Home / My travelling / Asus Zenbook Gathering Batam, PENGIN LAGI!
English English Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia

Asus Zenbook Gathering Batam, PENGIN LAGI!

“MENULIS ITU HARUS DARI HATI,” begitu petuah para penulis hebat di negeri ini. Iya memang, menulis itu harus dari hati supaya yang baca juga diharapkan membacanya dengan hati, sehingga pesan yang disampaikan mengena ke hati. Ehmmmm

Seperti tulisan saya kali ini yang akan saya sampaikan dari hati dan apa adanya. Tulisannya adalah tentang ASUS ZenBook Blogger Gathering Batam, yang berlangsung pada Sabtu (30/3/2019) di Restoran The Duck King Batam City Walk Nagoya.

Ah, masa tulisan gathering aja harus dari hati sih? Emang apa spesialnya itu gathering? Paling juga gitu-gitu aja… Kumpul-kumpul, temu kangen, dan makan-makan.

Foto bareng para peserta ASUS ZenBook Blogger Gathering Batam. Photo by Mbak Rien

Eits…. kumpul-kumpul, kangen-kangenan, dan makan-makan, itu sih pasti! Di negeri ini, kalau ada acara gathering, seminar, dan workshop tanpa makan-makan, rasanya “hambar”. Bisa-bisa pesertanya para nyinyir dan kapok datang ke acara tersebut. Saya jadi teringat saat masih kuliah di Canberra, acara serupa di sana sangat jarang ada makan-makannya. Walaupun acara tersebut berlangsung pada jam makan. Paling-paling bawa bekal masing-masing termasuk air mineralnya. Pernah, beberapa kali saya melihat pembicara acara workshop bawa bekal sendiri. Hehehe….irit ya!

Nah, di acara ASUS ZenBook Blogger Gathering Batam ini dikemas tidak sekadar untuk kumpul-kumpul dan makan-makan, melainkan ada edukasi dan sharing pengalaman yang sangat berguna bagi para peserta, terutama para anggota Blogger Kepri.

Dimulai dengan Foto-Foto

Jika di acara lain kemungkinan sesi foto-fotonya biasanya di akhir acara, tidak di even ASUS ZenBook Blogger Gathering Batam. Sesi foto-fotonya dimulai sejak awal, bahkan sebelum acara dibuka.

Gaya Mas Bams Nektar saat sesi foto sebelum acara dimulai. Photo by menixnews.

Sesuai undagan yang diberikan, registrasi dimulai pada pukul 11.00 WIB. Namun, umumnya di Indonesia, peserta datang agak molor. Saya sendiri sampai ke lokasi sekitar pukul 11.10 WIB. Saya lihat sudah ada enam peserta yang duduk di meja bundar. Ada empat meja bundar yang disiapkan untuk menampuang kurang lebih 46 peserta yang daftar online, namun yang hadir 36 orang.

Di bagian depan, sudah berdiri banner Asus ZenBook. Di sampingnya ada meja yang di atasnya terdapat dua laptop ZenBook 14/15 bewarna hitam dan dongker.

Saya juga melihat Mbak Katerina atau lebih akrab disapa Mbak Rein dan Mas Anjas Maradita sedang sibuk mempersiapkan perlengkapan untuk presentasi. By the way, kenal kan dengan Mbak Katerina dan Mas Anjas? Para blogger dan youtuber Indonesia pasti gak asing lagi.

Mas Anjas (kanan) dan Mbak Rein saat menerima buku Jelajah Kepri, hasil karya beberapa anggota Blogger Kepri dari Chai Loekman. Photo by Mbak Rein

Mbak Rein adalah seorang travel blogger yang sudah melanglang buana kemana-mana dan pengalaman traveling-nya bisa dibaca di blog travelerien. Sedangkan Mas Anjas Maradita adalah content creator dan youtuber kondang pemilik empat channel, salah satunya Daunnet Film. Duet maut ini ternyata mungil-mungil, beautiful and handsome.

