Cara Gampang Dapatkan Pinjaman Modal Usaha di Batam

Foto by menixnews

SEBAGAI seorang pebisnis, baik yang mikro, menengah, maupun besar, rata-rata pernah mengalami apa yang saya rasakan yakni kekurangan modal dan butuh dana segar sesegera mungkin agar cashflow tetap lancar. Inginnya sih, bisa dapat modal usaha Kota Batam ini dengan metode pengembalian cicilan tanpa dibebani bunga.

Namun, dimanakah bisa pinjam modal usaha yang cukup besar dengan cicilan tanpa bunga? Rasanya memang sulit. Biasanya hanya bisa didapat jika meminjamnya dari orangtua, saudara, dan teman baik.

Masalahnya, tidak semua orang-orang dekat kita memiliki dana yang kita butuhkan. Jika pun ada, waktu pengembalian tidak bisa lama. Mungkin hanya hitungan minggu atau bulan.

Lantas bagaimana jika kita tidak bisa mengembalikan dana tersebut dalam waktu cepat. Jangankan minggu, hitungan bulan saja sulit. Karena yang kita butuhkan adalah hitungan tahun. Bisa satu atau dua tahun. Bisa pula lebih, bahkan sampai lima tahun.

Pinjam uang dengan waktu pengembalian sampai lima tahun tanpa ada bunga? Rasanya memang berat untuk mendapatkannya.

Saya pernah beberapa kali berada dalam situasi membutuhkan modal usaha yang jumlahnya lumayan besar, mencapai Rp 100 juta. Setelah tanya orang-orang terdekat yang berpotensi untuk memberi pinjaman, ternyata mereka juga sedang tidak memiliki uang sebanyak itu.

Karena tidak mendapatkan pinjaman dari orang-orang dekat, saya tidak punya pilihan selain mengajukan pinjaman modal usaha ke penyedia pinjaman berbunga, yakni bank konvensional, dan imbalan bagi hasil, bank syariah.

Jika dilihat dari record pengajuan pinjaman, nama saya sudah tercatat lebih dari tiga kali meminjam modal usaha pada bank dengan agunan berupa sertivikat rumah sendiri. Jumlah pinjamannya bervariasi dari Rp50 juta sampai Rp100 juta. Tenor rata-rata yang saya ajukan tidaklah begitu lama, hanya satu-dua tahun. Karena tenornya lumayan singkat, cicilan bulanan yang harus saya bayarkan cukup besar.

Sebagai contoh, untuk pinjaman Rp100 juta di bank konvensional dengan tenor dua tahun, setiap bulan saya harus menyetorkan cicilan sekitar Rp5 juta. Cicilan ini sudah termasuk cicilan pokok dan bunganya.

Namanya pinjam di bank, pembayaran harus disiplin setiap bulan. Tidak boleh telat karena akan dikenakan denda yang lumayan.

Untuk memotivasi agar saya membayar cicilan tepat waktu, ada bank yang memberikan insentif berupa bonus Rp200 ribu setiap bulan selama masa kredit.

Bonus tersebut akan hangus apabila ada keterlambatan saya membayar, meskipun cuma satu kali. Terus terang saja insentif tersebut cukup memotivasi saya untuk tidak pernah telat bayar cicilan. Lumayankan, kalau Rp200 ribu dikali setahun, di akhir masa kredit saya bisa mendapatkan bonus Rp2,4 juta.

Nah, selama lebih dari tiga kali memiliki pinjaman di bank, Alhamdulillah semuanya bisa selesai tepat waktu. Bahkan, dua pinjaman terakhir dapat saya lunasi sebelum jatuh tempo.

Lantas, bagaimana cara saya dalam mengatur keuangan agar cashflow lancar dan cicilan bank bisa terbayarkan bahkan bisa terlunasi sebelum jatuh tempo?

1. Disiplin Anggaran

Orang yang punya utang bank harus benar-benar disiplin dengan anggaran bisnis dan rumah tangga. Business money is business money, tidak bisa dicampuradukkan dengan keuangan rumah tangga.

Meskipun keuangan bisnis yang mengatur kita sendiri, namun dalam setiap pengeluaran harus penuh perhitungan. Uang yang didapat dari usaha, harus diutamakan untuk cashflow usaha tersebut, terutama membayar cicilan kredit.

Jika ada kebutuhan keluarga yang perlu dibayarkan dari keuntungan usaha tersebut, haruslah diambil dengan prinsip tidak akan mempengaruhi cashflow bisnis tersebut.

2. Penghasilan Tetap

Kebetulan, bisnis yang selama ini saya jalankan adalah bidang properti dan masuk dalam kategori usaha sampingan non-produktif saya dan suami. Sementara kami berdua tetap bekerja di perusahaan swasta. Sehingga, setiap bulan masing-masing kami tetap mendapatkan penghasilan regular yang pengalokasian utamanya untuk kebutuhan rumah tangga.

Penghasilan tetap ini sangat membantu cashflow bisnis juga terutama ketika bisnis sedang sepi dan pendapatan merosot tajam. Jangankan uang lebih, untuk membayar cicilan saja tidak cukup. Alhasil, saya terpaksa lakukan subsidi silang yakni menggunakan gaji guna menutupi cashflow yang minus.

3. Membuat Skala Prioritas

Yang namanya orang punya pinjaman modal usaha di bank, harus membuat skala prioritas. Apa prioritasnya? Ya tentu saja bisa membayar cicilan kredit. Agar bisa membayar cicilan, kita harus menggunakan uang dengan cermat dan yang penting-penting saja.

Jika memang pendanaan masih pas-pasan, hindari dulu memenuhi kebutuhan tersier seperti traveling dan membeli barang-barang mewah yang sulit dijual lagi, misalnya tas, sepatu dan baju yang branded dan mahal.

4. Sisihkan Dana Cadangan

Bisnis itu tidak selalu untung. Ada kalanya untung besar, ada kalanya rugi total bahkan minus. Jika tidak cermat dalam mengatur keuangan, tidak menutup kemungkinan aset langsung disita bank dan nama kita masuk daftar black list sebagai debitor. Jika ini terjadi, maka akan sulit untuk mendapatkan dana segar dari bank.

Untuk menghindari keterpurukan, ketika bisnis kita sedang bagus dengan untung yang lumayan besar, maka sisihkanlah sebagian uang tersebut sebagai dana cadangan guna membayar cicilan pinjaman. Akan lebih aman, jika kita punya cadangan uang tiga kali besaran cicilan pinjaman per bulan.

Saya selalu menyisihkan dana cadangan tersebut dengan menabung dalam bentuk emas. Mengapa? Karena emas nilainya naik terus apalagi dalam jangka waktu lama. Hitung-hitung menabung dana cadangan sambil investasi. Keuntungannya bisa dua kali, ya kan?

Strategi keuangan yang saya paparkan di atas merupakan cara yang selama ini saya terapkan dan Alhamdulillah berhasil. Dengan pembayaran utang yang lancar, saya pun tidak pernah mendapat kesulitan jika membutuhkan dana segar setiap saat dari bank.

Semoga sharing ini bermanfaat dan jangan pernah takut memulai bisnis sendiri! Apalagi, sekarang pinjaman modal usaha itu sudah sangat gampang dan tidak harus datang ke bank, melainkan bisa via online. Bahkan pinjaman tersebut tidak membutuhkan agunan.

Bagaimana teknisnya? Anda bisa langsung mengecek dan mengajukan pinjaman di sini https://www.cekaja.com/small-business-banking (sri murni)