Tips Merawat Bayi pada Fase Neonatal 28 Hari Pertama

 

RASANYA waktu begitu cepat berlalu jika melihat duo crucils saya, Azka dan Kenzie, sekarang. Mereka tumbuh begitu cepat. My oldest lady sudah masuk SD dan the youngest sudah merengek minta ikut sekolah padahal belum lagi empat tahun. Rasanya baru kemarin kami membawa mereka pulang dari rumah sakit pasca-melahirkan dan menimang-nimang mereka di rumah.

Meskipun sedari bayi, keduanya kami (saya dan suami) urusi sendiri tanpa bantuan asisten rumah tangga atau baby sitter, tapi kami tetap merasakan waktu bersama mereka begitu cepat berlalu.

Kadang kami merasa sangat rindu momen-momen spesial dari tumbuh kembang mereka, mulai dari saat mereka lahir, memandikan mereka untuk kali pertama, memijit punggung kecilnya, membedaki kulitnya, menyentuh tangannya yang mulai belajar menggenggam, mengajaknya berceloteh, mendengar gelak tawa dan bahasa “planet”nya, mengajarkan mereka telungkup, merangkak, berjalan, dan momen-momen seru lainnya.

Duo crucils memang memberikan pengalaman sangat berharga, khususnya bagi saya tentang cara merawat bayi. Karena kami memutuskan untuk merawat sendiri bayi kami, sebelum melahirkan kami memang membekali diri dengan berbagai informasi tentang merawat bayi dan ibu pasca-melahirkan.

Sumber informasinya, tentu saja dari membaca buku, majalah, maupun internet. Ditambah tanya sana-sini ke ibu, mertua, kakak, teman, dan tetangga seputar hal tersebut.

Pengalaman kami, saat merawat sendiri bayi yang baru lahir pastinya menimbulkan rasa deg-degan dan khawatir. Takut apa yang kami lakukan bisa berakibat buruk bagi si kecil. Apalagi di hari-hari pertama mereka di rumah sepulang dari persalinan, rasanya kadang tidak bisa tidur karena takut debay (dedek bayi) kenapa-kenapa.

Rasa khawatir itu memang lumrah adanya karena 28 hari pertama setelah lahir, debay masih dalam fase sangat krusial dalam kehidupannya. Fase ini dikenal dengan istilah neonatal, dimana tubuh bayi sedang mengalami perkembangan dan perubahan lingkungan yang sangat drastis, dari rahim ke alam dunia. Di fase ini, tubuh bayi memang sangat rentan dan sensitif.

Tidak mengherankan apabila perawatan 28 hari pertama debay tidak benar, bisa menyebabkan hal buruk bahkan sampai kehilangan nyawa. Di Indonesia sendiri, tingkat kematian bayi di fase neonatal masih terbilang tinggi. Dari data Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) pada 2015, terdapat sekitar 70.000 bayi di Indonesia yang kehilangan nyawanya sebelum menginjak umur 28 hari.

Faktor penyebabnya memang ada banyak, salah satunya adalah akibat kurangnya perhatian terhadap perawatan kulit bayi selama masa neonatal. Hal ini menyebabkan sepsis pada kulit bayi. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada lebih dari 1 juta kasus sepsis setiap tahunnya  dan di Indonesia sendiri terdapat ribuan kasus  kematian bayi yang diakibatkan sepsis melalui kulit di tahun 2015..

Serem ya Moms kalau melihat data di atas. Semoga kita bisa melakukan perawatan yang terbaik dan debay bisa melewati fase neonatal ya. Tapi Moms, semua kekhawatiran itu bisa kita siasati dan melakukan pencegahan secara benar. Salah satu caranya adalah dengan memberikan perawatan kulit yang tepat dan efektif  kepada si kecil.

Menurut  Dokter Bernie Endiarini Medise, Sp.A(K), MPH, Dokter Spesialis Anak,  “selama masa neonatal, kulit bayi sangat sensitif, maka dari itu diperlukan perawatan kulit yang efektif dan tepat bagi bayi di masa neonatalnya. Kandungan emollient yang digunakan dalam perawatan kulit bayi dapat mencegah kulit kering/TEWL (Transepidermal Water Loss). Disamping itu sentuhan ibu selama masa neonatal sangatlah penting, karena selain dapat memperlancar peredaran darah bayi dan juga meningkatkan imunitasnya, sehingga bayi akan lebih sehat, dapat bertumbuh dan hidup lebih panjang”.Disamping itu, para orang tua juga musti sesering mungkin melakukan sentuhan-sentuhan sederhana berikut ini kepada si kecil. Meskipun dianggap sepele, tetapi efeknya sungguh luar biasa.