Saat ini keduanya menjadi ZenCreator yakni wadah khusus yang disiapkan Asus bagi para pengguna kreatifnya. Mbak Rein dan Mas Anjas datang ke Batam untuk berbagi cerita sukses dan pengalaman seputar dunia blog dan youtube, sekaligus memperkenalkan laptop Asus yang selalu menjadi “alat tempur” mereka dalam berkreativitas.

Mbak Rein. Photo by Muhammad Albar

Karena belum banyak yang datang, saya dan beberapa peserta yang sudah berada di lokasi langsung beraksi melihat perangkat laptop terbaru ZenBook yang ada di bagian depan. Ternyata ZenBook seri baru ini sangat ringan dan enak ditenteng. Sembari melihat, menenteng, dan mencoba kecanggihannya, kami pun berfoto-foto bersamanya. Tentu saja dengan berbagai gaya.

Sempatkan diri foto bareng ZenBook mumpung ada di depan mata.

Secara tidak resmi, acara ini memang dibuka dengan foto-foto. Maklum, pesertanya blogger dan youtuber yang selalu ingin eksis dan mengabadikan segala memon dalam foto dan video. Apalagi, selama acara diadakan lomba foto via Instagram. Tentu saja setiap peserta ingin memiliki foto sebanyak-banyaknya guna diikutkan dalam lomba.

Selanjutnya, siapa saja peserta yang datang ke lokasi, hal utama yang dilakukan adalah foto-foto bersama ZenBook, serta selfie-wefie bareng Mbak Rein dan Mas Anjas.

Makan Siang YUMMY dan Perkenalan

Sekitar pukul 12.00 WIB, hampir seluruh peserta sudah berada di ruangan. Karena sudah waktunya makan siang, sajian set menu ala The Duck King pun mulai dihidangkan.

Ada sup jagung, nasi putih, tiram saus pedas, omelet isi jamur dan telur asin, sayur pak coy, bebek dan ayam asap, mun tahu shimeji, cumi mayonnaise, serta makanan penutup, sup melon.

Hidangan lunch set di The Duck King. Photo by menixnews.

Ehmmm rasanya memang enyak. Sangat pas di lidah saya dan para peserta lainnya. Buktinya, apa yang disajikan di setiap meja nyaris ludes tanpa sisa, terkecuali nasi putihnya. Hehehe. Bagi saya, yang paling saya sukai adalah omeletnya karena rasanya nikmat perpaduan telur, jamur dan telur asin yang bikin gurih. Teksturnya lembut, dan ngangenin pokoknya!

Selepas menyantap hidangan lezat, Mas Anjas dan Mbak Rein mulai memegang mikrofon. Ini berarti acara formalnya sudah dimulai. Tanpa banyak basa basi dan tidak ada acara pembukaan (karena ini bukan acara pemerintahan), langsung saja acara dimulai dengan perkenalan peserta satu per satu.

Keakraban peserta di meja makan. Photo by menixnews.

Sebagian besar peserta memang sudah saling mengenal. Sebagian lagi, ternyata ada wajah-wajah yang baru kali itu bertemu. Saya sangat senang bisa berkumpul dan mengenal wajah-wajah baru blogger di Kepri. Yang datang ke acara ini, ternyata juga bukan hanya blogger yang berdomisili di Batam tetapi dari Belakangpadang, Bintan, dan Tanjungping.

Dalam sesi perkenalan, setiap peserta diminta menyebutkan nama, profesi, serta motivasi ikut acara gathering. Saya rangkumkan, motivasi kebanyakan peserta yang datang karena ingin bertatap muka langsung dengan Mbak Rein dan Mas Anjas. Selama ini di antara peserta dan kedua pembicara sudah banyak berinteraksi via dunia maya.

Ngobrol Santai Bareng Mbak Rein

Setelah perkanalan peserta selesai, sharing season pertama pun dimulai yakni dengan menghadirkan Mbak Rien. Sementara Mas Anjas didaulat sebagai teman ngobrolnya alias host. Obrolannya seputar profesi Mbak Rien sebagai travel blogger dan keberhasilannya kerjasama dengan ASUS.


Mbak Rein dan Mas Anjas. Photo by menixnews.

