• Home »
  • Bisnis »
  • Enam Cara Cerdas Kelola Keuangan Pribadi dan Keluarga agar Tidak Defisit

Enam Cara Cerdas Kelola Keuangan Pribadi dan Keluarga agar Tidak Defisit

Ilustrasi pencatatan keuangan pribadi dan keluarga. Foto by menixnews.com

APAKAH Anda mengalami keluhan terkait finansial pribadi atau keluarga? Apakah merasa uang yang dimiliki cepat habis dan tidak terkontrol? Apakah merasa tidak bisa menabung karena tidak ada uang yang dapat disisihkan?

Jika iya, maka artikel berikut akan sangat membantu dalam mengatasi masalah yang dihadapi karena pada artikel ini dibahas mengenai tips mengelola keuangan pribadi dan keluarga.

Yang namanya kebutuhan hidup memang tidak ada habisnya. Setelah kebutuhan yang satu terpenuhi, maka muncul kebutuhan lagin, dan begitu seterusnya.

Itu sudah menjadi sifat alamiah dasar manusia, tidak pernah merasa puas. Hal itu adalah wajar saja apabila Anda mampu memenuhi semua kebutuhan yang diinginkan.

Permasalahan akan muncul jika ternyata kapasitas uang yang dimiliki tidak sebanding dengan yang diinginkan bahkan terbatas.

Sebagai seseorang yang biasa mengatur keuangan pribadi dan keluarga, seorang ibu rumah tangga (IRT) dituntut mampu secara baik dan bijak mengelola keuangan yang ada.

Seorang IRT juga harus paham dan mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip ekonomi sederhana. Yang utama adalah pengelolaan uang tidak boleh lebih besar pasak daripada tiang. Artinya, pengeluaran tidak boleh lebih besar dari pendapatan.

Bahkan, IRT harus mengelola keuangan dengan cermat agar bisa memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga serta tabungan.

Menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung sangat penting karena tabungan itulah yang bisa digunakan jika ada kebutuhan tidak terduga kapan pun.

Mengola Keuangan Pribadi dan Keluarga

Agar lebih terperinci mengenai cara mengelola keuangan pribadi dan keluarga, berikut pemaparannya dan bisa Anda coba terapkan.

1. Buat laporan keuangan

Ketika memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengelola keuangan baik itu keuangan pribadi maupun keluarga, maka alangkah lebih baik apabila anda membuat laporan keuangan.

Laporan keuangan yang perlu dibuat tidak perlu serumit laporan keuangan seperti yang ada pada perusahaan. Cukup laporan keuangan yang simpel dan mudah dipahami.

Misalnya, buatlah laporan keuangan arus kas masuk dan keluar (cash flow) untuk mengetahui data uang yang masuk dari gaji, pendapatan usaha, dividen saham, dan lain sebagainya serta untuk mengetahui data uang yang keluar untuk belanja, keperluan anak, listrik, dan sebagainya.

Dengan membuat laporan keuangan atau cash flow maka keuangan anda bisa menjadi lebih teratur.

2. Sisihkan untuk ditabung

Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk menabung. Tentu hal itu menandakan bahwa menabung merupakan hal yang harus dilakukan sejak dini mengingat pentingnya kegiatan menabung.

Menabung dalam prakteknya dapat digunakan untuk kebutuhan yang tidak terduga sewaktu-waktu. Selain itu, menabung juga bisa digunakan untuk kebutuhan anda atau keluarga yang sudah diinginkan dari dulu seperti rumah atau mobil misalnya.

Di sisi lain, dengan menabung maka anda menyisihkan sebagian uang atau aset yang anda punya untuk disimpan. Sehingga apabila Anda merasa uang sudah habis di kantong, tidak perlu khawatir karena masih memiliki cadangan uang yang disimpan di tabungan tersebut.

Dengan menabung, Anda juga dapat menekan pengeluaranuntuk kebutuhan yang belum atau tidak penting.

3. Investasikan aset

Memiliki harta yang berlebih akan lebih baik jika digunakan untuk berinvestasi. Seperti, berinvestasi tanah atau bangunan ruko untuk disewakan.

Berinvestasi sejak dini akan memberikan keuntungan yang lebih daripada uang yang anda miliki digunakan untuk keperluan yang kurang penting atau tidak terlalu dibutuhkan.

Apabila Anda menginvestasikan uang untuk sesuatu yang akan memiliki nilai tambah di masa mendatang maka hal itu akan menguntungkan.

Sebagai contoh, jika berinvestasi tanah saat ini dengan harga Rp 100 juta maka suatu saat harga tanah tersebut akan naik.

