisata di dalam kota KL, dijangkau oleh kedua public transportation tersebut. Kalau saya dan crucils memang lebih suka naik LRT karena lebih nyaman.

  1. BOOKING HOTEL atau HOSTEL. Sebelum berangkat, saya sudah mem-booking hostel backpacker yang sesuai kantong. Saya mencari penginapannya via booking.com. Enaknya booking via web ini, kita tidak perlu bayar apapun ketika booking jadi sewa kamar kita bayar cash saat kita sampai di tempat tujuan. Booking bisa di-cancel tanpa biaya apapun dua hari sebelum kedatangan. Saya sarankan, bookinglah penginapan yang dekat dengan salah satu spot destinasi wisata dan stasiun, misalnya daerah KLCC, Masjid Jamek, Padu Central, dll sehingga mudah kemana-mana. (Salah satu hotel yang dekat Masjid Jamek bisa dibaca disini)
  2. KUALA LUMPUR- GENTING HIGHLAND. Tidak sah rasanya sudah ke KL tapi tidak main ke Genting, khususnya naik kereta gantung alias cable car terpanjang di Asia. Dari KL ke Genting, bisa naik bus yang tersedia di beberapa terminal, diantaranya Padu Central dan KLCC. Saya naik busa dari Padu Central karena dekat dengan penginapan. Ongkosnya RM 11 untuk dewasa dan RM 9,5 untuk anak-anak. Saya beli dua tiket untuk saya dan si sulung. Sementara si bungsu masih gratis. Tiket tersebut sudah termasuk tiket cable car one way. Sementara untuk pulangnya, bisa beli di tempat dengan harga yang sama. Perjalanan naik bus sekitar 30 menit. Nantinya, kita akan diturunkan di cable car station untuk selanjutnya naik cable car ke puncak Genting Highland.

This slideshow requires JavaScript.

  1. KUALA LUMPUR-MALAKA. Jika backpacker-an di Malaysia sekitar tiga hari, maka sempatkanlah melihat Kota Bersejarah MALAKA. Saya menyebutnya ‘KOTA MERAH’ karena bangunan bersejarahnya berwarna merah. Dari KL ke Malaka Sentral, hanya memerlukan waktu dua jam naik bus. Kita naik bus dari BTS. Tiket bisa dibeli di konter-konter yang tersedia di Terminal BTS. Harga tiketnya sekitar RM 10 untuk dewasa dan RM 9 untuk anak-anak. Harga tiket ini bervariasi karena terkadang ada diskon yang diberikan. Kembali saya beli dua tiket untuk saya dan si sulung. Si bungsu masih bisa dipangku atau duduk dua kursi bertiga.
Tiket dari KL ke Malaka

Tiket dari KL ke Malaka

  1. MALAKA-JOHOR BAHARU. Saya menghabiskan satu malam di Malaka. Keesokan harinya saya kembali ke Batam via pelabuhan yang sama yakni Stulang Laut, Johor Baharu. Dari Malaka ke Johor, tepatnya ke Terminal Larkin, saya juga naik bus. Jarak tempunya lebih pendek disbanding KL-Johor, yakni hanya sekitar 3 jam. Ongkosnya juga lebih murah, hany RM 20 untuk dewasa dan RM 15,7 untuk anak-anak. Busnya juga VIP 2-1. Sesampainya di Terminal Larkin, saya kembali menumpang taksi. Tarif taksinya ternyata lebih mahal dari Larkin ke Pelabuhan Stulang Laut yakni RM 25. Sampainya di Pelabuhan, hari sudah sore dan saya check in untuk last ferry ke Harbour Bay 18.15 WIB.

    Tiket bus dari Malaka ke Johor

    Tiket bus dari Malaka ke Johor

SEMOGA SHARING INFORMASI INI BERMANFAAT… HAPPY FAMILY TRAVELLING!