Home / Inspirations / Pengalaman Daftar Haji: Dapat Antrean 21-22 Tahun Lagi!
English English Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia
daftar haji 2021
Berdua bareng hubby saat daftar haji, Kamis, 9 Desember 2021

Pengalaman Daftar Haji: Dapat Antrean 21-22 Tahun Lagi!

Disclaimer: Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk ria, sombong, angkuh, pamer, apalagi sok-sokan. Ini hanya sebuah sharing pengalaman untuk mereka yang membutuhkan.

Daftar haji 2021
Berdua bareng hubby saat daftar haji, Kamis, 9 Desember 2021

DULU waktu muda (sekarang juga masih muda sih, tapi tidak semuda dulu, hehehe), punya cita-cita berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima pada usia 40-50 tahun. Alasannya agar tidak terlalu tua saat beribadah haji. Harapannya fisik masih kuat menjalankan semua aktivitas ibadah haji.

Namun apa daya, pengalokasian dana untuk mendaftar haji tercukupi saat usia saya 40 tahun dan usia suami 41 tahun pada Desember 2021. Begitu mendaftar, petugas pendaftaran hajinya menyampaikan bahwa perkiraan berangkat regular untuk kami berdua sekitar 21-22 tahun lagi.

Itu berarti, saat berangkat haji nanti usia kami 61 dan 62 tahun dan masuklah kategori lansia (lanjut usia). Begitu mendapatkan informasi dari petugas saya dan suami sempat tercengang beberapa detik. Kemudian kembali ke kesadaran sambil sama-sama berdoa,”Ya Allah sampaikanlah usia kami di masa nanti dan berilah kesehatan untuk menunaikan ibadah tersebut.”

daftar haji 2021
Foto saat pendaftaran keberangkatan haji dan perkiraan wajah saat berangkat haji.

Lalu, kami sama-sama berfikir,”Kita di usia 40-41 tahun baru bisa daftar haji dan itu dapat antrean 21-22 tahun lagi. Bagaimana orang lain yang belum dicukupkan rezekinya untuk daftar haji pada usia 50 tahun atau lebih? Semoga mereka bisa disegerakan rezekinya.”

Kembali ke niat membuat tulisan ini adalah untuk sharing pengalaman. Langsung saja ya saya paparkan tahapan mendaftar haji tersebut.

1. Siapkan Uang Rp25 Juta

Besarnya biaya haji regular setiap tahun berbeda-beda. Dan untuk tahun 2021 sekitar Rp44 juta. Angka ini naik sekitar Rp9 juta dibandingkan tahun 2020.

Karena kuota haji Indonesia yang terbatas dan daftar tunggunya sampai 20-an tahun, maka setoran awal yang wajib dilakukan adalah sebesar Rp25 juta per orang guna mendapatkan nomor kuota atau nomor antrean.

Oleh sebab itu, untuk mendapatkan nomor antrean atau nomor porsi keberangkatan haji, setiap calon jemaah wajib melakukan setoran awal sebesar Rp25 juta.

2. Siapkan Dokumen dan Pas Foto

Selain menyiapkan uang Rp25 juta per orang, sejumlah dokumen harus disiapkan juga yakni:

a.  Fotocopy KTP suami-istri (jika berangkat berdua)

b.  Fotocopy Kartu Keluarga

c.  Foto copy ijazah terakhir atau akta kelahiran atau surat nikah atau pun surat keterangan domisili dari kecamatan

e.  Pas Foto berwarna 3 x 4= 15 lembar dan 4×6= 5 lembar dengan latar belakang putih. Pas foto harus menampakkan wajah 80 persen. Jadi ingatkan si tukang foto atau yang mencetak foto ya.

3. Buka Tabungan Haji di Bank Syariah

Setelah uang dan dokumen lengkap, saatnya membuka tabungan haji di Bank Syariah. Bisa bank mana saja yang penting Bank Syariah seperti Mandiri Syariah, BRI Syariah, BNI Syariah, BTN Syariah (bank-bank syariah milik pemerintah kini sudah dileburkan menjadi BSI atau Bank Syariah Indonesia), CIMB Syariah, Muamalat, dll. Dan kami sendiri memilih BTN Syariah karena ada saudara yang bekerja di sana. Hehehe.

Karena dana sudah mencukupi Rp25 juta maka, pihak bank bisa langsung membantu kami untuk mendaftakan haji. Jika dana kita belum mencukupi Rp25 juta, kita tetap bisa membuka tabungan haji di bank-bank syariah namun belum bisa didaftarkan haji sampai dana tersebut mencapai Rp25 juta. Dengan kata lain, nabung dulu ya!

Setelah membuka tabungan haji, maka bank akan memberikan beberapa dokumen tambahan untuk kita bawa ke Kementrian Agama (Memenag), yakni:

a. Lembar validasi dari bank, asli

b. Surat pernyataan bank (materai), asli

c. Surat kuasa dari bank (materai), asli

d. Slip setoran awal biaya penyelenggaraan ibadah haji (BIPIH) dari bank Rp 25 juta, asli

e. Formulir pendaftaran haji yang harus kita isi sendiri.

f. Map merah. Biasanya pihak bank telah menyiapkan formulir pendaftaran haji beserta map merahnya. Di dalamnya berisi semua dokumen yang diperlukan.

4. Mendaftar Haji ke Kementrian Agama (Kemenag) 

daftar haji 2021
Berdua bareng hubby saat daftar haji, Kamis, 9 Desember 2021

Setelah dokumen pribadi dan dari bank selesai, kita harus ke kantor Kementrian Agama (Kemenag) yang ada di kota kita masing-masing. Untuk di Batam, lokasinya di Jl. Mesjid Baiturrahman No.2, Sungai Harapan, Kec. Sekupang, tidak jauh dari simpang Sei Harapan.

