Traveling Bareng Suami Bangkitkan Cinta yang Hampir Padam

RASANYA tak ada rumah tangga di dunia ini yang tidak mengalami percecokan antara suami dan istri. Ibarat pepatah,”Tak ada gading yang tak retak”. Karena keretakannya itulah disebut gading, kalau tak retak mungkin bisa jadi bukan gading tetapi besi.

Apakah saya dan suami sering cek-cok? Wah…. ya sering sekali. Bahkan hampir setiap hari, khususnya kalau pagi, mulai dari pukul 06.00-07.10 WIB. Tidak lama-lama cekcoknya, hanya di kisaran waktu satu jam lebih sedikit.

Apa penyebab utama cekcok itu? Ya tentu saja kecekatan dan waktu yang singkat dalam menyiapkan antara sarapan pagi dan mengurus anak-anak yang hendak pergi sekolah. Belum lagi para bocah yang terkadang sulit dibangunkan dan lambat dalam bergerak sementara waktu terus mengejar.

Namun, satu hal yang paling dipantangi dalam berumah tangga ketika terjadi cekcok adalah niat untuk berpisah. Jauhkan niat berpisah atau bercerai ini, bahkan hapuslah dalam daftar kosa kata hidup berumahtangga.

Nah, Moms and Dads, supaya cek-cok dan rasa kesal antara suami-istri cepat meredah dan tidak berlarut-larut, saya ingin berbagi tips ni, berdasarkan pengalaman yang selama ini saya terapkan bareng suami:

1. Berpegang teguh pada janji pernikahan

Setiap pasangan suami-istri yang menikah, pasti punya janji pernikahan sesuai dengan agama yang dianut. Dan saya yakin semua janji nikah tersebut memiliki inti untuk saling menyayangi, saling membahagian, dan melaksanakan hak dan kewajiban sebagai suami-istri.

Jika tetap memegang teguh janji pernikahan, Insyaallah cek cok apapun yang mendera, akhirnya bermesraan juga. cuit…cuit…

Cinta akan tetap bersemi walau kadang terasa hampir padam ketika cekcok terjadi.

2. Traveling bersama

Jika Moms and Dads mengenal istilah bulan madu kedua, maka jangan hanya menganal kata-kata itu, tapi lakukanlah.

Traveling bersama akan membangkitkan romantisme suami-istri dengan cepat. Apalagi kalau travelingnya memang hanya berdua. Anak-anak? Sementara dititipkan saja dulu kepada eyang, nenek, bude, bulek, atau pengasuhnya.

Tapi, kalau kami selalu membawa duo crucils kemanapun kami traveling bersama. Nah Moms and Dads, saat traveling niatkanlah bahwa jalan-jalan ini adalah untuk beromantis ria agar tambah bahagia dan tetap mengobarkan api cinta, bukan jadi sebaliknya. Jika ada ketidaksepahaman selama traveling, maka mengalah saja agar semuanya bahagia.

3. Ucapkan kata-kata cinta 

Apakah tunggu traveling baru bisa romantis? Tentu saja tidak! Setiap hari, minimal sekali sehari ucapkanlah kata-kata cinta. Tidak harus mengandung kata “cinta” tetapi bisa berupa kata lain yang menunjukkan Moms and Dads itu sayang dan peduli kepada pasangan.

Bagaimana caranya? Tentu saja bisa dikatakan secara langsung, seperti “Ma/pa, apakah hari ini capek dan mau dipijat?” Atau dengan SMS, WA, inbox Facebook, dan sarana komunikasi lainnya.

Romantisme bisa juga diwujudkan dalam bentuk memberikan kecupan kepada pasangan saat menjelang tidur ataupun hendak pergi kerja.

Tapi ingat juga ya Moms and Dads, jika Anda belum pernah melakukan romantisme dalam kehidupan sehari-hari, jangan langsung melakukannya secara bertubi-tubi, karena nanti bisa jadi dianggap sebagai puber kedua atau justru dicurigai Anda berselingkuh. (sri murni)