Saya rangkumkan ya hasil obrolan tersebut: Jadi, Mbak Rein sudah mulai menulis sejak tahun 2012 dan dulunya pakai multiply. Mbak yang manis dan mungil ini ternyata masuk dalam gerbong korban multiply yang hilang sehingga tulisan-tulisannya yang ada di sana juga hilang.

Kemudian, Mbak Rein menulis di blog dan konsisten menghadirkan konten jalan-jalan. Nama blognya pun sesuai dengan passion tulisannya yakni travelerein.

Pada September 2016, Mbak Rein ikut daftar sebagai blogger untuk kerjasama dengan ASUS dan diundang peluncuran Zenfone 3 di Bali. Setelah acara di Bali, Mbak Rein bersama blogger-blogger lain yang ikut acara, membentuk komunitas BLUS (Blogger ASUS). Setelah even tersebut, Mbak Rein menjadi salah satu blogger langganan yang diundang ASUS. Setiap ada peluncuran produk dan even-even ASUS lainnya, dia selalu hadir.

Mbak Rein. Photo by Mas Wahyu

Mbak Rein juga menyampaikan, peluang untuk kerjasama dengan ASUS sangat besar. Apalagi, ASUS sering mengadakan gathering dan lomba menulis, foto, serta video. Setiap pemenang lomba biasanya akan diundang ke even-even ASUS dan tentu saja bisa dimasukkan menjadi anggota BLUS.

Karena Mbak Rein sangat sering ikut lomba ASUS dan beberapa kali menang, tidak heran kini doi punya 11 perangkat digital dari brand ASUS. Dua diantaranya laptop, tujuh handphone, dan dua power bank.

Mbak Rein juga beberapa kali dipercaya melaksanakan even ASUS di ataranya:

  1. Lomba Blog ZenBook UX331UAL
  2. Event ASUS Zenbook gathering blogger di BSD
  3. Event ASUS Zenbook gathering blogger di Bogor
  4. Event Launching Zenfone Max Pro M2 bulan Desember 2019, handle 80 blogger Jabodetabek
  5. Event Launching Zenbook terbaru bulan Januari 2019, handle 60 blogger Jabodetabek
  6. ASUS ZenBook Roadshow Blogger Gathering, termasuk yang berlangsung di Batam.

Lalu, apa hubungannya ASUS dengan travel blogger? Nah, untuk pertanyaan ini Mbak Rein punya jawaban jitu. Satu hal yang perlu dicatat, Mbak Rein sangat menjaga konten traveling-nya di blog travelerein.

Jadi apapun tulisan yang dibuat selalu dihubungkan dengan aktivitas jalan-jalan. Termasuk ketika menulis tentang ASUS, pasti dikaitkan dengan jalan-jalan.

Dari pengalaman Mbak Rein, ASUS itu menyediakan perangkat digital mulai dari hand phone, power bank, dan laptop yang sangat cocok untuk aktivitas traveling. Misalnya, ZenBook UX333, 433, dan 533 sangat ringkas karena ringan (hanya sekitar 2 kg), kuat, dan baterainya tahan lama. Dengan segala spesifikasinya, tentu saja laptop ini sangat cocok jadi peneman traveling sambil tetap bisa bekerja.

Paparan ZenBook oleh Mas Anjas

Mas Anjas memaparkan keunggulan ZebBook 12/14/15. Photo by menixnews.

Soal perangkat ZenBook, Mas Anjas memang ahlinya dan lebih memahami “dalaman” laptop tersebut. Apalagi, dia juga menggunakannya untuk pekerjaanya sebagai content creator channel youtube-nya. Dia memakai ZenBook untuk mengedit video.

Dari paparan Mas Anjas, ZenBook itu punya banyak kelebihan dibandingkan laptop lain di kelasnya.

1. Ringkas

Ada tiga pilihan ZenBook seri ultra yang diklaim sebagai laptop ringkas karena tidak berat dengan spesifikasi mumpuni, yakni:

  1. ZenBook 13 (UX333) 16.9 mm/1.19 kg. Ukurannya 13-in dan lebih kecil dari A4.
  2. ZenBook 14 (UX433)– 15.9 mm/1.19 kg yang berukuran 14-in
  3. ZenBook 15 (UX533)– 17.9 mm/1.59 kg dengan layar 15.6 in.

