• Home »
  • Bisnis »
  • Kewirausahaan Digital, Peluang Bisnis Paling Manis Bagi Mahasiswa

Kewirausahaan Digital, Peluang Bisnis Paling Manis Bagi Mahasiswa

Rabu, 7 November 2018, saya diundang oleh seorang sahabat, Nanik Rachmawati, yang kini menjadi dosen Sosiologi dan juga Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UMRAH (Universitas Maritim Raja Ali Haji) untuk memberikan materi seputar penulisan blog.

Acara pun dilangsungkan di salah satu ruangan di lantai tiga Gedung Dekan FISIP UMRAH. Saat saya masuk ke kelas tersebut, ada sekitar 21 mahasiswa/i yang sudah standby duduk manis di atas kursi, menghadap laptop masing-masing yang diletakkan di atas meja bundar.

Di dinding samping, ada spanduk putih bertuliskan,”Kelas Kewirausahaan. Pelatihan Penulisan Blog Bagi Mahasiswa; Melakukan Promo Pariwisata Kepri Melalui Blog”.

Eh, ada juga nama saya di bagian bawa spanduk tersebut…. ehmmm tersanjung deh….

Momen seperti ini, walaupun judulnya pelatihan, bagi saya merupakan ajang sharing yang menyenangkan, terutama jika pesertanya mahasiswa/i. Bertemu dengan anak-anak muda itu memberikan spirit baru.

Apalagi bisa berbagi pengalaman tentang dunia blog yang menjadi bagian dari pekerjaan kekinian dalam lingkup kewirausahaan digital alias digital enterpreneurship. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya menyebarluaskan virus litertasi digital.

WOKEH…. sebelum cerita tentang kegiatan dan materi yang saya sampaikan kepada rekan-rekan mahasiwa, saya ingin berbagi dulu tentang apa itu literasi digital dan kewirausahaan digital, yang akhir-akhir ini sangat gencar didengungkan.

Literasi Digital

Menurut UNESCO, literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat, dan mengkomunikasikan konten atau informasi dengan kecakapan kognitif, etika, sosial emosional, dan aspek teknis atau teknologi.

Nah singkatnya, literasi digital itu adalah tentang bagaimana menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk internet, secara baik dan dapat memberikan dampak positif bagi diri sendiri maupun lingkungan.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi juga sudah meluncurkan buku panduan “Seri Literasi Digital” yang isinya juga membahas tentang kewirausahaan digital. Karena memang saat ini zamannya serba digital.

Sharing materi penulisan blog untuk mahasiswa/i UMRAH

Literasi digital ini memang sangat penting bagi generasi yang lahir di era digital. Mereka disebut sebagai generasi digital native. International Telecomunication Union (ITU) memberi batasan bahwa yang masuk sebagai generasi digital native adalah mereka yang terlahir setelah tahun 1980.

Nah di Indonesia, lebih dari 50 persen pengguna internet itu adalah digital native loh! Pastinya, termasuklah pada mahasiswa/i yang berada satu ruangan dengan saya ketika acara pelatihan blog tersebut.

Dengan demikian, sangat penting untuk memberikan literasi digital kepada para digital native supaya mereka bisa menggunakan TIK dengan tepat guna bahkan menghasilkan pundi-pundi keuangan bagi mereka sendiri.

Kewirausahaan Digital

Sejalan dengan literasi digital, kewirausahaan digital merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan TIK dengan positif dan pastinya menguntungkan.

Apakah kewirausahaan digital alias technopreneurship (teknoprenuer) itu?

Merujuk pada buku “Seri Literasi Digital”, kewirausahaan digital itu adalah aktivitas seseorang atau sekelompok orang yang bersumber dari riset atau temuan-temuan baru dalam bidang teknologi yang dikembangkan dengan seksama sehingga dapat memberikan keuntungan bagi penciptanya maupun bagi penggunanya.

