Mengenal Gotong Royong Online: Implementasi Nilai Pancasila Zaman Now

Hiiiii My Blog Readers!

Pasti sudah sangat familiar dengan kata gotong royong kan ya? Ya iyalah. Sejak zaman sekolah TK, kita pasti sudah diperkenalkan dengan semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai dalam Pancasila, khususnya sila kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Pancasila.

Saat mendengar kata gotong royong, yang terbayang pasti kerja bakti bersih-bersih lingkungan tempat tinggal, sekolah, masjid atau rumah ibadah, dan fasilitas umum lainnya.

Gotong royong secara langsung tersebut memang contoh nyata yang bisa kita lihat dan kita ikuti setiap saat di lingkungan tempat tinggal kita. Nah, sekarang ini, di zaman serba digital, dikenal juga dengan yang namanya Gotong Royong secara online. Saya menyebutnya lebih ringkat “Gotong Royong Online”.

Apa itu Gotong Royong Online? Awalnya saya juga penasaran dengan istilah ini. Tapi setelah mendengarkan pemaparan seorang youtuber Jakarta, Mbak Cindy Gulla, saya baru paham seluk belum gotong royong online yang dimaksud.

Mbak Cindy Gulla (kiri) sedang memberikan materi “Gotong Royong Online” bersama pembicara lainnya, Mbak Mira Sahid (tengah) dan moderator (kiri).

Paparan tersebut disampaikan Mbak Cindy dalam acara diskusi Forum Aksi #Pendekar Pancasila (Pendekar dimaksud singkatan dari Pendidikan Karakter ya bukan pendekar dalam artian jagoan silat atau kungfu..hehehe) yang berlangsung di Beijing Ball Room lantai tiga Hotel Harmoni One Batam Centre, Kamis (1/8/2019).

Dihadapan para peserta yang jumlahnya sekitar 150 orang tersebut, Mbak Cindy memaparkan bahwa gotong royong zaman now tidak hanya bisa dilakukan secara langsung, tetapi juga via online.

Foto bersama para peserta Forum #Pendekar Pancasila dan para pembicara. Photo by Sapta.

Dua contoh yang sudah sangat terasa dampak gotong royong online ini adalah pertama, melalui petisi online dimana para netizen bisa berpartisipasi bersama-sama untuk menandatangani suatu petisi tentang hal-hal yang dirasa tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan maupun kebaikan lingkugan hidup.

Petisi online ini bertujuan untuk mendukung atau justru menggagalkan sebuah aksi maupun kebijakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan. Sebagai contoh adalah petisi tentang lingkungan hidup, termasuk tentang penyelamatan burung Cindrawasih yang merupakan bagian dari kekayaan alam Indonesia namun hampir punah karena perburuan.

Contoh kedua adalah gotong royong online melalui penghimpunan dana yang dilakukan secara online pula. Ini sudah bisa dilakukan melalui media kitabisa.com, dimana masyarakat bisa bergotong royong menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Tidak hanya membantu untuk kebutuhan pengobatan bagi warga tidak mampu, tetapi juga menyisihkan rezeki untuk ikut membantu membangun jembatan ataupun fasilitas umum lain yang benar-benar dibutuhkan masyarakat di daerah lain.

Selain Mbak Cindy sebagai content creator youtube, acara yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut juga dihadiri tiga pembicara lainnya yakni Mbak Mira Sahid, founder dari Emak Blogger, Direktur Sosialisasi Komunikasi Jaringan Badan Ideologi Pembinaan Pancasila Aris Heru Utomo, dan akademisi dari Universitas Sebelas Maret Sudarsana.

Acara dibuka oleh Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Kominfoo, Drs. Wiryanto, MA,Ph.D dan hadir pula memberikan sambutan Kepada Dinas Kominfo Kota Batam, Salim. S.Sos. M Si.


Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Kominfoo, Drs. Wiryanto, MA,Ph.D saat membuka acara.

Dari sekian banyak yang disampaikan para pembicara yang asyik-asyik, secara jujur saya memang sangat tertarik dengan materi yang dipaparkan Mbak Cindy. Gotong Royong Online memang materi kekinian yang dibutuhkan generasi milenial.

Meskipun zaman sudah serba digital, nilai-nilai Pancasila, khususnya semangat gotong royong dan saling membantu harus tetap ditanamkan di jiwa para kaum milenial melalui media yang sedang digandrungi mereka yakni dunia maya.

Semoga apapun aktivitas yang kita lakukan, nilai-nilai Pancasila tetap bisa diimplementasikan secara positif dalam nafas kehidupan kita. (sri murni)