Terpana Pesona Padang Melang

Pantai Padang Melang bagian utara, Desa Berapit, Letung, Anambas. Foto by menixnews.com

SOAL keindahan pantai, Kabupaten Kepulauan Anambas tidak usah diragukan lagi. Bahkan, ada sejumlah orang yang menyejajarkan keindahan Anambas dengan destinasi wisata dunia yang sedang digandrungi, Maladewa atau Maldives, yang terletak di sebelah selatan-barat daya India, dan sekitar 700 km sebelah barat daya Sri Lanka.

Karena saya belum pernah ke Maladewa, jujur saja saya tidak bisa membandingkannya. Namun, dari foto-foto Maladawa yang banyak beredar di dunia maya, memang ada kemiripan keindahannya, terutama terkait jajaran pulau-pulau kecil yang dikelilingi pantai nan putih dan laut yang jernih.

Saat ke Anambas, tepatnya ke Pulau Letung, dalam rangka kegiatan “Jelajah Konektivitas Hati”, saya dan tim sempat menikmati keindahan beberapa pantai di sana yakni Padang Melang, Kusik, dan Nguan.

Dari tiga pantai tersebut, Padang Melang menjadi destinasi wisata bahari yang paling memesona saya. Bagaimana tidak, pantainya begitu panjang mencapai delapan km dari kota sampai Bandara Letung. Pasirnya juga sangat putih dan lingkungannya pun bersih. Air lautnya jernih.

Dari kejauhan tampak lautan dengan kombinasi tiga warna yakni biru, hijau, dan krim. Warna air ini, tentu saja dipengaruhi dengan kondisi alam di bawah lautnya, apakah dangkal atau dalam.

Pantai Padang Melang ini terbagi menjadi dua sisi yakni utara yang berada di Desa Berakit, Letung dan sisi selatan berdekatan dengan Bandara.

Karena pantainya yang begitu panjang, setiap tahun tepatnya sekitar bulan Juli, dilangsungkan perhelatan akbar Festival Padang Melang yang menghadirkan beragam atraksi budaya bahari lokal dan sajian kuliner khas Anambas. Saat kami ke sana, masih tampak dekorasi sisa-sisa festival tersebut.

Selfie di depan areal Pantai Padang Melang bagian utara, Desa Berapit, Letung, Anambas. Foto by menixnews.com

Cara menikmati kedua pantai ini juga berbeda, seperti yang kami lakukan saat berada di sana 3-5 September 2018 lalu.

Berburu Matahari Terbit

Sebagai travel blogger, kemana pun pergi pasti ingin menikmati pesona matahari terbit dan tenggelam paling memukau dari tempat itu.

Nah, dari Pantai Padang Melang ini, pesona paling memukau adalah matahari terbitnya. Kami pun tidak ingin melewatkan begitu saja. Selepas Subuh, kami langsung mengendarai motor yang sudah kami sewa sejak hari pertama, ke Pantai Padang Melang bagian utara.

Pantai ini terletak di Desa Berakit, Kecamatan Jemaja. Dari Kota Letung, tidak begitu jauh, hanya memakan waktu sekitar 15 menit perjalanan.

Saat kami sampai di tempat tujuan, hati kami sempat kecewa karena melihat proses matahari terbit yang tertutup awan.

Matahari terbit di Pantai Padang Melang bagian utara, Desa Berapit, Letung, Anambas. Foto by menixnews.com

Namun, rasa kecewa itu sedikit terobati karena mendekati pukul 06.00 WIB, awan mulai beranjak agak menjauh, dan warna oranye di langit sebelah timur mulai tampak. Meskipun tidak bisa melihat indahnya mentari saat menyembul bulat seperti kuning telur, menyaksikan detik demi detik kemunculan warna oranye itu saja sudah membuat hati kami senang.

Tempat yang paling asyik menyaksikan keindahan sun rise di pantai ini adalah di atas pelantar, di depan pemukiman warga. Di pelantar ini, berjajar perahu-perahu nelayan yang diparkir selepas melaut.

Di atas pelantar Pantai Padang Melang bagian utara. Foto by menixnews.com

Jangan lupa, sebelum menuju ke pelantar ini, bawalah kopi atau teh panas beserta kue-kue maupun nasi dagang, sehingga Anda bisa menikmati sunrise seraya bersantap sarapan.

Sarapan pagi dengan epok-epok, putu piring, dan nasi dagang di atas pelantari Pantai Padang Melang bagian utara, Desa Berapit, Letung, Anambas. Foto by menixnews.com

Setelah matahari terbit, tentu saja pantai ini tetap menjadi tempat yang pas untuk bersantai. Di sini, pantainya begitu landai dengan laut yang teduh. Tidak ada dentuman ombak terdengar, yang ada hanyalah riak-riak kecil air laut.

Pasirnya putih dan halus dengan bentangan yang luas. Lingkungannya pun bersih. Berjajar pohon-pohon kelapa di areal pantai ini. Namun, Anda harus hati-hati saat berada di bawahnya karena sewaktu-waktu buah kelapa yang sudah tua bisa jatuh.

Jika hendak menyantap sajian seafood ataupun kuliner lokal, tersedia deretan warung di sini.Pemukiman warga juga lumayan banyak dan tertata rapi. Ada sebuah musholah dengan air bersih disediakan untuk beribadah.

Pedang Melang bagian selatan

Panorama Pantai Padang Melang bagian bagian selatan. Foto by menixnews.com

Setelah puas menikmati Pantai Padang Melang bagian utara, sore harinya kami beranjak ke pantai yang sama, namun di sisi lain yakni bagian selatan.

Lokasinya agak jauh dari Kota Letung, dan sangat dekat dengan Bandara Letung. Pesona pantai di bagian selatan ini sangat berbeda dengan bagian utara. Di sini, pantainya tampak lebih natural dan jauh dari pemukiman penduduk.

Tidak ada bangunan apapun di sepanjang pantai ini. Yang ada hanyalah pohon dan semak belukar yang tumbuh di areal pantai.

Namun, dari sisi keindahan, pantai ini lebih menakjubkan. Selain pantainya yang luas dan memanjang, pasirnya juga lebih putih dan bersih. Cahaya matahari sore, meskipun mendung, tetap mampu menyinari keindahan pantai ini.

Apalagi, 3/4 panorama pantai ini dipagari oleh bukit-bukit hijau yang berjajar rapi. Begitu melihat pemandangan yang menakjubkan dengan pantai yang landai dan pasir yang putih, saya langsung berguling-guling agar bisa merasakan kelembutan pasirnya.

Mata serasa tidak puas-puasnya memandangi anugerah alam dari Allah SWT. Saya berharap, kealamian pantai ini bisa terjaga sampai kapanpun.

Lihat juga videonya di sini!

Pokoknya gak bakalan menyesallah kalau ke pantai ini dan rasanya jadi malas pulang! (sri murni)

Baca tulisan tentang Anamas lainnya di sini!

Cara Gampang ke Anambas dari Batam dan Tanjungpinang, Ini Pilihan Transportasinya

Nikmati Kedamaian Anambas dari Atas Transportasi Pedesaan Gratis