Untuk detail produknya, bisa dilihat gambar di bawah ini ya! (Foto diambil dari presentasi Mas Anjas)

2. Performa Mantap

Meskipun ringkas, namun isi dalam laptop UX sudah sangat mumpuni karena sudah dibenamkan processor Intel Core I-7 generasi ke-8. Selain itu, sudah pakai SSD dengan kapasitas sampai 1 TB (terabyte). So, bisa dibayangkan kecepatan laptopnya ya, dan untuk simpan file video dan foto tidak perlu lagi hard disk eksternal. Satu terabyte rasanya sudah sangat mencukupi.

3. Baterai Tahan Lama dan Dilengkapi Number Pad

Untuk aktivitas kerja, apalagi kerja sambil traveling, pertimbangan ketahanan baterai sebuah perangkat digital memang jadi pertimbangan serius. Gak kebayang kalau punya laptop sebenar-sebentar harus ngecas. Kapan jalan-jalannya?

So, ZenBook 13/14/15 ini hadir dengan ketahanan baterai antara 14-16 jam. Asyiknya lagi, ini laptop bisa sekaligus sebagai power bank untuk hand phone kita, meskipun laptopnya dalam keadaan mati.

Selain itu, untuk memudahkan pekerjaan yang berhubungan dengan angka-angka, laptop ini dilengkapi dengan number pad yakni keypad khusus untuk angka-angka. Letaknya ada di bagian tengah bawa, bersatu dengan touch pad. Number pad ini bisa dihidupkan dan dimatikan.

ZenBook ini memang ideal untuk para traveler karena ringkas. Namun bagi saya, harganya tidak ringkas karena mulai dari Rp13 jutaan. Ehmmmm nabung dulu banyak-banyak ya!

Jalan-Jalan ke Barelang

Satu hal yang paling asyik dari ASUS ZenBook Blogger Gathering Batam ini, selain ngobrol santai bareng Mbak Rein dan Mas Anjas, adalah jalan-jalan ke Barelang naik bus.

Bagi orang Batam, Jembatan Barelang memang tidak asing lagi. Tapi jalan-jalan bareng naik bus, layaknya turis, jadi hal asing. Sebab, selama ini ke tempat wisata ikonik Batam itu selalu naik motor atau mobil pribadi.

Jalan ramai-ramai tentu saja rasanya berbeda. Sekitar pukul 15.00 WIB, selepas ngobrol santai bareng Mbak Rein dan Mas Anjas kelar, kami menuju bus yang sudah parkir di halaman samping Nagoya City Walk.

Para peserta menuju bus yang membawa mereka ke Jembatan Barelang. Photo by menixnews.
Piknik dulu ya! Photo by menixnews.

Sebelum menuju bus, tetap cekrak-cekrek dilakukan baik sendiri maupun ramai-ramai dengan mengambil lokasi di Nagoya City Walk. Properti utamanya tentu saja ZenBook lengkap dengan banner-nya.

Cekrak-cekrek sebelum naik bus. Photo by Mbak Rein

Setelah menaiki bus kurang lebih 45 menit, kami pun sampai di Jembatan Barelang Satu atau bernama asli Jembatan Tengku Fisabilillah. Kami pun turun dan langsung menuju ke photo spot Dendang Melayu.

Mas Anjas sendiri sempat kesulitan menyebutkan nama Barelang. Beberapa kali menyebutnya sebagai Jembatan Belerang dan sempat berpikir di tempat ini sebagai penghasil belerang. Yang benar adalah, Jembatan Barelang, sebagai akronim dari nama tiga pulau utama yang dihubungkan yakni Batam, Rempang, dan Galang. Kekeliruan seperti itu juga sering dialami teman-teman saya yang datang ke Batam karena memang belum familiar dengan kata Barelang.

Secara keseluruhan, jumlah Jembatan Barelang ada enam dengan nama masing-masing Jembatan Tengku Fisabilillah, Jembatan Nara Singa, Jembatan Raja Ali Haji, Jembatan Sultan Zainal Abidin, Jembatan Teanku Tambusai, dan Jembatan Raja Kecik.

