Liburan Asyik di Atas Kapal Kelud Batam-Medan

KM Kelud. Foto by menixnews

SUDAH sangat-sangat-sangat lama saya memimpikan naik Kapal Mesin (KM) Kelud saat pulang kampung dari Batam ke Medan. Bahkan, ini adalah salah satu mimpi saya seumur hidup. Bagi sebagian orang, naik kapal saat pulang kampung memang biasa, tapi bagi saya dan my little family, momen itu sungguh luar biasa.

Bagaimana tidak, selama ini selalu sibuk dengan pekerjaan sehingga waktu liburan pulang kampung pun sangat terbatas. Selama ini kami lebih memilih pulang kampung dengan menumpang pesawat agar waktu perjalanan lebih singkat.

Tapi tidak liburan akhir tahun 2018 ini. Segala pekerjaan saya selesaikan lebih cepat. Dan, saya pun merealisasikan mimpi liburan naik KM Kelud bersama suami and my duo crucils, Azka dan Kenzie, pada Kamis (13 Desember 2018). Kami sangat menikmati perjalanan di atas kapal yang memiliki panjang 147 meter dan tinggi 25 meter tersebut.

Agar pengalaman kami juga bermanfaat untuk orang lain, pada tulisan ini saya paparkan secara detail dari A sampai Z.

Wefie dulu ah sebelum naik ke KM Kelud Batam-Belawan. Foto by menixnews.

1. Pesan Tiket Kapal

KM Kelud dioperasikan oleh PT Pelni (Pelayaran Indonesia). Rute kapal berwarna putih-krim ini adalah Jakarta-Batam-Belawan (Medan) pergi dan pulang (PP). Jadwalnya memang kerap berubah-ubah. Untuk saat ini, jadwal Kelud Batam-Belawan adalah setiap hari Kamis, berangkat pukul 09.00 WIB. Sementara tujuan Medan-Batam adalah Jumat.

Tiket KM Kelud Batam-Belawan. Foto by menixnews.

Untuk memesan tiket kapal, baik online maupun off line dilakukan di awal bulan atau dua pekan sebelum tanggal keberangkatan kita. Tiket tidak bisa dipesan berbulan-bulan sebelum keberangkatan karena tidak tersedia jadwalnya.

Cara pemesanan tiket kapal:

  1. Online yakni via website pelni.co.id dan mencari sendiri jadwal kapal sesuai tujuan. Atau bisa pula via Indomaret dan membayarnya juga via Indomaret. Jika pesan via online maupun Indomaret, perlu dicatat bahwa bukti pembayaran harus segera ditukarkan dengan tiket resmi Pelni di Kantor Cabang Pelni dalam waktu 24 jam.
  2. Off line yakni pesan langsung di Kantor Pelni yang beralamat di Sekupang atau melalui travel agent, misalnya Sekilak Tour and Travel yang beralamat di ruko depan RS Harapan Bunda, Seraya. Jika beli tiket langsung ke dua tempat ini, tentu saja kita akan langsung mendapatkan tiket resmi kapal sehingga tidak perlu menukarkan lagi bukti pembayaran dengan tiket dimaksud.
  3. Meminta bantuan kenalan yang kerja di Kantor Pelni. Cara ketiga ini yang saya lakukan. Kebetulan ada mantan mahasiswa saya yang kerja di Kantor Pelni, jadi saya meminta tolong ke dia untuk pemesanan tiket. Anda juga bisa pesan kepadanya dengan cara WA ke nomor +62812-9918-1085 (Juli).
  4. Jangan lupa membawa KTP saat memesan tiket karena diperlukan nomor KTP. KTP juga diperlukan saat boarding hendak naik ke kapal di hari keberangkatan.

2. Pilihan Kelas Kapal dan Harganya

KM Kelud memiliki tujuh dek alias tujuh tingkat. Nah, bagi penumpang bisa memilih kelas yang disediakan sesuai dengan kemampuan kantong.

Sebagai informasi dasar, KM Kelud memiliki panjang 148 meter dengan lebar 28 meter dan tinggi 25 meter. Kapal besar ini mampu menampung 1906 penumpang dengan rincian 64 orang di kelas 1A, 80 orang di kelas 1 B, 252 orang di kelas 2A, 112 orang di kelas 2B, dan 1398 di kelas ekonomi.

Perlu dicatat, bahwa kelas satu dan kelas dua berupa kamar dengan kapasitas empat dan delapan orang. Setiap kamar tidak boleh bergabung antara laki-laki dan perempuan, meskipun suami-istri atau satu keluarga. Kamarnya hanya untuk perempuan dengan perempuan dan laki-laki dengan laki-laki.