Defenisi lainnya saya dapatkan dari sebuah karya tulis yang diterbitkan dalam jurnal Elsevier dengan judul,”Digital Entreprenuership: Creating and Doing Business in the Digital Era”.

Digital Entrepreneurship is “new ventures and the transformation of existing business by creating and using novel digital technologies. Digital Enterprises are characterised by a high intensity of utilisation of new digital technologies (particularly social, mobile, analytics and cloud solutions) to improve business operations, invent new (digital) business models, sharpen business intelligence, and engage with customers and stakeholders through new (digital) channels”.

Lalu apa hubungannya antara menulis di blog atau menjadi seorang blogger dengan digital literasi dan digital entreprenuership?

Pastinya ini jelas sekali korelasinya. Sebab, menulis di blog ataupun menjadi blogger adalah satu di antara sekian banyak aktivitas literasi dalam memanfaatkan teknologi digital.

Dan, menjadi seorang blogger yang profesional, menurut saya juga bisa dikategorikan sebagai satu di antara begitu banyak aktivitas digital entrepreneurship. Dalam aktivitas blogging, terdapat bisnis di dalamnya, termasuk “jual beli” jasa penulisan maupun publikasi yang mendatangkan keuntungan finansial bagi pemilik blog. Dan, semua aktivitas dilakukan dengan cara digital.

Materi Sharing

Gak usah panjang-panjanglah ya penjabaran tentang literasi digital dan kewirausahaan digital. Yang pasti, saat sharing dengan teman-temanan mahasiswa, misi untuk mengajak generasi milenial memanfaatkan internet secara bijak dan mendatangkan keuntungan, berhasil.

Seperti yang disampaikan Ibu Wakil Dekan Nanik Rachmawati bahwa dia ingin Kelas Kewirausahaan bagi mahasiswanya bukan hanya diisi dengan konsep dan aktivitas kewirausahaan lama, melainkan harus yang kekinian yang sesuai dengan era digitalisasi.

“Saya gak pula menghadirkan cara membuat keripik, kue, atau lainnya di kelas kewirausahaan ini. Saya pikir, untuk mahasiswa zaman sekarang, kewirausahaan digital lebih relevan. Dan, kenapa kita tidak bekali saja mahasiswa dengan kemampuan membuat dan menulis blog sehingga bisa menghasilkan uang,”katanya saat membuka acara pelatihan tersebut.

Bu Nanik Rachmawati sedang memberikan wejangan kepada para peserta saat pembukaan pelatihan.

Karena judulnya pelatihan penulisan blog, tentu saja paparan slide yang saya hadirkan tidak jauh-jauh dari hal tersebut. Mulai dari defenisi blog, mengapa kini blog berkembang pesat dan banyak orang suka nge-blog, sampai ke hal-hal teknis seperti cara membuat blog (gratisan), cara menulis, ide menulis, dan cara mendapatkan penghasilan dari aktivitas nge-blog itu sendiri.

Salah satu slide yang saya sampaikan saat sharing.

Lebih lengkap soal materi, bisa langsung dibuka slide saya di bawah ini ya! Jika ada yang ingin didiskusikan feel free to contact me!

Presentation blogging in Umrah

Alhamdulillah, semua tahap pelatihan lancar. Masing-masing peserta telah memiliki blog walaupun masih serba gratisan dengan menumpang alamat di .blogspot.com dan .wordpress.com.

Beberapa peserta juga sudah memiliki posting-an di blog mereka walau jumlahnya masih minim. Dari 21 peserta, dua mahasiswa sudah melakoni aktivitas nge-blog dengan baik dan sudah memiliki pembaca yang juga lumayan.

Saya pun menyarankan keduanya untuk segera hijrah dari blog gratisan menjadi blog berbayar alias premium, agar langkah mendapatkan penghasilan dari blog bisa lebih cepat terealiasasi.