Foto bareng di Jembatan Barelang Satu. Photo by Mbak Rein

Namun, selama ini masyarakat lebih mengenal nama-nama jembatan tersebut dengan sebutan Jembatan Barelang I, II, III. IV, V, dan VI. Pastinya karena nama itu lebih mudah diingat.

Tujuan jalan-jalan ini, juga bukanlah sekadar menikmati keindahan alam sekitar Jembatan Barelang, melainkan sekaligus photo hunting bersama ZenBook. Secara bergiliran, satu per satu peserta mengabadikan beragam foto untuk kemudian diunggah di Instagram dan dilombakan.


Sebagian foto hasil cekrak-cekrek peserta di Jembatan Barelang I yang diunggah di IG dengan hashtag #ZenBookID_Batam

Dalam aksi cekrak-cekrek ini, saya patut berterimakasih dengan Mas Taplin (Syafiq Hidayat Taplin) yang dijuluki Mbak Rien sebagai banner man. Dia rela berdiri di belakang standing banner agar banner tersebut benar-benar berdiri sehingga bisa dijadikan properti saat momen photo hunting. Sayangnya, saking sibuknya jadi banner man, dia sampai lupa jika di dalam ranselnya ada satu unit ZenBook yang harusnya bisa digunakan untuk properti foto.

Mas Taplin, sang banner man sangat sulit berpisah dengan ZenBook dan banner Asus-nya. Photo by Andi Motret

Ketika photo hunting sudah kelar dan para peserta mulai kembali ke atas bus sembari heboh mencari keberadaan ZenBook dimaksud, si Mas Taplin baru teringat itu laptop ada di tasnya. “Ya ampyuuunnnnnnnn kalau ada dua laptop tadi dimaksimalkan saat futu-futu pasti kan tidak ‘rebutan’ dan tidak lama”. Tapi, tetap kejadian ini bikin suasana lebih seru dan bikin ngakak.

Ssstttt ada yang “jadian”…… Photo by Yulia Mirza

Makan Malam yang Bertabur Hadiah

Puas sudah cekrak-cekrek di Jembatan Barelang I, kami langsung menuju tempat terakhir yakni Restaurant Sea Foot Golden Fish yang berada dalam komplek Nipah Island Resort, tidak jauh dari Jembatan Barelang II.

Sesampainya di sini, hari sudah mulai senja. Dan, ternyata dari restoran ini terpampang pemandangan indah sunset dengan hiasan Jembatan Barelang I. Walaupun cuaca sore itu tidak begitu cerah, namun di detik-detik matahari terbenam, kami masih bisa menyaksikan indahnya lingkaran penuh matahari yang berwarna oranye dibarengi langit yang jingga.

Abaikan orangnya, fokus ke senjanya. Photo by menixnews.

Seraya memandangi matahari di ufuk barat, hidangan makan malam mulai kami nikmati. Kali ini set menunya adalah nasi, kepiting lada hitam, ayam goreng bawang, tumis kangkung, tofu, serta fish fillet yang dimasak dengan nenas. Sebagai hidangan penutup adalah potongan buah semangka dan melon.

Memanfaatkan senja untuk foto bareng ZenBook.

Makan malam ini terasa sangat sempurna karena kehadiran Mas Anjas yang ternyata jago juga ngebanyol. Dia menghidupkan suasana dengan berperan menjadi seorang penyiar radio lengkap dengan alunan musik yang diputarnya via smart phone-nya dan disambungkan ke pengaras suara. Yang hadir, tentu saja menanggapinya dengan gelak tawa dan request lagu selayaknya di acara musi radio. Suasana tambah seru ketika Mbak Rein mengajak peserta untuk joget bareng mengikuti alunan musik yang diputar Mas Anjas.

Acara ini makin sempurna saat momen pembagian hadiah berupa uang tunai baik untuk pemenang kuis maupun pemenang lomba foto via Instagram. Lomba foto berlangsung sejak acara dimulai sampai pukul 18.30 WIB.

Kuis sudah diberikan Mbak Rein dan Mas Anjas sejak awal acara di The Duck King, kemudian di dalam bus, dan juga ketika makan malam berlangsung. Ada tujuh peserta yang memengi kuis dengan pertanyaan seputar aktivitas Mbak Rein sebagai travel blogger dan seputar ZenBook.

