Jalan-Jalan ke Danau Toba Jadi Rutinitas Tahunan Keluarga Saya

Panorama Danau Toba. Foto by menixnews.com

DANAU TOBA menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat saya pulang kampung setiap tahunnya.

Setahun sekali saya dan my little family selalu mudik dari Batam ke Tebing Tinggi, Sumut, kota kecil yang jaraknya sekitar tiga jam dari Danau Toba.

Biasanya, selepas acara halal-bihalal di Lebaran pertama sampai ketiga, di hari keempat bersama keluarga besar, saya menyempatkan diri piknik ke Danau Toba. Rasanya memang ada sesuatu yang kurang jika pulang kampung tidak menginjakkan kaki ke salah satu danau vulkanik terbesar di dunia ini.

Walaupun setiap tahun tamasya ke sini, rasanya tidak pernah bosan. Pemandangan alamnya tetap tampak luar biasa bak sebuah lukisan. Panoramanya selalu membuat kangen. Apalagi udaranya yang sejuk, bikin adem hati dan pikiran.

Apa saja aktivitas kami saat piknik ke sini?

Pertama, pastinya berhenti di spot tinggi untuk melihat panorama Danau Toba dari kejauhan. Di sini tidak berlama-lama, paling 15 menit. Dalam waktu singkat itu, rasanya sudah cukup untuk menghirup udara segar dan menyegarkan mata dengan pemandangan alam yang ada.

Kedua, adalah duduk-duduk santai di pinggiran danau sambil menikmati cemilan yang sudah dipersiapkan dari rumah. Dan, makan makanan berat setelah tiga jam perjalanan. Namanya piknik keluarga, biasanya kami membawa perbekalan makanan yang cukup banyak mulai dari makanan utama (nasi lengkap dengan lauk-pauknya), cemilan dan buah-buahan. Bisa dikatakan, isi meja makan pindah ke Danau Toba. (hahahaha).

Karena sudah membawa makanan seabrek, sampai di sana kami hanya perlu menyewa tenda ataupun pondok-pondok yang ada di pinggir danau.

Ketiga, berenang. Ya, berenang di Danau Toba seperti ritual yang kudu dilakukan kalau kaki sudah sampai ke sini. Ya iyalah…. Sudah jauh-jauh perjalanan masa tidak nyebur, ya kan?

Untuk urusan berenang ini atau tepatnya disebut mandi danau, biasanya kami menyewa beberapa ban baik untuk dewasa maupun anak-anak. Saat berenang memang seru karena sambil bercanda gurau.

Memang patut disayangkan dengan adanya pencemaran air pada danau kebanggaan orang Sumut ini. Pencemaran air yang terjadi dikarenakan beberapa faktor utama yakni banyaknya keramba ikan, limbah rumah tangga dan buangan sampah wisatawan yang datang, transportasi di atas air, aktivitas industri, serta air sungai yang mengalir ke danau.

Untuk air bersih, Danau Toba harus diolah terlebih dahulu. Pengolahan air danau menjadi air bersih bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi penyaringan air atau biasa disebut ultra filtration water treatment.

Di sekitar danau, sudah ada dibangun penyaringan air tersebut di Tambun Raya. Dengan adanya fasilitas filter ini, tentu saja membantu masyarakat sekitar dalam ketersediaan air bersih. 

Keempat, berkeliling danau menggunakan feri. Naik feri, menjadi aktivitas menyenangkan terutama bagi duo crucils dan ponakan-ponakan saya yang masih kecil-kecil. Karena kampung saya adalah daratan dan tidak ada kapal, nah feri yang ada di Danau Toba merupakan salah satu sarana bagi mereka untuk menikmati bagaimana rasanya naik kapal.

Dengan kapal tersebut, kami pastinya mengunjungi Pulau Samosir yang sangat tersohor itu. Di pulau ini biasanya kami mengunjungi kuburan bersejarah bagi orang Batak dan belanja beberapa suvenir.

Anak-anak juga paling suka lihat atraksi mengejar koin yang dilakukan anak-anak Pulau Samosir. Mereka berenang di dalam air, kemudian anak-anak dari atas kapal maupun dermaga melemparkan koin-koin ke air. Lalu, koin-koin itu dikejar oleh para perenang cilik. Seru kan! (sri murni)

Baca juga tulisan traveling saya lainnya!

Seru-seruan Main Salju di Snow City Singapura

Cara Gampang dan Murah Jalan-jalan ke Thailand Bareng Keluarga