Karena kelas satu dan dua tidak boleh bergabung suami istri, akhirnya kami memutuskan untuk pesan kelas yang berbeda. Untuk saya dan duo crucils memesan kamar kelas 2b, sementara suami di kelas ekonomi.

Harga tiket kelas 2b Rp355 ribu per orang, termasuk anak-anak di atas 2 tahun dihitung tarif dewasa. Sedangkan kelas ekonomi hanya Rp230 ribu. Total pengeluaran kami berempat adalah Rp1.295.000. Sangat murah dibandingkan dengan pesawat.

Untuk rute Batam-Belawan, kapal akan singgah di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun guna menurunkan dan menaikkan penumpang. Pelayaran Batam-Belawan memakan waktu sekitar 24 jam. Jam sembilan pagi berangkat, maka jam sembilan pagi keesokan harinya akan sampai.

Untuk tarif tiket, lengkapnya bisa dilihat disini!

Harga tiket KM Kelud dari Pelabuhan Batam.

3. Di Pelabuhan 2 Jam Sebelum Jam Keberangkatan

Tidak hanya naik pesawat yang perlu waktu tunggu di Bandara cukup lama, naik KM Kelud juga sama. Kami diminta sudah berada di Pelabuhan dua jam sebelum kapal berangkat. Ini berarti jam 7 pagi kami sudah harus di Pelabuhan Batuampar, Batam.

Untung saja jarak rumah saya dengan pelabuhan tidak jauh, hanya sekitar 10 menit. Dan, naik taksi online hanya bayar Rp18.000. Sesampai di pelabuhan, ternyata sudah ramai dan antrean calon penumpang sudah padat. Maklumlah, saat itu bulan Desember dan sudah masuk masa liburan akhir tahun, juga leburan Natal dan Tahun Baru.

Calon penumpang KM Kelud Batam-Medan antre di Pelabuhan Batuampar, Batam. Foto by menixnews

Para perantau dari Sumut memanfaatkan liburan akhir tahun sebagai momen paling pas untuk mudik dan merayakan Natal dan tahun baru bersama keluarga di kampung halaman.

Begitu mobil kami sampai di halaman pelabuhan, banyak porter yang menyambut, menanyakan apakah ada barang yang perlu dibawakan. Karena kami cuma bawa satu koper dan satu kardus, jadi tidak perlu menggunakan jasa porter.

Bagi yang butuh jasa porter, kudu menawar tarif yang diberikan mereka. Biasanya, mereka memberikan tarif Rp100 ribu per koli atau per potong. Nah, jika tidak mau membayar begitu mahal, tawar saja sekitar Rp70 ribu per koli atau terserah Anda mau menawar berapa. Jika menggunakan jasa proter, maka barang Anda akan diangkatkan sampai ke atas kapal. Anda pun akan diberikan bukti atau nomor barang.

Setelah urusan barang selesai, kami pun ikut antrean panjang. Walau panjang, lumayan teratur dan tidak berdesak-desakan. Untuk proses boarding, dilakukan di pintu masuk pelabuhan. Yang perlu disiapkan adalah tiket dan KTP. Tiket cukup dipegang satu orang dari rombongan, sedangkan anggota rombongan berdiri berjajar sehingga mudah dihitung petugas.

Pengantar penumpang, hanya boleh sampai di pintu boarding dan tidak diperbolehkan masuk ke area pelabuhan. Halaman pelabuhan Batuampar ini memang kecil dan sempit, tetapi di dalamnya cukup luas.

Area X-Ray Pelabuhan Batuampar, Batam. Foto by menixnews

4. Naik Bus ke Kapal

Setelah urusan boarding selesai, saatnya pemeriksaan barang bawaan. Semua bawaan wajib dimasukkan ke dalam X-Ray untuk diperiksa. Prosesnya juga tertip dan aman.

Usai melewati X-Ray, para calon penumpang dinaikkan ke Bus Trans Batam untuk dibawa ke KM Kelud. Kapal ini sandar di ujung pelabuhan Batuampar. Jarak antara pintu pelabuhan dengan lokasi kapal sandar cukup jauh kalau jalan kaki. Naik bus sekitar lima menit.

Bus yang membawa calon penumpang dari area ruang tunggu Pelabuhan Batuampar ke KM Kelud Batam-Belawan. Foto by menixnews.

Sesampainya di depan kapal, kami menyempatkan diri berfoto-foto sebelum naik tangga kapal. Tampak sejumlah pekerja sedang mengecat badan kapal. Ada tulisan “Let’s Go to Anambas” di lambung kanan kapal ini.

“Go to Anambas” di lambung kiri KM Kelud saat bersandar di Pelabuhan Batuampar, Batam. Foto by menixnews

5. Penampakan Kelas 2B dan Ekonomi

Saat menaiki tangga kapal, para awak kapal langsung menyambut kami dengan menanyakan kelas tiket, kemudian memberikan arahan kemana kami harus pergi.