Ketujuh pemenangnya adalah berakun IG: @akutwibowo @umi.journey @m.rasid.ridho @citrapandiangan @riawani_elyta @awitalife @syafiqhidayattaplin

Tujuh pemenang kuis. Photo by Mbak Rein

Sementara untuk pemenang lomba ada 11 orang. Menurut Mbak Rein, meskipun peserta gathering hanya 36 orang, tetapi foto yang diunggah di Instagram dengan hashtag #ZenBookID_Batam mencapai 210 foto. WOW banyak ya! Satu orang peserta ada yang mengunggah belasan foto.

Kesebelas pemanang tersebut adalah berakun IG: @xkaruna102 @awitalife @lenimarliza @andi.motret @seniberjalan @ameliasapta @bamsgenpi @yulia_marza @akutwibowo @jike_hariyaningsih @riawani_elyta

Sebelas pemenang loma foto via Instagram. Photo by Mbak Rein.

Mau tahu siapa pemenang foto terbaik? Ternyata adalah @xkaruna102. Doi hanya mengunggah satu foto di detik-detik penutupan lomba. Satu foto tersebut memang ciamik. Tidak menggunakan banyak gaya objek manusia, melainkan refleksi layar ZenBook dengan pemandangan sunset di Restoran Golden Fish. Selamat ya Mas @xkaruna102 !

Ini dia hasil fotonya:

Selepas pembagian hadiah, acara pun ditutup dengan foto-foto bersama para pemenang dan kembali ke The Duck King dengan menaiki bus yang sama. Selanjutnya Zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz pulas sampai pagi!

Ikut Workshop Content Creator Mas Anjas

Acara ASUS ZenBook Blogger Gathering Batam sudah kelar Sabtu malam sekitar pukul 20.00 WIB. Namun, keesokan harinya, saya dan beberapa teman dari Blogger Kepri masih hadir di acara workshop tentang content creator untuk channel youtube yang diadakan Mas Anjas.

Presentasi Mas Anjas ebagai content creator. Photo by menixnews.

Acaranya berlangsung Minggu pagi di tempat yang sama, The Duck King, mulai sekitar pukul 10.00 WIB sampai selepas makan siang. Acara ini berbayar. Namun, atas kebaikan Mas Anjas, teman-teman dari Blogger Kepri diperkenankan untuk hadir secara gratis.

Mengikuti workshop singkat ini, tentu saja banyak manfaatnya. Terutama terkait ide-ide untuk membuat konten bermutu yang ingin ditayangkan di channel youtube masing-masing peserta.

Pesan utama Mas Anjas jika ingin menjadi Youtuber sukses adalah:

  1. Temukan jati diri chennel
  2. Tetapkan niche channel
  3. Tentukan character description
  4. Tentutan target penontonnya

So, mulai sekarang terapkan baik-baik empat prinsip tersebut ya. Semoga channel teman-teman menjadi channel yang membawa manfaat bagi banyak orang. SELAMAT BERKARYA dan SEMOGA ASUS ke BATAM LAGI! (sri murni)

14 comments

  1. Mudah-mudahan Batam terus masuk list road show ASUS selanjutnya ya mba. Trus kita diundang lagi, ye kan..

  2. Satu kata buat ASUS ZenBook Gathering di Batam: petjaaaah…

  3. aku masih gak pandai edit video kak…padahal pengen banget jadi seorang content creator juga… sudah setahun ini belajar..hasilnya belum memuaskan pake banget..heheh

  4. Wah bintang tamunya keren, ada Travel Blogger mba Katerina dan youtuber top Anjas Maradita.

    Asyik banget acaranya, enak-enak juga makanannya. Wiiih

  5. kerenlah pokoknya laptop ASUS, makin tipis makin manis

  6. Wiiihhh, keren buangeett acaranya!
    Semoga nanti di #Surabaya acaranya jg dikonsep dgn cethar kayak giniiii

  7. Keren ulasannya mbak. Aku suka! makasih banyak sudah berpartisipasi. Semoga jumpa lagi di lain event.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.