Banyak contoh para blogger ternama di Indonesia yang sudah sukses mengumpulkan pundi-pundi untuk menyejahterakan dirinya sendiri maupun keluarga. Tidak sedikit pula contoh orang-orang sukses karena kreatifitas mereka di dunia digital.

Jika sudah menjadi bagian dari kewirausahaan digital, jangankan membayar uang kuliah sendiri, mewujudkan impian orangtua dan keluarga pun bisa sangat mudah karena sudah memiliki penghasilan yang lebih dari cukup.

Sesuai dengan judul tulisan ini, bahwa kewirausahaan digital bisa menjadi peluang bisnis paling manis bagi mahasiswa karena tidak membutuhkan modal besar, hanya perangkat laptop, handphone, dan internet. Bahkan, di kampus bisa mengakses internet sepuasnya dengan gratis.

Yang sangat diperlukan hanyalah kemauan dan kreativitas dalam memproduksi konten-konten kreatif yang bermanfaat dan disukai pembaca dunia maya.

Door Prize dan Keripik

Kurang lebih 2,5 jam sharing berlangsung, tidak terasa waktu memang sudah tengah hari. Tepat pukul 12.30 WIB, acara pelatihan berakhir ditandai dengan pemberian door prize dari saya berupa buku inspiratif, Neng Koala dan Untung Sabut (otobiografi Mantan Gubernur Kepri Alm. Muhammad Sani yang diracik seorang senior saya, Bang Rizal Saputra).

Door prize buku Neng Koala dan Untung Sabut.

Ternyata, di akhir acara itu tidak hanya jadi ajang door prize melainkan ada pemberian oleh-oleh dari mahasiswa untuk saya. Oleh-olehnya berupa keripik pedas ubi bilis  dan kue bawang.

Keripik pedas ubi bilis  diproduksi keluarga Delin Herdita yang tinggal di Kampung Lengkuas Kijang Kota. Sebagai mahasiswa di keluarganya, dia bertugas untuk memasarkan keripik tersebut. Kemasan keripiknya sudah sangat bagus, hanya saja belum bermerek. Tersedia dari kemasan kecil berharga Rp5.000 per bungkus sampai kemasan kiloan.

Selain rasa ikan bilis, keripik pedas ubi rasa lain juga tersedia. Dari yang saya cicipi, rasa keripik ini memang enak. Rasa pedas manisnya terasa. Karena tidak begitu pedas, my duo crucils di rumah pun sangat menyukainya. Ehmmm kalau ke Tanjungpinang, bisa langsung kotak Delin di nomor 082281130624.

Bersama Yeni Suseni dan Delin Herdita.

Sedangkan oleh-oleh kue bawang, diproduksi ibunda Yeni Suseno. Dia menamai usaha bersama sang ibu dengan merek Yeni’s Chrispy. Tidak hanya kue bawang, tapi juga tersedia makaroni krispi.

Tempat produksinya di kediaman Yeni yang beralamat di Kampung Karang Rejo Gang Pucuk Merah 4, Jalan Satria Ganet (belakang bandara RHF). Jika ingin merasakan gurihnya kue bawang dan makaroni, bisa langsung WA ke 081266710644.

Semoga sharing yang sudah dilakukan membawa manfaat untuk semua. Terimakasih sudah memberikan kesempatan, tempat dan kehangatan di Kampus FISIP UMRAH. (sri murni)

Baca juga beberapa tulisan tentang blogging saya di sini!

Cara Jitu Tingkatkan Traffic Blog Langsung dari Google Adsense dan Geniee agar Dolar Mengalir Deras

7 Langkah Mudah Membuat Blog Kita Sendiri di WordPress

Tingkatkan Traffic Blog, Saya NGELMU SEO Bareng Blogger Kepri di D’Merlion Hotel Batam

#Ramadan: Kopdar Bareng Punky & Haykal Bikin Ngeblog Makin Maksimal