Ternyata kelas 2B yang kami pesan berada di dek lima bagian depan, sementara kelas ekonomi ada di dek dua, tiga, empat, dan lima bagian belakang. Dek 6 dan 7 khusus untuk kelas satu. Suami saya ada di dek tiga. Saat itu, dek empat sedang tidak difungsikan karena perbaikan.

Khusus penumpang kelas satu dan dua, memiliki kamar masing-masing dengan jumlah empat dan delapan orang per kamar. Sedangkan kelas ekonomi, satu lorong berisi ratusan orang dengan ratusan tempat tidur berjajar pula. Ada tempat tidur biasa dan bertingkat. Satu lorong bercampur antara laki-laki dan perempuan.

Tempat tidur kelas ekonomi di KM Kelud Batam-Belawan. Foto by menixnews.

 

Tempat tidur kelas ekonomi di KM Kelud Batam-Belawan. Foto by menixnews.

 

Salah satu ruang ekonomi KM Kelud Batam-Belawan. Foto by menixnews.

Untuk penumpang kelas, diwajibkan melapor ke konter informasi guna mendapatkan kunci kamar dan kunci lemari. Penumpang juga diwajibkan untuk meninggalkan uang deposit Rp50.000 per kunci. Kunci diberikan sebanyak satu per rombongan. Misalnya, di kamar itu ada tiga orang yang satu rombongan, maka kunci diberikan hanya satu. Konter informasi berada di depan tangga dek lima dan enam.

Tempat tidur kamar kelas 2B KM Kelud Batam-Belawan. Foto by menixnews.

Sementara untuk kelas ekonomi, tidak ada deposit apapun, melainkan langsung mencari tempat tidur sesuai dengan nomor yang tertera pada tiket.

Saya merekomendasikan, bagi penumpang perempuan akan lebih nyaman berada di kamar kelas karena lebih aman dan private. Barang bawaan pun bisa terjaga dengan aman. Ruangannya ber-AC dan terseda colokan listrik. Namun, di kamar kelas ini tidak tersedia televisi.

Tempat tidur kelas 2B KM Kelud Batam-Belawan. Foto by menixnews.

 

Colokan listrik di kamar kelas 2B KM Kelud Batam-Belawan. Foto by menixnews.

Sementara penumpang laki-laki, rasanya tidak masalah berada di ekonomi asalkan berhati-hati dengan barang bawaan.

Kelebihan kelas ekonomi adalah, rasa kekeluargaannya yang lebih kental karena bisa kenal berbagai orang dari banyak daerah. Hampir semua penumpang ramah-ramah sehingga sangat seru untuk proses bersosialisasi. Saya dan duo crucils juga menghabiskan waktu bersama penumpang ekonomi.

Selain itu, tersedia pula televisi yang hidup 24 jam, sehingga bisa menghibur para penumpang. Setiap ruangan dilengkapi pendingin ruangan, jadi tidak terasa panas.

Minusnya kelas ekonomi adalah keamanan dan kebersihan. Ya, namanya juga berkumpul dengan ratusan orang, jadi kebersihan sangat tidak terjaga. Demikian juga keamanannya, harus ekstra hati-hati menjaga barang bawaan, apalagi barang berharga. Selain itu, masalah kamar mandi yang harus antre panjang karena banyak yang menggunakan.

Salah satu ruang ekonomi KM Kelud Batam-Belawan. Foto by menixnews.

Untuk fasilitas sholat tersedia Musholah yang sangat representatif. Setiap waktu sholat tiba, selalu ada adzan dan sholat berjemaah. Setelah sholat juga ada kultum alias ceramah tujuh singkat sekitar tujuh menit. Untuk yang non-muslim, khususnya Kristen, ibadah digelar di waktu-waktu tertentu, seperti hari Minggu.

6. Makan Tiga Kali Sehari

Naik KM Kelud, jangan takut kelaparan. Sebab, baik penumpang kamar kelas dan ekonomi tetap diberikan jatah makan tiga kali sehari. Bedanya, penumpang kelas satu dan dua, makannya prasmanan di restoran yang ada di dek enam.

Prasmanan restoran untuk penumpang kelas satu dan dua KM Kelud Batam-Belawan. Foto by menixnews.

Sementara penumpang ekonomi, makannya dijatah menggunakan lunch box plastik. Makanan harus diambil di dapur yang ada di dek empat. Bagi yang enggan mengambil sendiri, bisa menggunakan saja pengantar makanan dengan membayar Rp10.000 per orang.

Makanan yang diberikan adalah nasi dengan lauk ikan, telur, dan ayam plus sayuran dan air mineral ataupun jus. Pagi hari, tersedia susu kotak kemasan kecil. Untuk penumpang kelas, disediakan pula buah.