  1. Sesering mungkin mengeluarkan suara saat bersama si kecil. Ajaklah debay berbicara apa saja yang positif. Ocehan dan tawa orangtua akan sangat membantu perkembangan emosional bayi sekaligus menstimulasinya untuk ikut mengeluarkan suara kecilnya.
  2. Sesering mungkin melalukan kontak mata, baik ketika menggendongnya maupun saat menemaninya di tempat tidur. Kontak mata akan memupuk ikatan batin antara orang tua dan bayi. Kontak mata yang sering dilakukan akan membuat mata bayi juga sering menatap orangtuanya sebagai bentuk pengenalan dan kepercayaannya kepada orang tua. Hal ini juga menstimulasi dan menumbuhkan rasa percaya diri pada bayi.
  3. Sesering mungkin berikan sentuhan pada kulit bayi, seperti mengelus tangan dan kakinya, mengusap punggungnya untuk memberikan ketentraman, membaringkan bayi di dada Moms dan Dads agar dia bisa merasakan dan mendengar detak jantung orangtuanya,  serta memberikan pelukan kasih sayang.
  4. Sesering mungkin bermain bersama si kecil. Bermain bisa dimulai saat sedang beraktifitas mandi, berpakaian, makan, dan lainnya. Yang terpenting selalu diingat bahwa dunia anak-anak adalah dunia bermain sehingga aktivitas apapun bisa dilakukan sambil bermain. Bermain bersama juga cara menumbuhkan rasa aman kepadanya.

Moms and Dads, pada tulisan ini saya juga ingin berbagi tips dan langkah-langkah pemijitan bagi si kecil. Tips ini saya dapatkan dari beberapa sumber dan sempat saya praktikkan saat duo crucils, khususnya si youngest masih menjadi debay. Namun, sebelum kita ngomongi tipsnya, Moms and Dads perlu tahu apa saja manfaat pemijatan, tidak hanya untuk bayi tapi juga orangtua.

Manfaat bagi bayi:

  1. Menurunkan produksi hormon stresor dan membantu bayi  untuk relaksasi yang bisa membuat bayi selalu riang
  2. Membantu meredakan ketidaknyamanan
  3. Membantu mengatasi gangguan tidur dan bisa membuat tidur lebih lelap dan lama
  4. Membantu perkembangan memori
  5. Membantu pengaturan sistem pencernaan, sistem respirasi dan sirkulasi
  6. Meningkatkan berat badan dan kesehatan
  7.  Memperbaiki sistem imun sehingga bayi makin sehat
  8.  Membuat ikatan atau bounding antara bayi dan orangtua

Manfaat bagi orangtua:

  1. Memberikan perhatian spesial & mempererat ikatan/bonding
  2. Membantu orang tua mengetahui bahasa(isyarat)non verbal bayi
  3. Membuat rasa percaya diri dalam mengasuh bayi
  4. Meningkatkan komunikasi orangtua dan bayi
  5. Meningkatkan kemampuan orangtua membantu bayi untuk relaksasi
  6. Meredakan stres orangtua
  7. Membuat suasana yang menyenangkan

Setelah tahu manfaatnya, berikut adalah tips dan langkah-langkah memijit si kecil :

  1. Sediakan alas yang lembut dan rata.
  2. Pilih ruangan yang hangat dan tidak berangin serta sediakan waktu yang cukup
  3. Cuci tangan yang bersih
  4. Gunakan baby oil atau baby lotion agar memudahkan dan tidak melukai kulit bayi
  5. Lakukan pijat bayi dengan posisi yang nyaman dan kontak mata dengan bayi selama pemijatan
  6. Mulai sentuhan ringan dan perlahan, tingkatkan saat bayi anda merasa nyaman
  7. Nyanyikan lagu dan putarkan musik lembut agar relaks
  8. Perhatikan isyarat yang di tunjukkan oleh bayi (menangis, mengantuk, kehausan & rewel)
  9.  Mandikan atau seka dengan air hangat setelah pemijatan
  10. Jangan memijat bayi setelah minum atau makan
  11. Jangan membangunkan bayi hanya untuk di pijat
  12. Jangan memijat bayi saat sakit
  13. Jangan memaksa posisi tertentu saat pemijatan
  14. Jangan memijat dengan kuku panjang
  15. Jangan menggunakan perhiasan di sekitar tangan dan jari

Nah, Moms and Dads semoga tulisan ini bermanfaat dan semoga kita semua bisa merawat dan menjaga si kecil dengan penuh kasih sayang ya!

Untuk Moms and Dads yang ingin agar bayi-bayi lain di Indonesia ini tumbuh sehat dan bisa merasakan sentuhan-sentuhan yang saya paparkan di atas, tidak ada salahnya jika Moms and Dads juga ikut membantu program Sentuhan Penuh Harapan.

Program tersebut digagas oleh JOHNSON’S® Baby bekerjasama dengan Alfamart dan Save the Children untuk membantu bayi-bayi kurang beruntung agar bisa hidup dengan sehat dan nyaman.

Cara partisipasinya sangatlah mudah yakni hanya dengan pembelian minimum Rp 25.000,-produk JOHNSON’S® Baby jenis apapun di seluruh gerai  Alfamart di Indonesia,  otomatis akan mendonasikan Rp 500,- ke Save the Children.

Dengan bantuan kita bersama, semoga lebih banyak anak-anak Indonesia merasakan apa yang dirasakan anak-anak kita di rumah. (sri murni)