Dan, apabila Anda menjual tanah tersebut di kemudian hari harga tanah yang anda miliki sudah mencapai nilai Rp 600 juta, tentu hal itu akan menjadi investasi yang sangat menguntungkan.

Anda mendapatkan cash back dan juga keuntungan dari hasil investasi tersebut. 

Selain itu, Anda juga bisa menambah penghasilan dengan memanfaatkan waktu luang melalui sejumlah Peluang Bisnis Online

Ada banyak yang bisa dilakukan, bahkan hanya dari rumah tanpa perlu keluar rumah dan modal besar. Yang terpenting adalah memiliki gadget dan jaringan internet.

Beberapa peluang tersebut di antaranya: menjadi reseller promo produk-produk fashion, kebutuhan harian, atau program afiliasi yang sudah sangat banyak ditawarkan brand-brand besar.

4. Jangan kuras uang Anda

Apabila sedang memiliki kebutuhan mendadak dengan biaya yang cukup besar sedangkan uang yang ada di tabungan tidak mencukupinya, maka jangan mencoba untuk menguras semua uang yang Anda miliki.

Apabila terjadi hal semacam itu, maka lakukanlah pinjaman ke bank atau lembaga pembiayaan seperti di Lonify pinjaman uang tanpa jaminan dan Tien24 yang menawarkan jasa pinjaman uang tanpa adanya jaminan.

Dengan adanya lembaga pembiayaan yang menawarkan jasa pinjaman tanpa jaminan, maka akan memudahkan anda dalam melakukan pinjaman kapan pun dan dimana pun anda butuhkan.

Lagipula, Anda tidak perlu repot menyiapkan jaminan sebagai syarat untuk mendapatkan pinjaman. Sangat mudah dan cepat. Dengan melakukan pinjaman tanpa jaminan tersebut, maka anda tidak perlu menguras uang dan tabungan.

5. Hemat dan prioritas

Memiliki tanggung jawab dalam mengelola uang pribadi maupun keluarga, tentu harus dapat menggunakannya dengan baik dan benar.

Hal yang paling penting adalah dapat berhemat dan tahu prioritas. Anda harus hemat dalam berbelanja dan tahu kapasitas keuangan apakah mampu untuk membeli barang-barang kebutuhan sekunder dan tersier atau tidak.

Apabila kapasitas uang yang anda miliki mencukupi untuk membeli kebutuhan sekunder seperti sepeda, cemilan, dan lain sebagainya maka boleh saja untuk sekali-kali membelanjakan uang anda untuk hal tersebut.

Namun, apabila kapasitas uang tidak mencukupi maka tundalah kebutuhan-kebutuhan yang belum terlalu penting. Selain berhemat, buatlah prioritas kebutuhan sehingga dapat  membelanjakan uang  dengan tepat sesuai dengan kebutuhan primer dan urgen untuk anda dan keluarga.

6. Buat daftar kebutuhan

Tips terakhir adalah membuat daftar kebutuhan Anda dan keluarga. Daftar kebutuhan ini sebaiknya dilakukan selama satu periode (satu bulan).

Susun daftar kebutuhan mulai dari yang paling penting sampai yang tidak begitu penting. Misalnya, letakkan daftar wajib bayar di urutan teratas, seperti bayar uang sekolah, air dan listrik, cicilan motor, serta kebutuhan makan, minum, dapur, dan kamar mandi.

Kemudian, letakkan daftar kebutuhan yang kurang penting, seperti membeli sepatu, baju, tas, atau pernak-pernik lainnya.

Dengan membuat lis kebutuhan tersebut maka dapat mengetahui seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan bulanan anda atau keluarga.

Dengan demikian, maka anda dapat mengira-ngira apakah pendapatan satu bulan cukup untuk memenuhi kebutuhan atau tidak dan apakah masih ada sisa uang untuk ditabung atau tidak.

Apabila ternyata penghasilan satu bulan tidak cukup untuk memenuhi lis kebutuhan bulanan maka dapat menghapus kebutuhan yang tidak begitu penting.

Dengan demikian, Anda dapat menyesuaikan lis kebutuhan dengan penghasilan yang diperoleh.

Itulah enam tips mengelola keuangan pribadi dan keluarga yang bisa Anda terapkan.

Keenam tips di atas diharapkan dapat membantu Anda mengatur keuangan sehingga masalah keuangan dapat segera diatasi dengan menerapkan keenam tips tersebut.

Terapkanlah keenam tips di atas dengan baik dan konsisten agar keuangan keluarga bisa membaik dan lebih terkontrol.

Semoga informasi ini berguna bagi Anda pribadi dan keluarga. Selamat mencoba! (*)