Jadwal makan siang adalah pukul 12.00, makan malam pukul 18.00, dan sarapan pukul 06.30 WIB. Penumpang harus cepat datang ke restoran karena durasi makan cukup singkat. Jika telat, maka restoran akan ditutup ataupun makanannya akan habis.

Restoran untuk penumpang kelas satu dan dua KM Kelud Batam-Belawan. Foto by menixnews.

 

Saat makan di restoran juga dihibur lantunan lagu dari group band KM Kelud . Foto by menixnews.

Bagi para penumpang, sebaiknya membawa cemilan dan air mineral secukupnya. Sebab, harga cemilan dan air mineral di atas kapal cukup mahal. Sebagai contoh, Aqua botol besar (1,5 lt) Rp15.000, sedangkan kopi satu gelas Rp10.000.

Tips soal makanan:

  1. Bawa kopi dan teh kemasan, mie instan kemasan, dan cemilan sendiri dengan jumlah yang cukup.
  2. Bawa air mineral yang cukup agar tidak perlu beli di atas kapal.
  3. Membawa termos kecil untuk air panas dan gelas plastik sehingga bisa bebas menikmati kopi dan teh.
  4. Untuk air panas tersedia melimpah dan bebas mengambilnya di dek empat.

Jika memang memerlukan makanan dan minuman ataupun kebutuhan lainnya, penumpang tetap bisa membelinya di minimarket yang tersedia di hampir setiap dek kapal.

Minimarket di dalam KM Kelud Batam-Belawan. Foto by menixnews.

7. Nonton dan Santai di Geladak

Di atas KM Kelud ternyata memang bisa menikmati liburan dengan asyik dan santai. Selain makanan yang tercukupi, ada beberapa hiburan yang bisa dinikmati.

Pertama, adalah bioskop yang ada di dek dua. Setiap hari bioskop dengan level mini theater ini dibuka selepas sholat Ashar. Tapi jangan dibayangkan bioskopnya seperti bioskop yang ada di darat ya karena bioskop di sini berukuran kecil dan kursinya juga kursi seminar (warna merah). Sekitar 15 menit sebelum pemutaran film, akan ada pengumuman judul film yang diputar.

Ketika kami di atas kapal, film yang diputar adalah Jurassic World terbaru. Harga tiketnya hanya Rp15.000 per orang. Dan, kami pun sangat menikmati film tersebut meskipun duduk tegak di atas kursi seminar.

Kedua, karaode di lantai enam. Nah, fasilitas ini juga sederhana karena berada di dalam ruangan yang tidak begitu besar dan bergabung dengan sebuah kafe. Kami tidak mencoba karaokenya karena tidak cocok untuk yang membawa anak-anak.

Aktivitas yang tidak kalah menyenangkan di atas kapal adalah duduk santai di atas geladak dan menyeruput secangkir kopi. Kopinya bisa bikin sendiri ataupun beli dari pedagang yang selalu berkeliling. Geladaknya ada di bagian kiri dan kanan di dek tujuh. Lebih syahdu lagi, duduk di sini saat matahari terbit dan terbenam. Namun, jika cuaca hujan,  geladak tidak bisa diduduki karena becek. Geladak ini tidak memiliki atap.

Geladak di KM Kelud Batam-Belawan. Foto by menixnews.

Di geladak sebelah kanan, saat pelayaran dari Batam ke Tanjungbalai Karimun, para penumpang bisa menikmati pemandangan gedung-gedung tinggi negeri jiran, Singapura, dengan sangat jelas.

8. Turun di Pelabuhan Belawan, Jangan Lupa Kembalikan Kunci

Setelah 24 jam berlayar, kami pun sampai di Pelabuhan Belawan, Medan, Jumat (14/12/2018) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat sampai, saran saya, turun terakhir saja agar tidak berdesak-desakan.

Sebelum turun, untuk penumpang kelas 1 dan 2, jangan lupa mengembalikan kunci kamar dan mengambil kembali deposit Anda. Jika tidak dikembalikan, deposit akan lenyap. Deposit juga lenyap apabila kunci hilang ataupun patah.

KM Kelud bersandar di Belawan. Foto by menixnews

Di Pelabuhan ini, begitu turun dari kapal akan langsung menuju ruang kedatangan yang jaraknya hanya sekitar 50 meter dari kapal. Di ruang kedatangan, penumpang bisa beristirahat seraya menunggu jemputan.

Ruang kedatangan Pelabuhan Belawan. Foto by menixnews.

Well, my blog readers, segitu dulu ya sharing pengalaman kali ini. Kayaknya sudah lengkap bangets saya paparkan. Akhir kata SELAMAT LIBURANLAH YA! (sri murni)