Saya dan suami pun ke Kemenag pada Kamis, 9 Desember 2021, lalu. Kami datang pagi sebelum jam delapan agar prosesnya bisa cepat selesai. Sesampainya di sana, ternyata tidak ada antrean dan kami menjadi pendaftar pertama di hari itu.

Menurut petugas di sana, selama masa pandemi, yang mendaftar haji memang sangat sedikit. Sehari paling banyak lima orang. Padahal sebelum pandemi, rata-rata pendatar sehari 30-an orang.

Begitu sampai, Mbak petugas melayani dengan ramah. Dia langsung memeriksa kelengkapan berkas. Setelah beres, kami pun dibawa ke ruang perekaman identitas sebagai syarat pendaftaran. Kita akan ditanyai beberapa data diri dan direkam ciri-ciri diri seperti bentuk rambut, wajah, hidung, alis, tinggi badan, berat badan dan golongan darah.

Petugas juga akan mengambil foto diri kita secara langsung. Kemudian, petugas mencetak bukti pendaftaran berupa Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) yang didalamnya juga berisi informasi tentang diri si pendaftar beserta fotonya.

surat pendaftaran haji
Nomor Porsi ada di sisi kanan Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH).

Di bagian sudut atas sebelah kanan SPPH terdapat nomor porsi yang fungsinya untuk mengecek kepastian kapan perkiraan keberangkatan haji kita. Pengecekan tersebut dapat dilakukan melalui website Kemenag https://haji.kemenag.go.id atau melalui aplikasi “HAJI PINTAR” atau dapat pula menghubungi pusat Pendaftaran Haji Kemenag Pusat 021-34833924.

Perlu diketahui bahwa masa tunggu kerangkatan haji per kota di Indonesia itu berbeda-beda. Dilihat dari situs haji kemenag, saat ini masa tunggu paling lama adalah Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan yakni sekitar 45 tahun. Sementara yang paling cepat adalah Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Mahakam Ulu sekitar 12 tahun.

5. Foto Semua Dokumen dan Simpan di Email

Langkah kelima ini adalah tips dari saya. Karena berangkat hajinya masih sangat lama, ada baiknya semua dokumen yang diserahkan ke Kemenag kita foto, kemudian kita simpan di-email. Termasuk juga bukti pendfataran haji yang sudah kita bawa pulang. Fungsinya adalah sebagai back-up data jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi misalnya adanya musibah kebakaran, banjir, ataupun dokumen hilang.

6. Nabung 3x Lipat

Seperti yang saya sampaikan di atas, biaya haji setiap tahunnya selalu meningkat dipengaruhi banyak faktor diantaranya nilai inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Karena keberangkatan masih kisaran 21-22 tahun lagi, ada kelonggaran dalam menabung untuk mecukupi biaya yang diperlukan. Saat ini memang belum diketahui berapa biaya haji untuk 22 tahun yang akan datang.

Hanya saja, saya berinisiatif untuk menabung 3x lipat dari biaya haji saat ini. Jika tahun 2021 ini biaya haji sekitar Rp44 juta maka 22 tahun lagi sekitar Rp132 juta per orang. Angka ini menurut saya adalah angka yang aman dan semoga tidak kurang.

Jika dilihat dari besaran biaya haji dua pulu tahun terakhir naik kisaran 20-an juta, dengan rincian:

  • Biaya haji tahun 2001: Rp22.000.000
  • Biaya haji tahun 2011: Rp31.000.000
  • Biaya haji tahun 2021: Rp44.000.000

Jika diperkirakan biaya haji 21-22 tahun lagi sekitar Rp132 juta, maka ada kekurangan biaya Rp 107 juta per orang yang harus kami siapkan. Uang ini bisa dicicil dengan cara menabung sendiri setiap bulannya via tabungan haji di bank-bank syariah atau via tabungan lainnya.

Besaran tabungan bulanan per orang adalah Rp250.000 atau Rp500.000 untuk dua orang. Rasanya angka tersebut tidaklah terlalu berat untuk saat ini.

Menurut petugas haji yang kami temui, biaya haji sepenuhnya harus dilengkapi satu bulan sebelum keberangkatan. Jadi, terserah calon jemaah bagaimana caranya untuk mengumpulkan biaya tersebut. Yang penting sebulan sebelum keberangkatan, dananya sudah harus disetor ke penyelenggara haji.

7. Dialihkan atau Dibatalkan

Adalah pertanyaan yang wajar jika pendaftar haji bertanya jika umur tidak sampai atau mengalami sakit atau kendala lain sehingga tidak bisa berangkat haji, maka bagaimana dengan uang yang sudah disetor?

Menurut petugas haji yang melayani kami, jawabannya ada dua yakni pertama, kesempatan berhaji tersebut bisa dialihkan kepada pasangan (suami atau istri), anak, orangtua, ataupun saudara.

Kedua, rencana keberangkatan haji bisa dibatalkan dan semua uang yang sudah disetor akan dikembalikan secara utuh.

bagan pembatalan keberangkatan haji
Bagan pengurusan pembatalan keberangkatan haji.

Jika nantinya ada rezeki yang lebih cepat, selain pilihan keberangkatan haji regular, bisa juga memilih Paket Haji Plus Langsung Berangkat dan Paket Haji ONH Plus dengan masa tunggu keberangkatan saat ini 5 – 6 tahun. Namun, biaya yang diperlukan bisa 3-4 kali lipat dari biaya keberangkatan haji regular.

Semoga niat berhaji semua umat Muslim mendapatkan kemudahan dalam merealisasikannya. Amin ya Allah! (sri murni)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.