• Home »
  • Bisnis »
  • Anak Susah Makan? Gunakan Bahan Alami Ini untuk Penambah Nafsu Makan Mereka

Anak Susah Makan? Gunakan Bahan Alami Ini untuk Penambah Nafsu Makan Mereka

Sarapan bersama my duo crucils. Foto by menixnews.com

MOMS and DADS pasti sudah tahu kan kalau masa keemasan pertumbuhan anak kita dimulai dari awal kehidupannya hingga berusia lima tahun. Maka, saat anak berusia dua tahun, menjadi momen yang penting untuk menentukan apakah ia bisa tumbuh optimal atau tidak.

Jika salah pengasuhan dan kekeliruhan dalam memberi asupan gizi pada masa ini, kemungkinan anak-anak akan memiliki pola makan yang melenceng dan tidak semestinya.

Jika pola makan sudah melenceng, satu hal yang kerap bikin pusing kepala kita adalah hilangnya nafsu makan anak-anak. Berbagai carapun kita dilakukan agar si kecil mau makan. Satu di antara yang paling sering dilakukan adalah memberi penambah nafsu makan.

Pemberian vitamin penambah nafsu makan sudah bisa dilakukan ketika anak usia 2 tahun. Ini bertujuan untuk memastikan agar anak tetap dalam kondisi fit meskipun ia selalu beraktivitas dan juga belajar banyak hal.

Pemberian penambah nafsu makan untuk anak usia dua tahun ini tidak harus berupa vitamin yang sudah dalam kemasan, melainkan bisa didapat dari bahan yang alami.

Berikut adalah beberapa bahan alami yang bisa dijadikan sebagai penambah nafsu makan anak:

1. Madu

Di dalam madu berisikan zat antibiotik dan zat lainnya yang bisa membantu tubuh anak memerangi banyak jenis penyakit. Rasa madu yang manis juga menjadi salah satu faktor anak akan menyukainya.

Karena fungsinya yang baik inilah, maka madu bisa dikonsumsi setiap hari, baik diolah untuk tambahan minuman maupun untuk beberapa ramuan tradisional yang dibuat sendiri.

2. Temulawak

Temulawak banyak ditemukan di Indonesia. Minuman dari temulawak sudah diyakini dan dibuktikan secara medis mampu merangsang nafsu makan, sehingga cocok digunakan sebagai penambah nafsu makan anak usia dua tahun.

Bahan alami ini juga aman dan tanpa efek samping. Manfaatnya yang besar membuatnya banyak digunakan sebagai produk penambah nafsu makan baik dalam kemasan botol maupun tablet.

Selain memberikan penambah nafsu, Moms and Dads juga bisa melakukan beberapa hal ini sebagai tips agar anak tidak sulit makan.

Bagi orangtua, penting untuk diperhatikan bahwa nafsu makan anak, bukan hanya bisa diperbaiki dengan pemberian penambah nafsu makan anak saja. Namun bisa dilakukan dari banyak pendekatan. Misalnya:

1. Memberi makan anak lebih sering

Bagi anak yang kurang berat badan, yang menjadi masalah bukan apa yang dimakan anak, tetapi seberapa banyak dan seberapa sering ia makan. Anak-anak memiliki perut kecil, maka ia perlu makan dalam porsi yang sesuai.

Berikan makanan ini lebih sering daripada orang untuk orang dewasa, agar anak lebih konsisten dalam menambah berat badannya.

2. Makan lima atau enam kali sehari

Agar mencukupi kebutuhan anak terpenuhi, maka berikan makan si kecil sebanyak lima hingga enam kali sehari. Pilihlan makanan dan cemilan yang sehat.

Bisa pula memberikan vitamin penambah nafsu makan anak untuk membantunya memperoleh nutrisi seoptimal mungkin sesuai yang dibutuhkan tubuhnya.

3. Hilangkan gangguan saat makan

Orangtua yang bertengkar, mengangkat telepon di meja makan, bermain ponsel, menonton TV, maupun menyalakan radio merupakan hal yang bisa mengganggu saat anak makan.

Jika ada gangguan ini, maka anak bisa makan lebih sedikit karena ia tidak bisa fokus.

4. Jadikan waktu makan sebagai rutinitas

Saat makan sudah tiba, maka biarkan anak ada di meja makan dan menikmati makanannya. Ia harus makan dengan teratur untuk bisa membiasakan pola makan yang baik. Kebiasaan ini akan ia bawa hingga ia dewasa nanti.

5. Berikan contoh yang baik

Moms and Dads, janganlah jadi pemilih makanan jika tak ingin anak menjadi pemilih juga. Keluarga harus memberikan contoh yang baik karena anak akan melakukan sesuai yang ia lihat, bukan yang ia dengar.

Jadi percuma jika orang tua menyuruh anak menghabiskan makanannya sementara orang tua sendiri tidak melakukaan hal tersebut.

Jika sudah terbiasa melihat keluarga makan dengan benar, maka si kecil otomatis akan mengikutinya. Sehingga kebutuhan gizi dan nutrisi anak akan lebih terpenuhi secara optimal dan mendukung tumbuh kembang serta meningkatakan kondisi kesehatannya. (*)