MAU KOPI, Cara Kekinian Ngopi di Pinggir Jalan

NGOPI yuks! 

Dimana?

Di tempat yang asyik donk, sambil santai dan ngobrol!

Ayuks, ntar malam ya!

OK

Obrolan singkat di atas, pasti sering kamu lakukan kan? Ya iyalah, secara ngopi saat ini sudah membudaya di seluruh lapisan masyarakat.

Kalau zaman old ni, ngopi itu hanya milik  kakek-kakek, bapak-bapak, dan om-om. Tapi sekarang, ngopi sudah milik semua orang tanpa memandang usia dan gender.

Bahkan, anak-anak kelas 1 SD yang les English di rumah saya pun, kerap mengatakan,”Eh pulang les ngopi dimana kita?” Ya ampun gaya bangets ya nih bocah, emang ada duitnya untuk ngopi?

Hehehe, pastinya ucapan si bocah itu hanya main-main yang mungkin dia sendiri tidak tahu apa ngopi itu sesungguhnya. Mungkin dia mendapatkan kalimat itu karena sering mendengar percakapan ayahnya atau orang-orang di sekelilingnya.

Ngomongi soal kopi, rasanya ngopi di kafe, mal, atau hotel sudah terlalu mainstream ya. Nah, bagaimana jika ngopinya kembali seperti zaman old yakni di pinggir jalan.

Ngopi syantik di MAU Kopi, pinggir jalan Masjid Agung Batam Centre.

Meskipun di pinggir jalan, tentu saja tempatnya tetap nyaman dunk dan tetap bisa ngobrol santai.

Ngopi di pinggir jalan dengan konsep kekinian, inilah yang dihadirkan Yugo dkk dengan membuka mobile coffee bernama MAU KOPI. Dari namanya saja, sudah pada mau kan?

MAU KOPI memang baru hadir di Batam beberapa bulan lalu dengan ciri khas menyajikan kopi di atas mobil.

Biasanya, MAU KOPI hadir di penggir jalan Masjid Agung Batam Centre, ataupun di dekat lapangan Welcome to Batam dan tidak jauh dari Dataran Engku Putri.

Saat saya dan beberapa teman blogger menyambangi MAU KOPI, beberapa hari lalu, Yugo sedang asyik melayani pembelinya dari atas mobil. Ternyata MAU KOPI sudah dikerumuni para pelanggannya.

Ngopi syantik di MAU Kopi, pinggir jalan Masjid Agung Batam Centre.

Mobil yang digunakannya sudah dimodifikasi hingga menyerupai warung kopi mini. Yugo meracik kopi di atas van, sementara para pelanggan duduk santai di kursi-kursi yang sudah disiapkan di sekitar van.

Sambil menunggu racikan barista muda alumni DW Coffee Shop di Malang ini, kami pun berbincang-bincang santai di sana.

Yugo menceritakan, saat ini dirinya menyediakan beberapa jenis kopi Arabika dan Robusta yang diambil dari sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya Kopi Gayo (Aceh),  Kopi Sidikalang (Sumut), dan Kopi Argopuro dari Jawa Timur. Ke depannya, akan menambah lagi ragam kopi tentunya.

Untuk produknya sendiri, ada dua jinis yakni kopi dingin dan kopi panas. Kopi dingin sudah dikemas dalam kemasan botol berukuran sedang. Dalam kemasan tersebut berisi kopi susu yang diberi lebel KONSPIRASI alias kopi susu penuh inspirasi.

Kemasan KONSPIRASI (kopi susu penuh inspirasi) dari MAU Kopi

Konspirasi memiliki dua level yakni ringan dan berat. Level ringan di sini maksudnya adalah kandungan kopinya tidak terlalu berat dan biasa diminati kaum hawa, sedangkan level berat sebaliknya. Kandungan kopinya lebih kental dan biasanya disukai kaum pria.

Sementara untuk kopi panas, tentu saja diracik saat dipesan dari pelanggan. “Kami meracik sendiri dengan signature kopi manual brew, mulai dari menggiling biji kopi sampai menyaring dan menyajikannya,”kata Yugo yang juga lulusan STIKI (Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia) Malang itu.

Untuk menjaga cita rasa kopi itu sendiri, Yugo juga tidak sembarangan dalam memprosesnya. Air panas yang dicampurkan ke kopi pun diatur suhunya agar tidak menghilangkan cita rasa originalnya.

Untuk tingkat kemanisan kopi, tentu saja tergantung selera masing-masing pelanggan. Bagi yang suka espresso, rasa original tanpa gula akan menjadi idola. Bagi penggemar kopi susu, bisa meminta racikan Yugo ditambahkan susu dengan level ringan atau berat.

Nah, penasaran dengan rasa kopi racikan Yugo? Yuks nongki-nongki di MAU KOPI yang  mangkal di pinggir jalan Masjid Agung Batam Centre, tidak jauh dari Lapangan Welcome to Batam setiap weekend.

MAU Kopi hadir setiap Minggu pagi di Dataran Engku Putri.

MAU KOPI juga secara regular buka lapak di Dataran Engku Putri pada Minggu pagi. MAU KOPI? MAU…MAU…MAU… (sri murni)